Pohon Asam Terus Dibabat, Warga Gendang Barat Menjerit Kekeringan

- Editorial Team

Minggu, 6 September 2026 - 06:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Pemuda Gayam membangun bak air darurat untuk warga Gendang Barat yang terdampak kekeringan. ®okedaily.com [Hasan Al-Hakiki]

Pemuda Gayam membangun bak air darurat untuk warga Gendang Barat yang terdampak kekeringan. ®okedaily.com [Hasan Al-Hakiki]

OkeDaily.com – Tanah mulai mengering. Sumber air perlahan menyusut. Di Desa Gendang Barat, Pulau Sapudi, musim kemarau bukan lagi sekadar pergantian musim. Kekeringan seolah telah menjadi tamu tahunan yang selalu datang.

Di tengah kondisi itu, pemandangan berbeda justru terlihat di sejumlah titik Pulau Sapudi. Truk-truk pengangkut kayu masih keluar masuk membawa balok pohon hasil tebangan untuk diperjualbelikan ke luar pulau. Salah satu yang banyak menjadi sorotan adalah pohon asam.

Baca Juga :  Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Hampir setiap pekan, kayu balok pohon asam disebut diangkut keluar Pulau Sapudi. Kayu yang sebelumnya tumbuh puluhan tahun di tanah Sapudi, kini berganti menjadi komoditas yang meninggalkan pulau.

Persoalannya bukan sekadar pohon yang ditebang. Yang menjadi pertanyaan adalah, apa yang ditanam kembali setelah pohon-pohon itu hilang?.

Pulau Sapudi memiliki luas sekitar 167 kilometer persegi. Sebagai wilayah kepulauan dengan daratan yang relatif terbatas, keberadaan pepohonan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ketersediaan air.

Baca Juga :  Praktisi Hukum Sarankan Bupati Wongsojudo Bentuk Bidang Pengkondisian Berita

Namun, aktivitas penebangan yang tidak diikuti penghijauan dikhawatirkan memperburuk kondisi lingkungan.

Ketika pohon ditebang, tutupan vegetasi berkurang. Ketika penghijauan tidak berjalan seimbang, kemampuan lingkungan dalam menjaga cadangan air juga patut dipertanyakan.

Facebook Comments Box

Penulis : Hasan Al-Hakiki

Editor : Mashudi Surahman

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Sumenep Dorong Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi
Badrul Aini Desak Bupati Sumenep Dan Gubernur Jatim Bersuara: Jangan Samakan Sapeken Dengan Daratan Jawa!
SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti
Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR
Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar

Related News

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Sumenep Dorong Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Badrul Aini Desak Bupati Sumenep Dan Gubernur Jatim Bersuara: Jangan Samakan Sapeken Dengan Daratan Jawa!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB

Dalam rangka HSN 2026, Bupati Wongsojudo mewajibkan penggunaan busana muslim khas santri bagi seluruh ASN dan pegawai no-ASN di lingkungan Pemkab Sumenep melalui Surat Edaran resmi. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Sosial Agama

Bupati Wongsojudo Terbitkan SE Busana Santri pada HSN 2026

Selasa, 20 Okt 2026 - 07:30 WIB