Bali Mayoritas Hindu Menjadi Tempat Konferensi Islam Asean ke-2, Ketua PWNU Bali : Toleransi Bali Sangat Tinggi

- Editorial Team

Jumat, 23 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf saat wawancara bersama awak media seusai acara penutupan Konferensi Islam Asean 2022 di Bali. ©Okedaily.com/Wandy Halona

Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf saat wawancara bersama awak media seusai acara penutupan Konferensi Islam Asean 2022 di Bali. ©Okedaily.com/Wandy Halona

OKEDAILY, BALI Pulau Bali menjadi tempat sekian acara Internasional, termasuk pertemuan-pertemuan tokoh agama. Salah satunya Konferensi Islam Asean ke-2, tepatnya di Hotel Hilton Resort Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, pada 21-23 Desember 2022.

Mengapa Bali menjadi pilihannya? Padahal Bali berpenduduk mayoritas Hindu, sedangkan acara Konferensi Islam Asean ini pesertanya adalah Muslim dari 10 Negara Asean dan Arab Saudi.

Ketua PWNU Provinsi Bali, KH. Abdul Azis yang juga sebagai peserta pada acara tersebut menjelaskan bahwa Bali memiliki toleransi yang tinggi dan keterbukaan bagi agama apapun, termasuk Islam.

“Bali sangat tepat untuk acara ini. Forum ini dari peserta Agama Islam, sedangkan Bali mayoritas penduduk Hindu. Jadi ini menunjukkan ke dunia toleransi sangat tinggi,” ujar Kiai Aziz, Jumat (23/12/2022) saat ditemui di acara Konferensi Islam Asean 2022.

Lebih lanjut terangnya, sebagai orang yang tinggal di Bali, merasakan langsung bagaimana kebersamaan antar umat beragama terjalin begitu harmonis. Bahkan Muslim dan Hindu saling bekerjasama dalam kegiatan-kegiatan yang menunjang keagamaan masing-masing.

Baca Juga :  Bupati Award Media Motivasi Camat dan Lurah Berinovasi Program
Ketua PWNU Provinsi Bali, KH. Abdul Aziz. ©Okedaily.com/Wandy Halona

“Ketika kami (Muslim) ada kegiatan keagamaan, Pecalang (keamanan adat hindu, red) ikut membantu mengamankan dan mengatur lalu lintas. Begitupun sebaliknya, ketika saudara-saudara Hindu ada kegiatan dan melibatkan kami, Banser ikut membantu,” katanya.

“Sehingga tidak heran, kita tidak merasa asing ketika berada di daerah yang mayoritas non muslim,” imbuh Kiai Azis.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Pendidikan, FITK UNSIQ dan FAI Unisma Jalin Kerjasama

ASEAN Countries Conference in Indonesia 2022 terselenggara atas kerja sama Kementerian Agama RI dengan Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi.

Diikuti 140 peserta dari negara-negara ASEAN dengan menghadirkan narasumber para pimpinan ormas Islam, tokoh agama, dan akademisi dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Filipina, Laos, Myanmar, Vietnam, Timor Leste, dan Arab Saudi.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting
KMMB Sumut Desak Polri Usut Dugaan Beroperasinya Diskotek Blue Night di Langkat
Kerum DPP HBB Apresiasi Polda Sumut, Serukan Stop Ujaran Kebencian
Terungkap Kasus Narkoba di Lapas Labuhan Bilik, Berikut Tuntutan KMMB Sumut
Yonif TP 931/KJ Siap Dukung Program Pemerintah dan Perkuat Ketahanan Pangan
Sinergi Ponpes Al-islamiyah Pakondang Bersama Yonif TP 931/KJ Sukseskan Kemah HIMMAH ke-51
Hima Persis Jakarta Dorong Polda Metro Jaya Tegakkan Hukum Terhadap Koruptor
RSUD Moh Anwar Siapkan Kompensasi Jika Pelayanan Kesehatan Tak Sesuai SOP

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:37 WIB

PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:32 WIB

KMMB Sumut Desak Polri Usut Dugaan Beroperasinya Diskotek Blue Night di Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:59 WIB

Kerum DPP HBB Apresiasi Polda Sumut, Serukan Stop Ujaran Kebencian

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:14 WIB

Terungkap Kasus Narkoba di Lapas Labuhan Bilik, Berikut Tuntutan KMMB Sumut

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:01 WIB

Yonif TP 931/KJ Siap Dukung Program Pemerintah dan Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

Pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam menyelaraskan dua model kepemimpinan, politik dan birokrasi. Ketidakjelasan batas peran berpotensi menimbulkan konflik kebijakan dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Sehingga, diperlukan regulasi dan budaya kerja yang mampu menjembatani kepentingan politik dengan profesionalitas birokrasi. ©okedaily.com/ist

Kopini

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:54 WIB