“Ada anak buahmu Pak Koster yang jadi bupati, oknum bupati yang mengatakan saya jadi bupati lebih ringan daripada jadi ketua partai DPC karena saya punya ketua DPD yang harus dipertanggungjawabkan. Itu otak bupati ke mana? Dia jadi bupati harusnya tanggung jawab kepada rakyat, kepada kita!” tanyanya.
Di akhir orasi, Bima mengajak seluruh masyarakat mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pak Prabowo kalah empat kali tapi tidak pernah mengganggu pemerintahan yang sah. Kenapa di saat Pak Prabowo mendapatkan mandat kepemimpinan pemerintahan Indonesia, kalian ganggu terus? Ada apa ini? Jadi budak oligarkikah kalian?” tukasnya.
“Pak Koster. Kalau kalian semua cinta NKRI, cinta negeri ini, mari dukung dan kawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hidup Prabowo! Hidup rakyat!”
Aksi damai tersebut diikuti empat elemen masyarakat, yakni Garda Taksu Bali, Forum Semeton Pro 08, Komunitas Kelompok Petani dan Buruh, serta Aliansi Generasi Muda Peduli Bali.
Dalam pernyataan sikap yang disampaikan kepada DPRD Bali, Aliansi Masyarakat Bali menyampaikan delapan tuntutan, yakni mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, mengawal seluruh program pemerintah pusat agar berdampak bagi masyarakat.
Selain itu, juga mendorong percepatan pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset, menolak praktik oligarki di pemerintahan khususnya di Bali, menentang alih fungsi lahan demi mendukung swasembada pangan.
Penulis : Alfin
Editor : Firman Rusyadi
Sumber Berita: Okedailycom
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya
















