Catatan Awal Ramadhan Tanpa Lembaran, Kebakaran Vs Pembakaran

- Editorial Team

Rabu, 29 Maret 2023 - 01:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enam Mata Jurnalis (Kamera) yang gosong akibat diselimuti hangatnya si jago merah. ©Okedaily.com/Fauzi As

Enam Mata Jurnalis (Kamera) yang gosong akibat diselimuti hangatnya si jago merah. ©Okedaily.com/Fauzi As

OKEDAILY.COM Sebelumnya saya ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kawan. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum evaluasi dan perbaikan. Saya mengingatkan diri sendiri agar tidak tenggelam dalam nikmatnya atraksi dan pameran keshalihan, tidak juga meratapi sedu sedan berkepanjangan, seperti yang dialami oleh korban BNI Syariah/BSI.

Yang terima amplop bahagia-lah sekedarnya, yang belum menerima jangan berputus asa untuk tetap menjalankan shalat taraweh selama Ramadhan, pada masjid-masjid suci.

Awal Ramadhan, pada Kamis, tanggal 23 Maret 2023 malam sekitar pukul 22.15 WIB, kebakaran yang terjadi di salah satu tempat usaha saya, musibah itu menjadi pembahasan oleh para aktivis dan pegiat media. Namun kejadian itu lumrah dan biasa saja, sebab api bisa membakar apa saja dan muncul dari mana saja, gesekan batu keras pun memercik api, konsleting listrik pun bisa terjadi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Tragedi Tricomp, Sulaisi : Saya Curiga Sebagai Bagian Dari Intimidasi

Saya sangat bersyukur kepada Allah penguasa alam semesta pencipta air dan api, kebakaran itu tidak ada korban jiwa. Terimakasih juga saya sampaikan kepada Tim Damkar Sumenep, seluruh masyarakat yang terlibat, khususnya Mas Subiakto dan jajaran TNI Polri, sehingga api segera padam, api hanya membakar barang-barang elektronik di sekelilingnya.

Namun api tidak hanya memunculkan asap, karena tempat itu sekaligus menjadi basecamp wartawan, sehingga kejadian kebakaran itu menjadi perhatian. Analisa dan asumsi pun bermunculan, ada yang mengatakan ini bagian dari sabotase karena kita sedang konsen mengawal beberapa isu besar yang terjadi di Kabupaten Sumenep, namun ada juga yang mengatakan itu terjadi akibat listrik arus pendek.

Tentu semua pihak boleh menebak-nebak, namun harus disertai dengan data dan analisa yang objektif. Meski saya pribadi lebih curiga bahwa kebakaran bisa saja terjadi akibat anak saya yang berusia empat tahun, ya namanya saja anak kecil yang pikirannya belum utuh.

Baca Juga :  Menakar Suara Muslim Bali Pada Pemilu 2024

Mungkin saja niatnya membakar petasan dengan tujuan mengagetkan ayahnya, memang kita tidak perlu terlalu serius menanggapi sikap anak yang belum dewasa, tapi sekali lagi ini hanya kecurigaan sebab-penyebab yang sebenarnya dari musibah ini sedang di analisa oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Copet Syariah Vs Copet Digital

Cerita ini merujuk pada beberapa artikel tentang perkembangan dalam dunia bisnis dan teknologi dari 4.0 menuju 5.0. Pencopet konvensional yang biasa beroperasi di pasar-pasar tradisional akhir-akhir ini sudah mengalami perkembangan.

Jaman dulu copet tradisional juga bekerja dengan tim, ada yang bertugas sebagai pengalih fokus ada juga yang bekerja dari balik badan calon korbannya. Seiring perkembangan jaman copet upgrading ilmu, kompetensi copet makin sempurna, ada yang menyamar sebagai tokoh politisi, bahkan kyai.

Baca Juga :  Inovasi Pemkot Solo dalam Menyikapi PHK

Copet yang lagi nge-hits dan viral di beberapa media sosial yaitu copet syariah, tentu copet ini lebih terhormat daripada geng copet lain. Gerombolan ini beroperasi pada tempat-tempat yang yang identik dengan label agama, untuk lebih memuluskan misi pencopetan guru besar  sang copet merekrut keanggotaan dari kalangan berpengaruh dan terhormat, agar posisi dia sebagai raja copet tetap bisa aman.

Saya ingin membuka lagi sedikit data yang masih selamat dalam musibah kebakaran, ini ibarat signal atau pesan yang akan saya sampaikan dengan nada sumbang, hanya bagi yang mengerti kode not dalam panggung per-copetan.

Isu tentang BNI syariah, atau BSI beberapa hari terakhir memeng sangat memanas. Respon masyarakat yang menjadi nasabah di BSI sudah mulai bermunculan, ada juga yang mengkhawatirkan mengenai keamanan dalam menggunakan fasilitas pada Bank plat merah ini.

Baca Juga :  Ketidakpedulian Pemkab Lombok Tengah Terhadap Mahasiswa di Tanah Rantau

Tapi kasus itu sepertinya bukan satu-satunya kasus perbankan di Kabupaten Sumenep, sebab ada juga Bank-Bank lain yang datanya tiba-tiba masuk di Hardisk saya, salah satunya perbankan yang sedang diselidiki oleh APH adalah Bank Jatim, surat dengan Nomor K/207/XII/RES.3.2/ 2022. Yang merujuk pada Surat Perintah Tugas Nomor: SP-Gas/992/XI/2022. tertanggal 28 November 2022.

Bank Jatim diduga kebobolan dengan angka yang cukup fantastis. Polres Sumenep sedang menangani perkara dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan Bank Jatim Cabang Sumenep melalui mesin EDC.

Kami pun berharap, untuk kasus itu segera di buka ke publik agar masyarakat menjadi tahu, sebab Bank Jatim adalah salah satu Bank yang mengelola uang nasabah.

Baca Juga :  Mahasiswa KKNT UTM Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SMA Negeri 1 Torjun

Penulis : Fauzi As
Tokoh Pergerakan Kota Keris

Tulisan opini ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis, dan tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi media okedaily.com.

Kanal opini media okedaily.com terbuka untuk umum. Maksimal panjang naskah 4.000 karakter, atau sekitar 600 kata.

Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri anda dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Kirim ke alamat e-mail: opini@okedaily.com.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik
Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi
Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer
Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan
Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Related News

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:14 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:54 WIB

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Latest News

Sejumlah nelayan Pulau Sapudi duduk bersama. Mereka tampak serius berdiskusi. Ekspresi wajah khawatir dan cemas terlihat. Suasana menggambarkan keresahan warga terkait proyek MS2-2 Medco Energi. ®okedaily.com [Hasan Al-Hakiki]

Ekonomi Bisnis

MS2-2 Medco Energi, Nelayan Pulau Sapudi Dicuekin?

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:40 WIB

Mochlis Al-bath, Tokoh Pemuda Sholawat Juruan Daya. ®okedaily.com

Kopini

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:30 WIB

Antusias pengunjung pada momen Gebyar Paud Gayam, menjadi berkah bagi UMKM setempat. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:10 WIB