Pontianak, OkeDaily.com – Lebih dari 200 sopir truk menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Mempawah pada, Selasa (3/6/2026), sebagai bentuk protes terhadap sulitnya mendapatkan solar subsidi yang dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan para pelaku transportasi dan masyarakat.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan dan keluhan yang dinilai menjadi penyebab semakin sulitnya akses terhadap solar subsidi.
Mereka menyoroti dugaan maraknya penimbunan solar oleh oknum tertentu yang kerap disebut sebagai “siluman solar”, namun hingga kini dinilai belum mendapatkan penanganan serius dari pihak terkait.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, para sopir mengeluhkan harga solar eceran yang disebut-sebut mencapai dua kali lipat dari harga resmi pemerintah. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan biaya operasional kendaraan, terutama bagi para sopir angkutan barang yang menggantungkan penghasilannya pada ketersediaan BBM subsidi.

Massa juga menyoroti dugaan praktik pungutan liar di sejumlah SPBU. Mereka meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait melakukan pengawasan lebih ketat agar distribusi solar subsidi benar-benar tepat sasaran.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah ketidaksesuaian antara jumlah pasokan solar dengan distribusi di lapangan. Berdasarkan informasi yang disampaikan peserta aksi, satu SPBU menerima pasokan sekitar 8 ton solar.
Namun dalam praktiknya di lapangan, antrean sering kali berhenti pada nomor urut sekitar 35 kendaraan, dengan jatah pengisian 80 liter per kendaraan. Jika dihitung secara sederhana, 35 kendaraan dengan kuota 80 liter hanya menghabiskan sekitar 2.800 liter solar.
Sementara itu, pasokan yang masuk disebut jauh lebih besar dari angka tersebut. Kondisi ini memunculkan tanda tanya di kalangan sopir mengenai ke mana sisa distribusi solar tersebut mengalir.
“Kami hanya ingin solar subsidi benar-benar sampai kepada yang berhak. Jangan sampai kami mengantre berjam-jam, bahkan berhari-hari, tetapi tetap tidak kebagian,” ujar salah seorang peserta aksi.
Para demonstran mendesak DPRD Mempawah bersama pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap distribusi solar subsidi.
Mereka berharap persoalan yang selama ini dikeluhkan para sopir angkutan barang tidak lagi berulang, dan distribusi BBM subsidi dapat berlangsung secara transparan serta adil.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Perwakilan massa diterima untuk menyampaikan aspirasi,dan berharap adanya langkah konkret guna mengatasi kelangkaan solar yang dinilai semakin merugikan masyarakat, dan pelaku usaha transportasi di Kabupaten Mempawah.
Penulis : Thaifur Rasyid
Editor : Mashudi Surahman

















