Pembangunan APHT Sumenep Kuras Dana Miliaran, Dikuasai Orang Dekat Penguasa?

- Editorial Team

Minggu, 20 Juli 2025 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan gedung APHT Sumenep yang menelan biaya sebesar Rp16,7 miliar bersumber dari DBH CHT. ©Okedaily.com

Penampakan gedung APHT Sumenep yang menelan biaya sebesar Rp16,7 miliar bersumber dari DBH CHT. ©Okedaily.com

OkeDaily.com – Proyek ambisius yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT), yakni pembangunan Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) di Kabupaten Sumenep, Madura, kembali menuai perhatian publik.

Pasalnya, APHT Sumenep yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PD Sumekar itu meski menelan anggaran senilai Rp16,7 miliar dari kas daerah, pengelolaannya dinilai tidak transparan dan diduga hanya menguntungkan segelintir orang dekat penguasa.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun OkeDaily, dari total 11 Perusahaan Rokok (PR) yang tergabung dalam APHT Sumenep, sebagian besar dikendalikan oleh orang-orang yang punya kedekatan khusus dengan elit kekuasaan di lingkungan Pemkab Sumenep.

Baca Juga :  Moratorium Izin PR di Sumenep, Ketika Logika Pemimpin Dipertontonkan Secara Terbuka

Tak hanya itu, rumor yang berkembang di kalangan masyarakat menyebutkan bahwa terdapat PR yang sebenarnya milik pejabat, namun sengaja disamarkan atas nama pihak lain.

Dugaan ini semakin memperkuat citra negatif bahwa APHT Sumenep hanya menjadi bancakan elit, bukan solusi bagi petani tembakau dan pelaku UMKM yang seharusnya menjadi sasaran utama program.

Dikalimatkan warga Sumenep yang aktif mengawal isu-isu kebijakan publik, Mashudi Surahman, menyesalkan jika benar pembangunan APHT Sumenep justru hanya dinikmati oleh segelintir elite.

Baca Juga :  Aziz Shabibi Berbagi Berkah, Bukber dan Santunan Anak Yatim di Myze Hotel

“Kalau benar ini hanya untuk orang dalam, sangat disayangkan. Gedung yang dibiayai dari uang rakyat malah hanya jadi fasilitas eksklusif bekas tim sukses,” ujarnya, Minggu (20/7).

Selain itu, ia juga menyoroti kebijakan moratorium izin PR baru yang dikeluarkan Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH. tanpa dasar hukum tertulis maupun batas waktu yang jelas.

“Soal kebijakan moratorium itu cacat prosedur. Jangan sampai rakyat menganggap pemerintah mengkhianati kepercayaan mereka,” tegas Raden Bocil, kerap disapa.

Baca Juga :  CEO Silicon Valley Bridge Bank Meminta Pelanggan untuk menyetor ulang dana Mereka

Lebih jauh, Raden Bocil menambahkan bahwa pengelolaan uang sewa APHT Sumenep sebesar Rp55 juta per PR per tahun, harus dibuka secara transparan.

“Berapa dana bagi hasilnya dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang seharusnya masuk dalam retribusi daerah? masyarakat berhak tahu itu,” tandasnya.

Pembangunan APHT Sumenep yang digadang-gadang sebagai proyek strategis tembakau daerah kini justru menyisakan tanda tanya besar ditengah-tengah masyarakat setempat.

Baca Juga :  Aliansi BEM Mojokerto Raya Gelar Kongres, Usulkan Tata Kelola Pembangunan

Dugaan monopoli oleh orang dekat penguasa, dan ketiadaan transparansi pengelolaan dana, serta kebijakan moratorium yang dianggap cacat prosedural menjadi rentetan masalah yang mencederai semangat keadilan sosial.

Maka dari itu, pemerintah daerah dituntut segera memberi klarifikasi, dan membuka data secara terbuka untuk mengembalikan kepercayaan publik.

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PD Sumekar, maupun Pemkab Sumenep terkait dugaan dominasi orang dekat penguasa dan transparansi dana APHT Sumenep tersebut.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar
Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas
GMNI Sumenep Tolak Perubahan Nomenklatur, Pertanyakan Urgensi Sumenep Kepulauan
Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan
Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!
Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam
Pulang Ziarah, Warga Pulau Sapudi Dibacok Orang Tak Dikenal
Dorong Pemerataan Kompetensi, SMSI Sumenep Minta SKK Migas Jabanusa Gelar UKW di Madura

Related News

Senin, 28 September 2026 - 20:49 WIB

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar

Sabtu, 26 September 2026 - 12:02 WIB

Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WIB

Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan

Selasa, 22 September 2026 - 13:53 WIB

Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!

Senin, 21 September 2026 - 19:07 WIB

Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam

Latest News

Figur muda Muhlis Fajar digadang-gadang bakal maju Pilkades Serentak 2027 di Sumenep, dinilai bawa energi baru untuk Desa Paseraman. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]

Politik

Figur Muda Muhlis Fajar Digadang Maju Pilkades 2027 Sumenep

Sabtu, 26 Sep 2026 - 12:49 WIB