Kang Iboy: Sejarah Sumberklampok, Desa di Ujung Barat Buleleng

- Editorial Team

Minggu, 26 Maret 2023 - 04:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Tangkapan layar akses masuk Desa Sumberklampok. ©Okedaily.com/Telusur Bali

Tangkapan layar akses masuk Desa Sumberklampok. ©Okedaily.com/Telusur Bali

OKEDAILY.COM – Desa Sumberklampok, secara administratif masuk di wilayah Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Desa ini secara geografis cukup terisolir dari keberadaan desa di sekelilingnya, dimana letaknya berada di tengah kawasan Taman Nasional Bali Barat. Sumberklampok juga merupakan Desa paling ujung barat Kabupaten Buleleng, yang berbatasan dengan Kabupaten Jembrana.

Desa Sumberklampok memiliki luas wilayah 28,96KM persegi, dengan jumlah penduduk sebanyak 3.541 jiwa. Desa ini terbagi menjadi lima Banjar Dinas (Dusun) yakni Tegalbunder, Bukit Sari, Sumberklampok, Sumberbatok dan Teluk Terima. Masyarakat setempat terbilang multi etnik, dengan mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Islam.

Lantas, Bagaimana Sejarah Keberadaan Desa Sumberklampok?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilansir dari website resmi Desa Sumberklampok, Desa ini pertama kali dibuka atau dihuni pada tahun 1922. Disebutkan orang Belanda bernama AW Remmert, yang hendak membuka perkebunan kelapa pertama kali berlabuh di kawasan Teluk Terima. Ia datang bersama para pekerjanya yang berasal dari Pulau Madura sebanyak 62 orang.

Baca Juga :  Bapemperda DPRD Sumenep Panggil OPD Pengusul, KTR Menjadi Perhatian Utama

Setelah hutan dibuka, lahan yang sebelumnya merupakan hutan Bali Barat itu ditanami Kelapa, Pisang dan Rempah, kemudian daerah tersebut diberi nama Gedebung Bunyu. Dalam perkembangan selanjutnya, AW Remmert dibantu oleh dua orang Belanda lainnya bernama Johan J Powneel dan Gerrit Van Schermbeek, mengembangkan lahan tersebut menjadi kawasan perkebunan Kelapa dan Kapuk, dengan ijin perkebunan (Persil Onderneming) diberikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1930.

Catatan Kang Iboy : Sejarah Sumberklampok, Desa di Ujung Barat Buleleng
Ketua PC GP Ansor Buleleng, Abdul Karim Abraham (Kang Iboy). ©Okedaily.com/Aswaja Dewata

Setelah Indonesia merdeka, penduduk semakin banyak berdatangan dari Madura, Banyuwangi, Pulau Nusa dan Karangasem. Nama Gedebung Bunyu oleh masyarakat setempat saat itu dianggap kurang membawa berkah dan dirasa akan mempengaruhi kehidupan masyarakatnya, karena sebelumnya sempat terjadi wabah penyakit malaria.

Sehingga diambil-lah nama Sumberklampok dikarenakan banyaknya pohon jambu klampoak yang tumbuh, dan dibawahnya terdapat sumber mata air yang sering dikonsumsi untuk keperluan sehari-hari, walau airnya agak payau.

Baca Juga :  Ombudsman Akan Panggil Para Pihak Maladministrasi Lapangan Futsal Talango?

Saat itu, daerah Sumberklampok belum diakui sebagai Desa definitif. Menurut kesaksian tokoh setempat, masyarakat Sumberklampok secara administratif terbagi kedua Desa, masyarakat Hindu masuk ke Desa Sumberkima, sementara masyarakat Islam masuk ke Desa Pejarakan.

Baru kemudian, pada tanggal 1 Juni 1967 Sumberklampok ditetapkan sah sebagai Desa, dan tahun itu juga dilakukan pemilihan kepala desa pertama, dimana Pawiro Sentono terpilih menjadi Kepada Desa Sumberklampok pertama.

Berikut nama-nama Kepala Desa/Perbekel Desa Sumberklampok secara berurutan :

  1. Pawiro Sentono (1967-1972),
  2. I Gst Nyoman Degdeg ((1972-1973),
  3. Putu Mertadana (1973-1974),
  4. Abidin (1974),
  5. Putu Warka (1974-1996),
  6. Sariman (1996-2000),
  7. Made Nuryatha (2000-2002),
  8. I Putu Artana (2002-2013),
  9. I Wayan Sawitra Yasa (2013-sekarang).

Baca Juga :  IWO Sumenep Salurkan Bantuan Korban Puting Beliung pada Moment HPN 2026

Desa Sumberklampok dengan kebersamaan dan kegigihan masyarakat dalam memperjuangkan hak atas tanah, telah melalui berbagai rintangan dan gejolak. Puluhan tahun secara turun-temurun berada diatas tanah yang diklaim milik Pemerintah Provinsi Bali.

Namun, akhirnya perjuangan yang panjang itu bisa terwujud pada tanggal 18 Mei 2021, Gubernur Bali I Wayan Koster memberikan Sertifikat Hak Milik kepada semua Masyarakat Sumberklampok.

Baca Juga :  Nicke Widyawati Geser Sri Mulyani

Penulis : Abdul Karim Abraham (Kang Iboy)
Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Buleleng

Tulisan atau Artikel ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis, dan tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi media okedaily.com.

Kanal Artikel media okedaily.com terbuka untuk umum. Maksimal panjang naskah 4.000 karakter, atau sekitar 600 kata.

Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri anda dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Kirim ke alamat e-mail: opini@okedaily.com.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Jangan Biarkan Indonesia Dijajah Algoritma Asing
Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi
Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa
Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik
Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Related News

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Jangan Biarkan Indonesia Dijajah Algoritma Asing

Minggu, 6 September 2026 - 15:37 WIB

Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi

Jumat, 4 September 2026 - 10:27 WIB

Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB