Ayam Jago Vs Ayam Pedaging, Markus Teriak Markus?

Oleh : Asmoni Bara Nusa

- Redaksi

Kamis, 8 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Bara Nusa Sumenep, Asmoni. ©Okedaily.com

Ketua Bara Nusa Sumenep, Asmoni. ©Okedaily.com

OKEDAILY.COM Mengikuti perseteruan antara  Fauzi Owner Mami Muda, terlapor perkara dugaan penggelapan versus Sunanto sebagai pelapor, dan H. Piu sebagai bagian penting yang kemudian dianggap “dalang” pelaporan Fauzi MM.

Menariknya perkara hukum litigasi ini, kemudian melebar keluar altar litigasi. Banyak anasir yang masuk, dan kemudian lebih tampak hiruk – pikuknya diluar proses hukum litigasinya.

Yang terlihat di atas panggung perseteruan itu justru saling tuding sebagai “Makelar Kasus” dan endingnya saling ancam dan presser lewat berbagai media.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perkara diluar panggung proses hukum litigasi ini kemudian memaksa menyeret pihak-pihak lain yang sebenarnya tak ada sangkut pautnya dengan pokok perkara. Contohnya bagaimana kemudian PA dan Hakim juga ditarik-tarik ke dalam kubangan perseteruan tersebut.

Sebenarnya ini adalah perkara hukum biasa yang bisa dibuktikan secara hukum didepan APH, karena endingnya penyidik akan mencari alat bukti dan alasan hukum yang tepat untuk kemudian diputuskan, apakah perkara ini bisa dilanjutkan ke penyidikan apa tidak, dan jika tidak cukup bukti maka penyidik tak punya alasan untuk melanjutkan perkara ini.

Baca Juga :  Menakar Suara Muslim Bali Pada Pemilu 2024

Jika pun penyidik beranggapan bahwa sudah ada bukti yang cukup untuk dilanjutkan, masih ada Majelis Hakim untuk menilai siapa yang benar dan siapa yang tidak benar, dan siapa yang dapat membuktikan dan meyakinkan hakim tentang posisi masing-masing pihak.

Namun kemudian karena intrik yang dilakukan kedua belah pihak dan saling “sahut” di media, maka seakan-akan proses hukumnya menjadi tak tampak dan sedikit “terkontaminasi” dengan isu-isu dan informasi yang tak jelas.

Belakangan intens sekali Fauzi MM dan Kuasa Hukumnya melakukan “presser” di media cyber yang kemudian sesekali dijawab dengan tulisan yang sama di media online yang berbeda.

Saling “serang” ini kemudian, saya lihat menjadi pertunjukan menarik bagi kaum WA-state, dan netizen terus berharap “pertunjukan” ini berlangsung hingga ending terakhir, layaknya sinetron ada akhir yang menyenangkan bagi para penikmat.

Berbagai istilah sarkastis muncul dalam tulisan-tulisan di media partner para pihak, mulai dari istilah “Ayam Jago, Ayam Jantan, Ayam Hias” hingga istilah “Kentut” pun muncul.

Baca Juga :  Kekosongan Dua JPT di Pemkab Sumenep Masih Belum Pasti, Tunggu Putusan MK

Sesekali dijawab dengan tulisan bernuansa “ceramah” ala ustadz oleh pihak lain, seolah-olah mau memberikan pengajian bahwa menggunjing itu tidak baik, mengata-ngatain itu tidak baik sambil sesekali disisipi ayat dan hadist sebagai penguat argumennya, yang kadang menjadi lucu juga apa Fauzi MM dan kausa hukumnya dianggap santrinya?!… Entahlah.

Tapi saya dari awal bertanya-tanya, apa maksud intensitas presser lewat media pihak Fauzi MM dan kuasanya ke H. Piu? Begitu pun sebaliknya dari media partner H. Piu ke Fauzi MM?

Yang lebih menarik lagi, perseteruan ini menjadi melebar dan bagai circle berputar zig-zag. Tiba-tiba ada pernyataan kuasa hukum Sunanto sebagai pelapor Fauzi MM, bahwa tidak pernah membuat rilis, tidak pernah di wawancarai dan tidak melakukan konferensi pers. Bahkan seolah-olah “menuduh” H. Piu yang telah mengatur pemberitaan itu loh.

Netizen tambah intens untuk tetap stay tune di “frekwensi” perseteruan ini karena sekarang bagaikan cinta segitiga, tepatnya perseteruan segitiga :
1. Sunanto Vs Fauzi MM
2. Fauzi MM Vs H. Piu
3. H. Piu Vs Sunanto

Baca Juga :  Relawan Vaksin Karang Taruna Kabupaten Sumenep Kembali Beraksi

Circle ini menjadi tak berujung dan sepertinya akan panjang dan melebar.

Kembali ke pertanyaan, kenapa Fauzi MM dan kuasanya intens melakukan presser di media lewat tulisan? Mungkinkah ia berharap H. Piu ciut nyali, kemudian minta maaf dan berharap membantu mencabut laporan dan damai?

Ah…. Apa iya H. Piu yang sudah malang melintang di dunia aktivisme kemudian rela menjadi ayam pedaging atau ayam petelur, apa lagi ayam sayur, dan kemudian menjustifikasi dan rela ditasbihkan sebagai Makelar kasus?

Entahlah itu terserah kepada mereka saya hanya mengamati dari laur gelanggang, istilahnya “Lana A’maluna Walakum A’malukum”.

Tapi kenapa justru tidak ada yang fokus menyorot proses hukumnya, sudah sampai dimana, atau apakah penyidik akan ikut jadi ayam hias? Entahlah…. mari kita terus ikuti dan saksikan bersama sambil sesekali ngerundel dan misuh-misuh sendiri, tapi jangan pakai jari.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz
Menagih Peran: Mengapa Diaspora Pengusaha Ra’as Belum Terjamah?
Aktivis Pembunuh Petani Tembakau
Dua Wajah Negara: Keadilan dalam 6 Hari dan 990 Hari
Catatan Fauzi AS: Kejujuran Memerlukan Ketulusan Hati
Teka-Teki PR Fiktif, Obrolan Warung Kopi Menuju Kebijakan Bupati Suka-Suka
Baznas Sumenep, Lembaga Amal atau Agensi Pencitraan?
Baznas Sumenep Berlari Kencang Meski Sepatunya Tak Resmi

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 16:11 WIB

Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz

Rabu, 8 April 2026 - 19:58 WIB

Menagih Peran: Mengapa Diaspora Pengusaha Ra’as Belum Terjamah?

Senin, 6 April 2026 - 19:49 WIB

Aktivis Pembunuh Petani Tembakau

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:57 WIB

Dua Wajah Negara: Keadilan dalam 6 Hari dan 990 Hari

Minggu, 27 Juli 2025 - 20:22 WIB

Catatan Fauzi AS: Kejujuran Memerlukan Ketulusan Hati

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Terpantau, Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah, menghadiri Musancab 2026 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep. ©okedaily.com [foto: Mashudi Surahman]

Politik

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:59 WIB

I Gede Tommy Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar. Foto: AI

Berita

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

Minggu, 26 Apr 2026 - 09:44 WIB

Verified by MonsterInsights