Prof Ahmad Riyadh: SMSI Harus jadi Jembatan Keuangan Global ke Ekonomi Desa

- Editorial Team

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Ketua Dewan Penasehat SMSI Jatim, Prof. Ahmad Riyadh pada dialog nasional. Ia menegaskan SMSI harus menjadi jembatan penghubung antara arus keuangan global dengan penguatan ekonomi desa. ®okedaily.com [Foto: Dokumentasi SMSI]

Ketua Dewan Penasehat SMSI Jatim, Prof. Ahmad Riyadh pada dialog nasional. Ia menegaskan SMSI harus menjadi jembatan penghubung antara arus keuangan global dengan penguatan ekonomi desa. ®okedaily.com [Foto: Dokumentasi SMSI]

Ukuran yang lebih penting, kata dia, adalah sejauh mana investasi tersebut mampu menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan perekonomian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di desa.

“Keberhasilan di bidang ekonomi bukan hanya berapa besar investasi yang masuk, berapa tenaga kerja, dan berapa orang yang bekerja. Yang harus dilihat adalah berapa banyak lapangan pekerjaan dan ekonomi yang tumbuh serta sejauh mana kesejahteraan masyarakat desa meningkat,” jelas Riyadh yang juga akademisi ini.

Baca Juga :  Universitas Paramadina Bersama ILO Bahas Responsible Business Conduct dan Kerja Layak

Ia menilai desa memiliki potensi ekonomi yang luar biasa, terutama jika dikembangkan melalui sektor pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai potensi lokal lainnya.

Oleh karena itu, desa tidak boleh hanya diposisikan sebagai pasar bagi produk dari luar. Masyarakat desa harus didorong menjadi pelaku sekaligus pemimpin dalam ekosistem ekonomi.

“Desa bukan hanya sekadar pasar. Desa harus menjadi penggerak dan pemimpin ekonomi dengan membangun sebuah ekosistem yang menghubungkan modal, informasi, teknologi, pasar, dan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Behind the Scenes of Modeling: The Truth About What it Takes to be a Successful Model

Riyadh menegaskan, persoalan ekonomi desa tidak bisa diselesaikan hanya dengan memberikan tambahan modal. Selain modal, masyarakat membutuhkan akses pasar, teknologi, informasi, serta kepercayaan.

Facebook Comments Box

Penulis : Mashudi Surahman

Editor : Wandi Abdullah

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan
Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat
Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali
KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan
Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?
Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?
OJK Tutup 12 BPR hingga Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Nasib Dana Nasabah
MS2-2 Medco Energi, Nelayan Pulau Sapudi Dicuekin?

Related News

Senin, 21 September 2026 - 14:29 WIB

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan

Minggu, 20 September 2026 - 08:54 WIB

Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 07:57 WIB

Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali

Jumat, 18 September 2026 - 19:26 WIB

KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan

Jumat, 18 September 2026 - 18:58 WIB

Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?

Latest News