Surabaya, OkeDaily.com – Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, berharap rencana pengeboran Minyak dan Gas Bumi (Migas) oleh Kangean Energy Indonesia Ltd (KEI) di Pulau Kangean berhasil.
Hal itu disampaikan Wabup Imam, pada Selasa (31/03), saat menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Nota Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sumenep Tahun Anggaran 2025 di gedung DPRD setempat.
Dikatakan Wabup Imam, dengan suksesnya rencana tersebut akan berdampak positif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan pembangunan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, ia juga berbicara tantangan serius pada sektor migas, mengingat investasi serupa di wilayah Sumenep mengalami penurunan signifikan, terutama pada blok-blok offshore yang sudah lama berproduksi.
Lebih jauh, ia menjelaskan, terdapat beberapa faktor utama yang mengindikasikan turunnya investasi migas, salah satunya ialah decline rate pada sumur migas (lama) yang produksinya terus menurun.
Menurutnya, blok migas di Sumenep masuk kategori mature field, sehingga produksi yang semula tinggi kini memasuki fase penurunan. Kemudian adanya kendala ekonomi, yakni biaya produksi pengeboran relatif tinggi, sementara harga minyak dunia fluktuatif.
Selain itu, sambungnya, kebijakan nasional yang mulai mendorong energi baru terbarukan (EBT), sehingga investor menunda pengembangan pada sektor migas.
“Semoga rencana pengeboran Migas di Pulau Kangean yang kemarin sudah selesai seismik 3D bisa berhasil sehingga bisa meningkatkan investasi,” tuturnya.
Meski menghadapi penurunan di sektor migas, Pemda Sumenep menegaskan bahwa investasi non-migas justru mengalami peningkatan. Sektor pariwisata, UMKM, dan koperasi menjadi tumpuan baru dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
“Ini momentum bagi Sumenep untuk memperkuat ekonomi berbasis masyarakat, dari hulu ke hilir, agar lebih berdaya tahan,” imbuhnya.
Ketua DPC PKB Sumenep itu juga menyebut, pada tahun 2025 tren investasi di Kota Keris mengalami penurunan yaitu Rp2,6 triliun diibandingkan tahun sebelumnya Rp2,7 triliun. “Hal ini disebabkan menurunnya investasi sektor Migas,” pungkasnya.
Penulis : Nurifan Hairi
Editor : Mashudi Surahman
Sumber Berita: okedaily.com


















![Pemerhati kebijakan publik, Fauzi AS. ©okedaily.com [dok: istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260319_033856-360x200.jpg)
![Pemerhati kebijakan publik, Fauzi AS. ©Okedaily.com [dok. pribadi]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG_20250727_200551-e1753622116131.jpg)