PKM Universitas Yudharta Pasuruan, laksanakan Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melalui Pengolahan Jagung Berbasis “Less Waste”

- Redaksi

Senin, 22 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Peserta KWT Permata bersama pendamping (tim PKM dan dinas pertanian) desa Kersikan Gondang Wetan Pasuruan, (Okedaily.com).

Keterangan foto: Peserta KWT Permata bersama pendamping (tim PKM dan dinas pertanian) desa Kersikan Gondang Wetan Pasuruan, (Okedaily.com).

Okedaily.com, Pasuruan – Kelompok tani di Desa Kersikan menghasilkan banyak jagung, terutama saat panen raya. Jagung dijual dalam bentuk dlam. Harga jagung segar biasanya lebih rendah daripada jagung olahan.

Dengan bantuan TIM PKM Universitas Yudharta Pasuruan yang dipimpin oleh Bapak Deny Utomo, kelompok ibu-ibu KWT Permata berinisiatif memanfaatkan jagung, terutama untuk mengatasi kelimpahan saat panen raya, untuk menghasilkan berbagai produk olahan.

Dinas pertanian kecamatan Gondang Wetan, yang bertindak sebagai pendamping desa, juga terlibat dalam kegiatan ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini berfokus pada proses pengolahan Jagung menjadi produk pangan olahan yang memiliki masa simpan panjang dan menekankan prinsip “Less Waste” dalam proses pengolahannya.

Pengolahan pangan berbasis “Less Waste” merupakan bagian dari upaya untuk meminimalisir limbah sebagai bagian akhir dalam proses pengolahan bahan pangan.

Seringkali, peningkatan pengolahan bahan pangan berbanding lurus dengan peningkatan limbah.

Baca Juga :  2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

Dalam proses produksi makanan, limbah biasanya berupa limbah padat, cair, dan gas. Limbah padat dapat berasal dari sisa bahan yang digunakan selama proses, sedangkan limbah cair dapat berasal dari proses kebersihan dan sanitasi yang dilakukan selama proses.

Selanjutnya, untuk limbah gas dapat dipengaruhi oleh jenis bahan bakar yang digunakan selama proses pengolahan. Penggunaan kayu bakar berpotensi menghasilkan limbah berupa asap dalam intensitas yang lebih banyak dibandingkan dengan kompor gas.

Kelompok KWT Permata yang didampingi oleh tim PKM berinovasi mengolah tanaman Jagung menggunakan kompor gas sebagai sumber bahan bakar untuk meminimalisir limbah udara yang dihasilkan selama proses pengolahan.

Selain itu, upaya pengolahan kembali limbah Jagung dalam proses pengolahan merupakan bagian dari penerapan prinsip “Less Waste”.

Produk olahan Jagung yang dihasilkan oleh kelompok KWT Permata adalah Dodol Jagung, Tortilla chips, dan teh rambut Jagung. Produk dodol Jagung dikemas dengan klobot.

Baca Juga :  Upayakan Penurunan Angka Stunting di Lemahbang Pasrepan: Universitas Yudharta Pasuruan Berkolaborasi dengan Kader Posting dan didukung Dana Hibah Kemendikbudristek

Pemanfaatan klobot Jagung menjadi bahan pengemas dodol bertujuan untuk meminimalisir limbah daun pembungkus tongkol Jagung.

Bagian jagung berupa biji, diolah menjadi dodol jagung dan Tortilla chips. Kemudian daun pembungkus tongkol (klobot) dikeringkan agar dapat digunakan sebagai bahan pembungkus.

Proses pengeringan klobot tersebut, dapat menggunakan oven bahan bakar gas maupun dengan cahaya matahari.

Bagian jagung lain, seperti rambut jagung, dibuat menjadi teh. Rambut jagung dikeringkan di bawah cahaya matahari atau di oven dengan bahan bakar gas hingga berwarna coklat, kemudian dimasukkan ke dalam kantong teh sehingga dapat dimakan sebagai teh celup.

Keterangan foto: Produk olahan Jagung berbasi “less waste”.

Untuk mencapai skala pemasaran yang lebih luas, produk yang dibuat oleh KWT Permata dijual melalui marketplace dan platform media sosial seperti Instagram dan TikTok.

“kami berharap kegiatan ini dapat dijadikan sebagai pelopor proses produksi pangan ramah lingkungan, sehingga dapat meminimalisir limbah yang dihasilkan selama proses pengolahan.

Baca Juga :  Seleksi Sekda Sumenep Sedang Berlangsung, Unsur Pansel Masih Rahasia

Kemudian dengan adanya media digital, dapat meningkatkan pemahaman proses produksi ramah lingkungan sekaligus meningkatkan pemasaran produk olahan Jagung yang dihasilkan oleh KWT desa Kersikan serta dapat bersaing dalam skala pasaran yang lebih luas” ungkap harapan, salah satu anggota tim PKM.

Setelah kegiatan ini, kelompok KWT Permata berkomitmen menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang digunakan untuk meningkatkan budaya pengolahan pangan berbasis “less waste”. 

Kemudian dari sisi produk, peserta berkomitmen untuk meningkatkan pemasaran produk olahan Jagung melalui media digital.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu kelompok KWT Permata dalam mengatasi kelimpahan Jagung sekaligus pengolahan limbah dengan prinsip “less waste”.

Secara luas, diharapkan sebagai media edukasi kepada masyarakat tentang proses pengolahan pangan inovatif yang ramah lingkungan.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken
Menilap Keuangan Negara Ratusan Juta Rupiah, Kades Imrah Resmi Ditahan Kejari Sumenep
Bali Teken MoU PSEL, DPRD Denpasar: Langkah Nyata Menuju Solusi Sampah
Anggota DPRD Denpasar Dorong Konsistensi Kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber
Zulfikar Wijaya Nahkodai Tani Merdeka di Bali, Tekankan Kerja Nyata untuk Petani
Pelantikan Tani Merdeka Indonesia Se-Bali, Pengurus Diminta Jadi Penggerak dan Pengawal Program Petani
Aspirasi Warga Sesetan Menguat, PemKot Berjanji Melakukan Penggantian Mesin dan Evaluasi Pengelolaan TPS3R Sesetan
TPS3R Sesetan Terima Sampah Luar Wilayah, DPRD Denpasar Soroti Dampak dan Kapasitas

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 09:44 WIB

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

Kamis, 23 April 2026 - 18:48 WIB

Menilap Keuangan Negara Ratusan Juta Rupiah, Kades Imrah Resmi Ditahan Kejari Sumenep

Selasa, 21 April 2026 - 10:45 WIB

Anggota DPRD Denpasar Dorong Konsistensi Kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Selasa, 21 April 2026 - 10:32 WIB

Zulfikar Wijaya Nahkodai Tani Merdeka di Bali, Tekankan Kerja Nyata untuk Petani

Senin, 20 April 2026 - 01:38 WIB

Pelantikan Tani Merdeka Indonesia Se-Bali, Pengurus Diminta Jadi Penggerak dan Pengawal Program Petani

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Terpantau, Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah, menghadiri Musancab 2026 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep. ©okedaily.com [foto: Mashudi Surahman]

Politik

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:59 WIB

I Gede Tommy Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar. Foto: AI

Berita

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

Minggu, 26 Apr 2026 - 09:44 WIB

Verified by MonsterInsights