Bareskrim Polri Turut Panggil Azam Khan Atas Kasus Ujaran Kebencian Edy Mulyadi

- Editorial Team

Sabtu, 29 Januari 2022 - 23:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar Azam Khan yang celotehannya viral

Tangkapan layar Azam Khan yang celotehannya viral "Hanya Monyet". (c)Redaksi

Jakarta – Ternyata bukan hanya Edy Mulyadi yang mendapat panggilan dari Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai saksi kasus ujaran kebencian, Jumat (28/1) kemarin.

Turut dipanggil dalam rangka pemeriksaan, sosok Azam Khan. Keterangan tersebut disampaikan Damai Hari Lubis, Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB). Sebab, Azam Khan merupakan salah satu aktivis di AAB.

Dilansir jpnn.com, Damai menerangkan ketidakhadiran Azam Khan dalam pemanggilan Bareskrim Polri sama dengan Edy Mulyadi, karena berhalangan.

“Dengan sangat terpaksa tidak dapat penuhi panggilan hari ini di Bareskrim Polri oleh sebab terhalang kepentingan keluarga yang mendadak,” ungkap Damai kepada wartawan, Jumat (28/1).

Damai menuturkan bahwa Azam Khan telah menyampaikan permohonan untuk menunda pemeriksaan kepada penyidik.

“Azam Khan minta waktu pekan depan untuk bisa hadir memenuhi panggilan Bareskrim Polri tepatnya Rabu, 2 Februari 2022,” kata Damai.

Diketahui bahwa sosok Azam Khan ikut viral di media sosial. Bahkan tagar Tangkap Azam Khan juga trending di Twitter karena menyebut hanya monyet yang mau pindah ke Kalimantan. Azam Khan langsung memberikan klarifikasi melalui YouTube EGGI SUDJANA, Senin (25/1).

Baca Juga :  Asta Tinggi Terancam, GP Ansor Desak Polda Jatim Tindak Para Pelaku Tambang Ilegal

Menurut Azam, kejadian bermula ketika Edy Mulyadi menanyakan kepadanya apakah mau pindah ke Kalimantan Timur yang disebut menjadi ibu kota negara (IKN) baru.

“Saya bilang menggeleng-gelengkan kepala tidak, terus saya menjawab karena pikiran saya hanya monyet,” ucap Azam yang berprofesi sebagai lawyer itu.

Azam lantas menerangkan bahwa saat ini kawasan yang disebut sebagai IKN baru itu masih hutan dan belum dibangun.

Baca Juga :  Kelangkaan Minyak Goreng, Dirkrimsus Polda Sumut Bentuk Tim Usut Dugaan Penimbunan

Sehingga dia berpendapat hanya monyet yang mau pindah seraya menyebut dirinya sebagai monyet tersebut.

“Maksudnya ya diri saya ini yang monyet dan pindah ke situ. Saya menggambarkan pada diri saya,” ujar Azam yang juga putra asli Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar
Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas
GMNI Sumenep Tolak Perubahan Nomenklatur, Pertanyakan Urgensi Sumenep Kepulauan
Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan
Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!
Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam
Pulang Ziarah, Warga Pulau Sapudi Dibacok Orang Tak Dikenal
Dorong Pemerataan Kompetensi, SMSI Sumenep Minta SKK Migas Jabanusa Gelar UKW di Madura

Related News

Senin, 28 September 2026 - 20:49 WIB

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar

Sabtu, 26 September 2026 - 12:02 WIB

Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas

Jumat, 25 September 2026 - 19:29 WIB

GMNI Sumenep Tolak Perubahan Nomenklatur, Pertanyakan Urgensi Sumenep Kepulauan

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WIB

Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan

Selasa, 22 September 2026 - 13:53 WIB

Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!

Latest News