Sumenep Membara dengan Kedatangan Sugik Nur Alias Gus Nur

- Redaksi

Rabu, 16 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rencana Sugik Nur Alias Gus Nur di Masjid Nur Muhammad Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur membuat Sumenep membara. Istimewa/Redaksi

Rencana Sugik Nur Alias Gus Nur di Masjid Nur Muhammad Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur membuat Sumenep membara. Istimewa/Redaksi

SUMENEP – Sugik Nur Raharja, biasa menyebut dirinya Gus Nur, yang selama ini dinilai sebagai provokator umat islam membuat warga masyarakat Sumenep panas membara.

Bagaimana tidak, Sugik Nur, dalam setiap kegiatan yang mendatangkan dirinya, selalu ia manfaatkan untuk menyampaikan narasi yang memprovokasi kerukunan ummat beragama.

Tentu saja, rencana kedatangan Sugik Nur ke sebuah masjid di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membuat berbagai elemen masyarakat bereaksi keras menolak kehadirannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bertajuk ‘Pengajian Subuh, Sholat Subuh Berjamaah’ Sugik Nur dijadwalkan hadir dalam acara tersebut pada, Rabu 16 Maret 2022 di Masjid Nur Muhammad, Kota Sumenep.

Nahdliyyin Bergerak (NABRAK) Menolak Sugik Nur Raharja

Nahdliyyin Bergerak (NABRAK)
Wakil Panglima Nahdliyyin Bergerak (NABRAK) KH Abdul Hamid Roqib. Foto/Istimewa

Pada rilis yang diterima Redaksi, Selasa (15/3). Nahdliyin Bergerak (NABRAK) mendesak aparat untuk mencegah kegiatan ceramah Sugik Nur Raharja besok (16/3) subuh karena:

1. Gusnur terang-terangan selalu membela HTI dan sejenisnya;

2. Ceramahnya selalu menyulut permusuhan dan kebencian;

3. Ceramah-ceramahnya penuh hasutan, fitnah dan hoax;

4. Selalu mengumbar hinaan dan umpatan ke sana ke mari;

5. Gemar menghina pemerintah, dll.

“Akhlaknya sangat buruk, khawatir merusak kerukunan umat dan memecah-belah persatuan bangsa, negara harus hadir, jangan diam. Kalau negara diam, rakyat bisa main hakim sendiri, apalagi sumenep merupakan kawasan Nahdliyin” ujar Wakil Panglima NABRAK KH Abdul Hamid Roqib.

Senada dengan NABRAK, KH Hazmi Basyir An-Nuqayah Guluk-guluk menekankan bahwa kedatangan Sugik Nur Raharja saat ini hanya pembuka dari rencana panjang para pengganggu kondusifitas Sumenep ke depan.

Baca Juga :  Banser Terjunkan 50 Personel Terlatih Bantu Pengamanan Forum R20 di Pulau Dewata

Kyai Hazmi mendesak kader-kader NU Sumenep yang menduduki jabatan publik untuk tidak tinggal diam, gunakan aksesnya untuk mengatasi Gus Nur dan gerombolannya.

Para tokoh dan pejabat Sumenep, kata Kyai Hazmi, sudah telepon Kapolres meminta agar kegiatan ‘provokasi subuh’ Gus Nur besok pagi dibatalkan, namun sampai sejauh ini belum ada tindakan konkrit dari aparat terhadap tokoh intoleran tersebut.

Baca Juga :  Tiga Pemateri Handal Mengisi Diskusi Kepemudaan DPD Gemura Sumut

Lintas Elemen Masyarakat Sumenep Satu Suara Tolak Sugik Nur Raharja

Aliansi BEM Sumenep
Badan Eksekutif Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Sumenep menolak keras kehadiran Sugik Nur (Gus Nur) ke Sumenep. Istimewa/Redaksi.

Selain NABRAK, sejumlah elemen masyarakat Sumenep turut membara dengan akan hadirnya Sugik Nur Raharja. Mulai dari warga masyarakat, mahasiswa yang tergabung di Aliansi BEM Sumenep hingga Penggerak Islam Moderat.

Dalam poster yang telah disebarluaskan melalui platform media sosial, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menolak keras kehadiran Sugik Nur Raharja alias Gus Nur.

“Kami Aliansi BEM Sumenep meminta Kapolres dan Dandim 0827 Sumenep Melarang Kedatangan Sugik Nur demi terciptanya kedamaian dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Sumenep,” keterangan dalam poster Mahasiswa Bersama Rakyat tersebut.

Aliansi BEM Sumenep menganggap Sugik Nur seringkali menafsirkan ayat Al-Quran secara serampangan dan tanpa basis keilmuan yang jelas, sehingga bisa menyesatkan pemahaman ummat Islam.

Sedangkan Penggerak Islam Moderat beranggapan, ceramah Sugik Nur selama ini sering menggunakan kata-kata kasar bahkan misuh-misuh yang bisa menjadi contoh buruk bagi masyarakat Sumenep.

“Dalam beberapa ceramahnya, Sugik Nur sering menimbulkan kontroversi dan adu domba yang bisa menyebabkan konflik horizontal di masyarakat,” jelas Penggerak Islam Moderat dalam pamflet yang dibuatnya.

Sementara, warga masyarakat Sumenep yang juga tidak setuju atas hadirnya Gus Nur di Sumenep berharap, panitia sebuah kegiatan yang akan mendatangkan mubaligh dari luar daerah sebaiknya memilih da’i yang bisa menjadi penyejuk umat.

“Untuk menghindari konflik horizontal, baik secara personal maupun antar ormas keagamaan khususnya di Kabupaten Sumenep, agar tetap rukun damai,” tegas perwakilan warga masyarakat Kota Keris

Segenap pihak berwenang dan juga yang terkait, hendaknya dapat berpikir serta bertindak bijak dalam melihat juga menanggapi bara yang muncul di Sumenep terkait kedatangan Sugik Nur alias Gus Nur.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FKM UIN Sumut Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mitigasi Risiko
SMSI Dukung Asosiasi Dosen Indonesia Perjuangkan Kelayakan Gaji
Rakor PPM 2026, Bupati Wongsojudo Dorong Pembangunan Tepat Sasaran di Kepulauan
Wabup Imam Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Generasi Unggul di Kota Keris
Bupati Wongsojudo Dorong Digitalisasi PAD, Perkuat Pemetaan Pajak dan Retribusi
Wabup Imam: Jemaah Haji Jaga Fisik dan Mental Selama di Tanah Suci
SMK Negeri 2 Seririt Meriahkan HUT ke-19 dengan Lomba dan Baksos
Perkuat Budaya Sadar Hukum, Pemprov Jatim dan Pemkab Sumenep Gelar Penyuluhan

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:33 WIB

FKM UIN Sumut Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mitigasi Risiko

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:19 WIB

SMSI Dukung Asosiasi Dosen Indonesia Perjuangkan Kelayakan Gaji

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:31 WIB

Rakor PPM 2026, Bupati Wongsojudo Dorong Pembangunan Tepat Sasaran di Kepulauan

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:24 WIB

Wabup Imam Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Generasi Unggul di Kota Keris

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:16 WIB

Bupati Wongsojudo Dorong Digitalisasi PAD, Perkuat Pemetaan Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru

Dok. Fauzi As. ©Okedaily.com

Kopini

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:10 WIB