Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat

- Editorial Team

Minggu, 20 September 2026 - 08:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Ketua HKTI Bali, De Gadjah menegaskan ketahanan pangan harus dimulai dari petani, diperkuat koperasi dan bermuara pada gizi rakyat. ®okedaily.com [Foto: Dok. Ansor Bali]

Ketua HKTI Bali, De Gadjah menegaskan ketahanan pangan harus dimulai dari petani, diperkuat koperasi dan bermuara pada gizi rakyat. ®okedaily.com [Foto: Dok. Ansor Bali]

OkeDaily – Ketua HKTI Bali, I Made Muliawan Arya, menegaskan bahwa konsep ketahanan pangan tidak bisa dibangun secara instan dari hilir, melainkan harus dimulai dari hulunya, yakni petani.

Menurutnya, selama ini banyak program ketahanan pangan yang hanya berfokus pada distribusi dan bantuan, namun lupa memperkuat aktor utamanya. Petani harus menjadi subjek utama, bukan sekadar objek dalam rantai pasok pangan nasional.

Baca Juga :  Waspada, ETLE Mobile dan INCAR Bukan Basa Basi Ditlantas Polda Jatim

“Ketahanan pangan harus dimulai dari petani. Muliakan petani, berikan kepastian harga, akses pupuk, dan pendampingan. Jika petaninya sejahtera, maka pangannya pasti berdaulat,” tegas Ketua HKTI Bali, karib disapa De Gadjah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran koperasi sebagai penguat ekosistem. Koperasi menjadi jembatan yang menjaga agar hasil petani tidak dipermainkan tengkulak dan harga tetap stabil di pasaran. Koperasi adalah tulang punggung ekonomi gotong royong.

Baca Juga :  Menelusuri Investasi dan Usaha PT WUS, Bagian 3 : SPBU Nonggunong

Namun, muara akhir dari semua itu bukan sekadar stok beras di gudang, melainkan gizi rakyat. Ketahanan pangan yang sejati adalah ketika setiap anak Indonesia, setiap keluarga, bisa mengakses makanan yang bergizi, sehat, dan terjangkau.

Baca Juga :  Antusiasme Kader KWT Kersikan pada Pelatihan Keamanan Pangan Olahan Jagung

“Jangan sampai lumbung penuh tapi rakyat masih stunting. Ketahanan pangan harus bermuara pada gizi rakyat. Itu tujuan akhirnya. Dari petani, diperkuat koperasi, untuk gizi rakyat,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Alfian Syaifullah

Editor : Andrean Masrofie

Sumber Berita: Okedaily Bali

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan
Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali
KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan
Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?
Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?
OJK Tutup 12 BPR hingga Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Nasib Dana Nasabah
Prof Ahmad Riyadh: SMSI Harus jadi Jembatan Keuangan Global ke Ekonomi Desa
MS2-2 Medco Energi, Nelayan Pulau Sapudi Dicuekin?

Related News

Senin, 21 September 2026 - 14:29 WIB

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan

Minggu, 20 September 2026 - 08:54 WIB

Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 07:57 WIB

Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali

Jumat, 18 September 2026 - 19:26 WIB

KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan

Jumat, 18 September 2026 - 18:58 WIB

Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?

Latest News