Catatan Hainor Rahman : Cerdik Memimpin

- Editorial Team

Jumat, 31 Maret 2023 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hainor Rahman, Mahasiswa Unisma. ©Okedaily.com

Hainor Rahman, Mahasiswa Unisma. ©Okedaily.com

Resensi tulisan esai dengan judul “Pemimpin Harapan” oleh Erha Suud Abdullah dari buku “Memburu Keadilan”

OKEDAILY.COM Kita ketahui bersama, memimpin bukan sebuh pekerjaan yang mudah untuk dilakukan. Berbagai hal, tentu harus ia kuasa dengan baik. Lantas bagaimana untuk menjadi pemimpin yang cerdik?

Alam pikiran kita telah merespon dengan begitu cermat konteks kepemimpinan di berbagai aspek. Apakah pemimpin yang cerdik itu yang mampu melahirkan wacana perubahan? Atau ia yang dilahirkan dari pengaruh rumah politiknya? kita sendiri dapat menjawabnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak penting dari mana pemimpin itu berasal, namanya siapa, dimana ia dilahirkan dan mempunyai status sosial seperti apa! yang terpenting sejauh mana dia berpengaruh terhadap orang lain,” (Abdullah, 2015 : 32).

Baca Juga :  Suara Lain dan Literasi Politik Lekra

Mengutip dari hasil studi dan telaah dari Erha Suud Abdullah, menunjukkan bahwa cerdik memimpin bisa dilihat dari fakta empiris yang dilakukan. Dapatkah bernilai perubahan atau bahkan sebaliknya berubah dari hal yang baik menjadi semakin buruk.

Sudah waktunya kita bangkit untuk memimpin dengan cerdik. Cerdik untuk melahirkan perubahan gemilang yang konstruktif.

Sejalan dengan pernyataan diatas Kartini Kartono (2021) menjelaskan bahwa memimpin bisa dikatakan sukses. Pertama, memiliki kemampuan mengelola organisasi. Kedua, dapat menjadi suri tauladan yang membangun. Ketiga, mampu membaca perkembangan yang mutakhir.

Baca Juga :  Catatan Aktivis, Fauzi AS: Demokrasi Junub

Terlepas dari teori cerdik memimpin yang di kemukakan diatas, bagi penulis memimpin dengan kapasitas intelektual, cakap kapabilitas dan pengalaman empiris yang koherensif merupakan dasar memimpin yang cerdik. Sebab dengan keterampilan demikian, kemampuannya dalam memimpin dapat mengarahkan terhadap gerakan perubahan yang digariskan.

Tidak banyak yang bisa penulis uraikan secara terperinci mengenai proses cerdik memimpin. Dari tulisan sederhana dan singkat ini semoga kita bisa mendapatkan satu gambaran ideal cerdik memimpin yang melahirkan kharisma dan kewibawaan dalam memimpin.

“Kita tidak bisa menunggu satu generasi lagi untuk sebuah harapan perubahan,” ungkap seorang pejuang.

Baca Juga :  Lembaran XVII: Cak Fauzi Wong Endi?

Penulis: Hainor Rahman
Mahasiswa Universitas Islam Malang

Tulisan opini ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis, dan tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi media okedaily.com.

Kanal opini media okedaily.com terbuka untuk umum. Maksimal panjang naskah 4.000 karakter, atau sekitar 600 kata.

Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri anda dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Kirim ke alamat e-mail: opini@okedaily.com.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi
Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer
Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan
Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo
Sang Jenderal yang Tak Menunggu Telepon
Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz

Related News

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:14 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:54 WIB

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:13 WIB

Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

Senin, 13 Juli 2026 - 22:34 WIB

Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Latest News

Penyerahan bantuan dari PPM HCML 2026 kepada 5 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan di Desa Kalowang. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan setempat. ®okedaily com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:10 WIB

Proses pembuatan pupuk organik

Nasional

Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Selasa, 11 Agu 2026 - 19:54 WIB