TIM CARA’DE BEM KMF TP UH Gelar Pelatihan Budidaya Maggot di Desa Tinggimae

- Editorial Team

Senin, 20 Juli 2026 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIM CARA'DE Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin (BEM KMF TP UH) menggelar pelatihan budidaya maggot bagi masyarakat Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Jumat (17/7/2026).

TIM CARA'DE Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin (BEM KMF TP UH) menggelar pelatihan budidaya maggot bagi masyarakat Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Jumat (17/7/2026).

GOWA, Okedaily.com – TIM CARA’DE Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin (BEM KMF TP UH) menggelar pelatihan budidaya maggot bagi masyarakat Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) 2026.

Pelatihan yang berlangsung di Kantor Desa Tinggimae tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah organik melalui budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot sebagai solusi pengurangan sampah sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Baca Juga :  Prosesi I'lan XI, Muhammad Al-Fayyadl: Ekspresi Syukur dalam Proses Belajar
TIM CARA’DE Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin (BEM KMF TP UH) menggelar pelatihan budidaya maggot bagi masyarakat Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan menghadirkan Penyuluh Perikanan Kecamatan Parangloe, Andi Bambang Suriansya, S.Pi., M.Si., sebagai narasumber. Sebanyak 17 peserta mengikuti pelatihan yang berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT), Karang Taruna, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta aparat Desa Tinggimae.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, Andi Bambang menegaskan bahwa persoalan sampah organik masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Menurutnya, budidaya maggot merupakan salah satu solusi yang efektif karena mampu mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Baca Juga :  Polres Sampang Gelar Santunan Anak Yatim

“Sampai sekarang kesulitan terbesar kita adalah sampah. Dengan maggot bisa membantu kita mengurangi sampah organik,” ujarnya.

Selain teori, peserta juga memperoleh materi mengenai karakteristik lalat BSF, siklus hidup, teknik budidaya, pemilihan lokasi, manajemen pakan, hingga pengendalian hama. Narasumber menjelaskan, maggot dapat dipanen pada usia 14–18 hari dan memiliki kandungan protein tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bagi ikan maupun ternak.

Baca Juga :  Airlangga Hartarto Sabet Penghargaan Bergengsi Internasional Priyadarshni Academy Global Award

Ketua pelaksana menyampaikan, melalui pelatihan ini diharapkan masyarakat Desa Tinggimae mampu menerapkan budidaya maggot secara mandiri untuk mengurangi timbunan sampah organik, menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Di akhir kegiatan, Andi Bambang berharap Desa Tinggimae dapat menjadi desa percontohan budidaya maggot di Kabupaten Gowa sehingga mampu menginspirasi desa-desa lain dalam menerapkan pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan melalui budidaya Black Soldier Fly (BSF).

Facebook Comments Box

Penulis : Andrean Masrofie

Editor : Habi JR

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda
Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara
Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya
Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar
5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026
AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah
Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi
Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan

Related News

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:10 WIB

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026

Latest News

Pemerhati Kebijakan Publik, Fauzi AS. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Kopini

Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB