Alat Ukiran Terbilang Kuno, Pengrajin Karduluk Harap Perhatian Pemkab Sumenep

- Redaksi

Rabu, 16 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mayoritas masyarakat Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bermata pencaharian sebagai pengrajin ukiran yang menggunakan peralatan manual ©Redaksi

Mayoritas masyarakat Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bermata pencaharian sebagai pengrajin ukiran yang menggunakan peralatan manual ©Redaksi

SUMENEP – Mayoritas masyarakat di Desa Karduluk adalah pengrajin ukiran, dan hal itu sudah menjadi sebuah kebiasaan ataupun mata pencaharian mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.

Hasil kerajinan ukirannya sudah terkenal sejak masa kerajaan, karena Seni ukir Desa Karduluk punya hubungan dengan seni arsitektur yang ada di Keraton Sumenep,

Kini, seiring kemajuan teknologi tentunya berimbas dengan semakin berkembangnya peralatan yang digunakan membuat kerajinan ukiran, tak terkecuali bagi pengrajin Desa Karduluk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peralatan ukiran yang sangat manual yang digunakan selama ini, menjadi keluhan utama para pelaku seni ukiran di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.

Keterbatasan alat atau sarana yang sampai saat ini belum terselesaikan menjadi permasalahan dalam meningkatkan nilai kualitas hasil karya ukiran yang ada di Desa Karduluk Sumenep.

Baca Juga :  APMS 56.694.06 Kebal Hukum, Forkopimcam Sapeken Pamer Kelemahan?

Seperti yang disampaikan Zainal Fatah pelaku seni ukir, Minggu (13/2). Dirinya mengungkapkan keluhan para pelaku ukiran di Desa Karduluk dengan keterbatasan alat ukiran yang manual dan seadanya.

“Dari saya memulai belajar mengukir, alat ukiran yang digunakan sampai saat ini tetap alat lama dan seadanya sehingga sangat lambat dalam menyelesaikan ukiran. Imbasnya sangat kecil pendapatan kepada kami masyarakat pelaku ukiran Desa Karduluk,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zainal Fatah mengatakan, mirisnya kesejahteraan pelaku seni ukir Desa Karduluk akibat kesulitan dalam meningkatkan kualitas ukiran serta minimnya pendapatan karena alat dan sarana yang sangat terbatas.

“Upah yang kami dapatkan sangat kecil perharinya yaitu 30 ribu sampai 50 ribu perhari, yang kami dapatkan dari hasil bekerja. Ditambah lagi alat ukiran yang masih manual dan seadanya ini membuat kami kesulitan dalam meningkatkan kualitas hasil ukiran kami,” ungkap Zaen sapaan akrabnya.

Selanjutnya, Zainal Fatah berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep agar dapat memberikan perhatian, khususnya dalam menyelesaikan masalah keterbatasan alat dan sarana ukiran.

“Saya berharap kepada Pemerintah Sumenep setidaknya memperhatikan kami para kuli ukiran dibawah yang sangat memerlukan bantuan dari pemerintah untuk mengatasi keterbatasan alat ukiran di Desa Karduluk ini.” pintanya.

Sementara, Amiruddin pelaku seni ukir Desa Karduluk lainnya mengamini Zen. Bahwasanya alat yang digunakan dalam membuat ukiran sangat sederhana dan terbilang kuno sehingga perlu adanya alat yang lebih modern.

“Alat mengukir yang kami gunakan sangat kuno hanya pahat sama tukul (palu, red). Begitu seadanya alat mengukir disini, kami kesulitan meningkatkan kualitas ukiran kami karena alat yang kami pakai sangat sederhana,” ucap Amir sapaan akrabnya.

Kemudian, Amir menyampaikan harapannya kepada Pemkab Sumenep adanya bantuan peralatan permebelan yang lebih modern dapat diberikan untuk menyelesaikan masalah keterbatasan alat ukir yang masih manual dan berharap juga pemerintah bisa melihat langsung keadaan para pelaku seni ukir di Desa Karduluk.

“Harapan kami kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep dapat tanggap dalam menyelesaikan persoalan keterbatasan alat ukiran ini, kami sebagai masyarakat sangat memerlukan perhatian dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas ukiran yang bagus. Sangat diperlukan sekali untuk pemerintah turun langsung ke Desa Karduluk melihat keadaan kami disini,” katanya penuh harap.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gandeng Investor, DPMPTSP Sumenep Intensifkan Pengawasan dan Bimbingan LKPM
Sejumlah Stand Rubaru Agro Wisata Fest 2026 Sepi Pengunjung, Ini Penyebabnya
The Cakra Hotel Hadirkan Promo Staycation Libur Sekolah untuk Keluarga
Ratusan Sopir Truk Demo DPRD Mempawah, Soroti Kelangkaan Solar dan Dugaan Pungli di SPBU
Trans Jakarta ke Bandara Soetta, Akses Publik Makin Mudah
Wabup Imam Harap Pengeboran Migas di Kangean Sukses Hingga Dongkrak PAD
Gathering HIPMI Bali Angkatan 2025 Perkuat Jejaring Pengusaha Muda
HIPMI Bali Gelar SYNC25 Gathering Angkatan 2025 untuk Perkuat Jejaring Pengusaha Muda

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:52 WIB

Gandeng Investor, DPMPTSP Sumenep Intensifkan Pengawasan dan Bimbingan LKPM

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:16 WIB

Sejumlah Stand Rubaru Agro Wisata Fest 2026 Sepi Pengunjung, Ini Penyebabnya

Senin, 8 Juni 2026 - 17:13 WIB

The Cakra Hotel Hadirkan Promo Staycation Libur Sekolah untuk Keluarga

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:53 WIB

Ratusan Sopir Truk Demo DPRD Mempawah, Soroti Kelangkaan Solar dan Dugaan Pungli di SPBU

Rabu, 8 April 2026 - 19:22 WIB

Trans Jakarta ke Bandara Soetta, Akses Publik Makin Mudah

Berita Terbaru