Prof Ahmad Riyadh: SMSI Harus jadi Jembatan Keuangan Global ke Ekonomi Desa

- Editorial Team

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Ketua Dewan Penasehat SMSI Jatim, Prof. Ahmad Riyadh pada dialog nasional. Ia menegaskan SMSI harus menjadi jembatan penghubung antara arus keuangan global dengan penguatan ekonomi desa. ®okedaily.com [Foto: Dokumentasi SMSI]

Ketua Dewan Penasehat SMSI Jatim, Prof. Ahmad Riyadh pada dialog nasional. Ia menegaskan SMSI harus menjadi jembatan penghubung antara arus keuangan global dengan penguatan ekonomi desa. ®okedaily.com [Foto: Dokumentasi SMSI]

JAKARTA – Pers khususnya yang tergabung di Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) memiliki posisi strategis dalam menghubungkan arus keuangan global dengan pengembangan ekonomi masyarakat desa.

Media tidak cukup hanya berperan sebagai penyampai berita, tetapi juga harus mampu menjadi jembatan informasi yang mempertemukan modal, pasar, teknologi, informasi, dan masyarakat desa.

Baca Juga :  CEO Holistik Institute Apresiasi Langkah Tegas Kapolri Tangani Kasus Kematian Brigadir J

Demikian disampaikan Assoc. Prof. Ahmad Riyadh UB, Ph.D., dalam dialog nasional usai pengukuhan pokja news room jaga desa SMSI Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta (27/8).

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas), Hashim Djojohadikusumo, Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat, dan Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus.

Dua pembicara dialog nasional yang hadir yakni, Ketua Dewan Penasehat SMSI Jatim, Assoc. Prof. Ahmad Riyadh UB, Ph.D., dan Pakar Perbankan, Yosep Kardinal, dengan moderator Prof. Dr. Taufikur Rohman.

Baca Juga :  Idle Cash Ratusan Miliar, Pemkab Sumenep Mendapat Opini WTP LKPD 2020

Lebih lanjut, Riyadh mengatakan keberhasilan pembangunan ekonomi tidak semata-mata diukur dari besarnya investasi yang masuk maupun jumlah tenaga kerja yang terserap.

Facebook Comments Box

Penulis : Mashudi Surahman

Editor : Wandi Abdullah

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan
Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat
Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali
KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan
Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?
Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?
OJK Tutup 12 BPR hingga Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Nasib Dana Nasabah
MS2-2 Medco Energi, Nelayan Pulau Sapudi Dicuekin?

Related News

Senin, 21 September 2026 - 14:29 WIB

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan

Minggu, 20 September 2026 - 08:54 WIB

Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 07:57 WIB

Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali

Jumat, 18 September 2026 - 19:26 WIB

KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan

Jumat, 18 September 2026 - 18:58 WIB

Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?

Latest News