Selain menyampaikan dukungan terhadap program pemerintah pusat, massa juga menyoroti sejumlah persoalan di Bali seperti pengelolaan sampah, kemacetan, pelayanan kesehatan, hingga alih fungsi lahan.
“Pak Koster. Tolong urus sampah kami! Tolong urus kemacetan di jalanan kota kami! Betul, Pak Koster. Kok bisa rumah sakit Tabanan sampai kehabisan obat? Ke mana stok obat di Rumah Sakit Tabanan? Uangnya ke mana?” ujarnya.
“Kenapa banyak alih fungsi lahan? Kita butuh sawah untuk swasembada pangan. Kita butuh sejahtera, bukan butuh vila, bukan butuh tembok. Kita butuh sejahterakan petani,” imbuhnya.
Bima juga menyampaikan kritik terhadap pejabat publik dan menegaskan bahwa pemimpin daerah harus mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Kalian jalan-jalan ke luar negeri, anak kalian bisa sampai sekolah luar negeri karena uang rakyat, uang kami! Percuma jadi pejabat kalau tidak memegang mandat. Kalau tidak menyejahterakan masyarakat, itu namanya bukan pejabat tapi penjahat!”
Ia turut menyinggung pernyataan seorang kepala daerah di Bali yang menurutnya lebih mengutamakan kepentingan partai dibandingkan rakyat.
Penulis : Alfin
Editor : Firman Rusyadi
Sumber Berita: Okedailycom
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya
















