Tabanan, Okedaily.com – Anggota DPRD Provinsi Bali, Zulfikar, mendorong percepatan pembangunan jembatan permanen di jalur utama Desa Bajera, Kabupaten Tabanan, yang mengalami kerusakan parah akibat longsor dan jebolnya gorong-gorong pada Senin (7/7) lalu. Kerusakan tersebut menyebabkan lumpuhnya arus kendaraan di jalur nasional Denpasar–Gilimanuk dan berdampak pada distribusi logistik serta aktivitas masyarakat.
Zulfikar menilai kondisi darurat ini memerlukan respons cepat, tidak hanya dalam bentuk penanganan sementara, tetapi juga pembangunan infrastruktur jangka panjang yang lebih kokoh dan tahan terhadap cuaca ekstrem.
“Saya mendesak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Bali dan instansi terkait agar mempercepat proses pembangunan jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang. Jangan sampai penanganan hanya bersifat tambal sulam dan kembali rusak saat musim hujan tiba,” tegas Zulfikar di Tabanan, Kamis (11/7).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Politisi asal Bali itu juga meminta Pemerintah Provinsi Bali untuk segera berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dalam hal percepatan anggaran serta desain konstruksi jembatan baru yang mampu menopang beban berat kendaraan logistik dan bus antarkota.
Menurutnya, keberadaan jalur Bajera sangat vital karena menjadi akses penghubung utama Bali bagian barat dengan wilayah tengah dan timur. Terhambatnya jalur tersebut, kata dia, bukan hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada ekonomi dan pariwisata Bali.
“Kita tidak bisa membiarkan jalur ini terganggu terus-menerus setiap musim hujan. Pembangunan jembatan permanen harus menjadi prioritas strategis ke depan,” tambahnya.
Zulfikar juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya pengerjaan darurat yang saat ini dilakukan secara intensif oleh tim teknis BBPJN. Namun, ia menekankan bahwa solusi jangka panjang harus segera dirancang dan dikerjakan secara paralel agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga saat ini, proses perbaikan sementara masih berlangsung dengan estimasi pengerjaan selama satu bulan ke depan. Arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif yang lebih jauh dan sempit, sehingga menimbulkan antrean panjang dan risiko kecelakaan meningkat.









