UIN Madura Gelar Workshop Proposal MoRA The Air Funds 2026

- Editorial Team

Kamis, 2 April 2026 - 19:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Workshop Penyusunan Metodologi dalam Penyusunan Proposal MoRA The Air Fund 2026 yang berlangsung pada, Kamis (02/04), di Ballroom Lantai 4 UIN Madura. ©okedaily.com/istimewa

Workshop Penyusunan Metodologi dalam Penyusunan Proposal MoRA The Air Fund 2026 yang berlangsung pada, Kamis (02/04), di Ballroom Lantai 4 UIN Madura. ©okedaily.com/istimewa

Pamekasan, OkeDaily.com – UIN Madura terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem riset yang unggul, kolaboratif, dan berdampak melalui penyelenggaraan Workshop Penyusunan Metodologi Proposal MoRA The Air Funds 2026 pada, Kamis (02/04), di Ballroom Lantai 4 UIN Madura.

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Rektor, Wakil Rektor, Ketua Lembaga, para dekan dan wakil dekan, ketua program studi, dosen lintas fakultas, serta Jabatan Fungsional Tertentu (JFT).

Workshop tersebut menjadi momentum penting bagi sivitas akademika UIN Madura dalam mempersiapkan proposal riset unggulan untuk mengakses Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit (MoRA The Air Funds 2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  SEMMI Binjai Sukses Adakan Seminar Kepemudaan

MoRA The Air Funds 2026, merupakan sebuah skema hibah kompetitif dari Kementerian Agama RI yang menawarkan pendanaan hingga Rp2 miliar per tim riset.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag., Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, serta Hendro Dwi Antoro, S.H., C.Med., Ketua Tim Kerja Sama Kelembagaan dan Riset Puspenma.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Madura, Dr. Saiful Hadi, M.Pd., menegaskan bahwa peluang hibah nasional harus direspons dengan kesiapan roadmap riset yang matang, tata kelola kelembagaan yang kuat, serta orientasi riset yang selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Pisah Kenang, Kepsek SMP Negeri 2 Raas Lepas Anak Didik Kelas Akhir

“Kita ingin pola-pola strategi kampus berdampak langsung kepada masyarakat. Karena itu, kerja sama yang komprehensif, kesiapan metodologi, dan keberanian membangun tema-tema strategis harus menjadi kekuatan UIN Madura,” ungkapnya.

Pada sesi utama, Dr. Ruchman Basori, menekankan bahwa program MoRA The Air Funds merupakan instrumen penting dalam transformasi budaya riset di lingkungan perguruan tinggi keagamaan.

Menurutnya, tantangan besar dunia riset saat ini setidaknya mencakup tiga persoalan utama, yaitu keterbatasan pendanaan, kualitas SDM peneliti, dan kecenderungan sebagian riset yang masih terlalu normatif sehingga belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Siapkan Lahan Sekolah Rakyat di Dekat Jalan Raya

Ia menegaskan bahwa melalui skema pendanaan ini, problem pertama terkait dana dapat dijawab secara signifikan karena setiap tim memiliki peluang memperoleh dukungan hingga Rp2 miliar.

“Apakah Bapak-Ibu tidak bergetar hatinya untuk melakukan riset? Ini kesempatan besar. UIN Madura harus bisa pecah telur dan menjadi salah satu kampus penerima hibah MoRA The Air Funds 2026,” tegasnya, disambut antusias peserta.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa riset yang diusulkan harus membumi, solutif, dan memiliki dampak terukur, baik dalam aspek sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, maupun pembangunan nasional.

Baca Juga :  RSUD Moh Anwar Terus Meningkatkan Pelayanan

Lanjutnya, tema-tema proposal idealnya mampu menjawab isu prioritas nasional, seperti penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, penguatan pendidikan, pelestarian lingkungan, dan pelayanan keagamaan.

Dalam paparannya, Dr. Ruchman juga memetakan klaster bidang prioritas riset yang terbuka luas bagi dosen UIN Madura, meliputi sains dan teknologi, sosial humaniora, kesehatan dan farmasi, pendidikan dan bahasa, agama, pelayanan keagamaan, dan ekonomi kreatif.

Ia mendorong setiap tim untuk menyusun portofolio luaran riset yang jelas dan bertingkat, mulai dari artikel jurnal internasional bereputasi, kekayaan intelektual, model kebijakan, prototipe inovasi, hingga program implementatif yang dapat dimanfaatkan oleh mitra.

Baca Juga :  Restrukturisasi dan Penguatan, BEM Nusantara Daerah Jatim Gelar Rakerda di UIN SATU

Sementara itu, pada sesi teknis, Hendro Dwi Antoro, memberikan penekanan pada aspek operasional penyusunan proposal. Ia menjelaskan bahwa proposal yang unggul harus menunjukkan konsistensi antara tema, metodologi, luaran, anggaran, dan mitra pengguna hasil riset.

Menurutnya, salah satu kesalahan umum pengusul adalah proposal yang kuat secara akademik, tetapi lemah pada argumentasi implementasi dan kemitraan.

“Proposal harus meyakinkan reviewer bahwa riset ini pantas didanai besar. Karena itu, substansi, luaran, dan mitra harus benar-benar solid. Akan lebih kuat jika ada pengguna langsung, seperti pemerintah daerah, dinas lingkungan hidup, lembaga pendidikan, atau DUDI,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Desa Ped Kesepekang Lapor Dugaan Perusakan ke Polda Bali

Ia juga mengingatkan bahwa setiap pengusul perlu memastikan besaran anggaran benar-benar proporsional dengan desain riset dan target luaran, mengingat skema ini menilai proposal pada skala makro dan berdampak luas, bukan sekadar riset kecil berbasis eksplorasi individual.

Workshop ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi antar-fakultas di UIN Madura untuk membangun proposal multi-disipliner dan kolaboratif berbasis pendekatan multi-helix, yang melibatkan kampus, pemerintah, industri, dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, UIN Madura berharap lahir tim-tim riset unggulan yang tidak hanya kompetitif pada tingkat nasional, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memperkuat reputasi akademik kampus di level internasional.

Baca Juga :  Layanan IGD RSUD Moh Anwar Sumenep Prioritaskan Pasien Ikut Program UHC

Dengan penguatan metodologi, substansi, dan strategi kemitraan yang diperoleh dari workshop, UIN Madura optimistis dapat meningkatkan jumlah proposal lolos pendanaan MoRA The Air Funds 2026, sekaligus memperluas kontribusi keilmuan kampus dalam menyelesaikan problem nyata masyarakat dan pembangunan bangsa.

Facebook Comments Box

Penulis : Nurifan Hairi

Editor : Mashudi Surahman

Sumber Berita: okedaily.com

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

SMSI Sumenep Gelar Pelatihan Literasi Jurnalistik, Wahyudi: Sekolah Harus Melek Pers
Ketua GP Ansor Bali Sebut Kaderisasi adalah Nyawa Organisasi
Simbol Semangat dan Kebanggaan, Prof Nurhayati Serahkan Bendera ke Dekan FKM UINSU
Mendikdasmen Mu’ti Ingatkan Sekolah Tak Manipulasi Data Demi Anggaran Revitalisasi
Visitasi Internal Unhas Tinjau Pelaksanaan PPK Ormawa 2026 Tim Cara’de di Desa Tinggimae
Bulan Kemerdekaan, Tank Oreng Center Berbagi Ribuan Buku Tulis untuk Pelajar Sapudi
Tim Cara’de Unhas Berdayakan Pembudidaya, Ajarkan Buat Pakan Ikan Mandiri
Pemkab Sumenep Siapkan Lahan Sekolah Rakyat di Dekat Jalan Raya

Related News

Sabtu, 26 September 2026 - 13:38 WIB

SMSI Sumenep Gelar Pelatihan Literasi Jurnalistik, Wahyudi: Sekolah Harus Melek Pers

Sabtu, 19 September 2026 - 19:50 WIB

Ketua GP Ansor Bali Sebut Kaderisasi adalah Nyawa Organisasi

Senin, 7 September 2026 - 19:57 WIB

Simbol Semangat dan Kebanggaan, Prof Nurhayati Serahkan Bendera ke Dekan FKM UINSU

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WIB

Mendikdasmen Mu’ti Ingatkan Sekolah Tak Manipulasi Data Demi Anggaran Revitalisasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Visitasi Internal Unhas Tinjau Pelaksanaan PPK Ormawa 2026 Tim Cara’de di Desa Tinggimae

Latest News