Adakan Sekolah Anggaran, Zia Ulhaq Menduga APBD Probolinggo Menyimpan Borok

- Editorial Team

Minggu, 3 Juli 2022 - 23:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PC PMII Kabupaten Probolinggo, Zia Ulhaq, saat memberikan arahan terhadap peserta sekolah anggran. ©foto/wandys

Ketua PC PMII Kabupaten Probolinggo, Zia Ulhaq, saat memberikan arahan terhadap peserta sekolah anggran. ©foto/wandys

PROBOLINGGO – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Probolinggo mengadakan Sekolah Anggaran dengan menggandeng Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (FITRA) Jawa Timur sebagai pendamping.

Kegitan ini bertema “Transformasi Gerakan PMII Probolinggo : APBD untuk Siapa? Kegiatan itu berguna untuk mengetahui pemanfaatan APBD Kabupaten Probolinggo tepat” yang berlangsung di Perumahan WPS, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (2/7/2022).

Ketua PC PMII Probolinggo, Zia Ulhaq, menuturkan bahwa anggaran publik menjadi persoalan yang krusial. Namun jarang orang yang mampu memahami secara holistik. Termasuk elemen mahasiswa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai bahwa daya kritis itu merupakan identitas sebagai mahasiswa. Di titik lain, kritisisme mahasiswa harus berbasis data. Lebih-lebih persoalan anggaran publik.

Baca Juga :  Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Keadaan itu, membuat ia dan jajaran pengurus mengagendakan kegiatan Sekolah Anggaran. Namun ia menekankan bahwa kegiatan Sekolah Anggaran tidak sekadar bicara soal teoritis kebijakan anggaran.

Di setiap kelas, peserta ditemani untuk mencari dan menganalisis, serta mengolah data anggaran daerah. “Jadi secara teknik juga, bukan melulu secara teoritis. Sebab, korupsi, kolusi, dan nepotisme, cukup berkaitan dengan kebijakan anggaran,” ujarnya.

Terutama saat Bupati Probolinggo dan mantan Bupati terjerat kasus korupsi. Pria yang akrab disapa Yayak itu menduga, kebijakan anggaran publik di Kabupaten Probolinggo menyimpan borok yang serius.

Evaluasi yang pernah dilakukan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, pasca tertangkapnya Tantri-Hasan, menjadi pelajaran berharga.

Baca Juga :  Konferensi Islam Asean 2022, Kiai Ahmad Fauzi Tidjani : Moderasi Islam Jangan Sampai Diliberalisasi

“Yang kelihatan baru di persoalan anggaran bansos. Kita gak tahu di anggaran-anggaran lain. Makanya kami ingin melihat kebijakan anggaran ini secara kritis dan detail,” tegasnya.

Lebih lanjut Alumni Universitas Nurul Jadid ini pun menuturkan, bahwa salah satu hal yang mengganjal dari kebijakan anggaran di Kabupaten Probolinggo ialah terkait dengan pengelolaan lingkungan hidup.

Ia melihat, anggaran itu nihil di Kabupaten Probolinggo. Padahal, Yayak menegaskan, bahwa persoalan lingkungan hidup di Kabupaten Probolinggo sangatlah memprihatinkan.

Oleh karenanya, Yayak menilai, anggaran untuk pengelolaan dan pemulihan lingkungan hidup itu penting sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah daerah. Proporsi besaran anggaran yang cukup dalam APBD itu menunjukkan kepedulian pemerintah daerah.

Baca Juga :  Tommy Sumertha Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Optimistis Benahi Program Makan Bergizi Gratis

“Namun sependek yang saya lihat itu tidak ada, atau misal ada pun tidak maksimal dan cenderung pendekatan teknis. Seperti pembangunan infrastruktur,” kata Yayak.

Yayak berharap kegiatan itu mampu melihat keberpihakan pemerintah daerah terhadap masyarakat Probolinggo. Sebab menurutnya keberpihakan pemerintah itu terlihat dari kebijakan-kebijakan yang dihasilkan. Termasuk kebijakan anggaran.

Sekolah Anggaran merupakan kegiatan kaderisasi informal dalam jenjang kaderisasi di PMII yang hanya boleh diikuti oleh para kader. Peserta dipilih secara selektif dengan beberapa persyaratan tertentu serta telah mengikuti dan dinyatakan lulus dalam kegiatan Pelatihan Kader Dasar.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Prengki Wirananda Lulus UKW Utama, SMSI Sumenep Apresiasi Capaian Pengurusnya
Kabar Gembira! Pemkab Sumenep Ringankan Tunggakan PBB-P2 hingga 95 Persen
Agar Akses Lancar, De Gadjah Dorong Penyempurnaan Jembatan Situ Banda
DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Resmi Dilantik, Misyal B. Achmad Dorong Advokat Berintegritas dan Berkeadilan
Pohon Asam Terus Dibabat, Warga Gendang Barat Menjerit Kekeringan
Rancang Masa Depan Gunggung: Musdes Matangkan Program 2027 di 4 Sektor
Stand Bappeda Sumenep Juara MCF 2026, Arif: Ini Buah Kekompakan dan Semangat Pengabdian
Rakor DPW AWDI Jakarta, Matangkan Persiapan Pelantikan pada Oktober 2026

Related News

Jumat, 11 September 2026 - 18:10 WIB

Prengki Wirananda Lulus UKW Utama, SMSI Sumenep Apresiasi Capaian Pengurusnya

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

Kabar Gembira! Pemkab Sumenep Ringankan Tunggakan PBB-P2 hingga 95 Persen

Senin, 7 September 2026 - 19:38 WIB

Agar Akses Lancar, De Gadjah Dorong Penyempurnaan Jembatan Situ Banda

Minggu, 6 September 2026 - 09:34 WIB

DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Resmi Dilantik, Misyal B. Achmad Dorong Advokat Berintegritas dan Berkeadilan

Minggu, 6 September 2026 - 06:47 WIB

Pohon Asam Terus Dibabat, Warga Gendang Barat Menjerit Kekeringan

Latest News

Fero Feriyanto, salah satu figur muda yang mulai diperbincangkan masyarakat menjelang dinamika Pilkades Gayam 2027. ®okedaily.com

Politik

Fero Feriyanto, Figur Muda dan Harapan Baru Desa Gayam

Jumat, 11 Sep 2026 - 13:54 WIB