Cegah Inflasi Daerah, Pemkab Sumenep Kendalikan Harga Cabai

Avatar of Okedaily

- Redaksi

Jumat, 10 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Edy bersama dengan TIPD infeksi pasar baru Anom Sumenep. ©Okedaily.com/Istimewa

Sekda Edy bersama dengan TIPD infeksi pasar baru Anom Sumenep. ©Okedaily.com/Istimewa

OkeDaily.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, terus berupaya mengendalikan lonjakan harga cabai guna menekan inflasi daerah. Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan pemantauan harga di pasar tradisional.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Edy Rasyadi, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) turun langsung ke Pasar Anom Baru Sumenep untuk mengecek kondisi harga cabai pada Jumat, 10 Januari 2025.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Sumenep Akan Bentuk Komite Ekonomi Kreatif, Ini Sosok Pioneer-nya

Ada Program Bantuan Bibit dan Pupuk

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekda Edy mengungkapkan bahwa pada akhir 2024, Bupati Sumenep telah mencanangkan program bantuan bibit dan pupuk cabai untuk mengantisipasi kenaikan harga yang lebih tinggi di awal tahun ini.

“Program ini memiliki tujuan untuk mendukung pembibitan dan pemupukan cabai rawit, yang disebar di seluruh desa di wilayah perkotaan,” ujarnya kepada awak media.

Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan produktivitas petani serta membantu menstabilkan harga cabai saat musim panen tiba. “Dengan adanya panen yang lebih baik, harga cabai diharapkan bisa lebih stabil,” tambahnya.

Baca Juga :  774 Koperasi Aktif di Sumenep, Pemkab Dorong Digitalisasi untuk Keberlanjutan

Harga Cabai Sentuh Seratus Ribuan per Kilogram

Berdasarkan hasil pemantauan TPID di Pasar Anom Baru, harga cabai rawit merah saat ini berkisar antara senilai Rp95 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.

“Lonjakan harga ini dipengaruhi oleh kondisi cabai di Sumenep yang belum memasuki masa panen. Semoga dalam waktu dekat panen bisa segera berlangsung agar harga kembali stabil,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia juga mengimbau para pedagang untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar dengan memanfaatkan kelangkaan cabai saat ini.

Baca Juga :  Dinas PRKP dan Perhubungan merencanakan Peremajaan PJU di Kota Sumenep

“Kami berharap para pedagang tidak memainkan harga, agar masyarakat tidak semakin terbebani dan stabilitas harga cabai tetap terjaga,” tegasnya.

Fluktuasi Harga Cabai Masih Dinilai Wajar

Disebutkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Joko Santoso, bahwa harga cabai memang cenderung fluktuatif. Salah satu penyebab lonjakan harga saat ini adalah pasokan yang masih bergantung terhadap daerah lain.

“Jika Sumenep bisa mempercepat panen petani lokal dan mendistribusikan hasilnya dengan baik, maka harga bisa lebih terkendali,” ujarnya.

Baca Juga :  Layanan Ekstra RSUD Moh Anwar Sumenep di Bulan Ramadhan

Berdasarkan data BPS, kenaikan harga cabai hingga Rp100 ribu per kilogram bukan hal baru, tetapi juga terjadi hampir setiap tahun. “Kebetulan saat ini kenaikan harga di awal tahun. Cabai memang komoditas strategis yang sangat dibutuhkan masyarakat,” tambahnya.

Ia pun menegaskan bahwa fluktuasi harga cabai merupakan dinamika biasa dalam laju inflasi daerah. “Berdasarkan pantauan kami, harga cabai nantinya akan mengalami penurunan signifikan di waktu tertentu. Oleh karena itu, lonjakan saat ini masih dalam batas wajar saja,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HIPMI Bali Gelar SYNC25 Gathering Angkatan 2025 untuk Perkuat Jejaring Pengusaha Muda
Masyarakat Sumenep Antusias Belanja di Pasar Murah Ramadhan 2026
TPID Sumenep Gelar Pasar Murah EPIK Mobile
Owner PR Cahaya Pro: Tidak Ada Pengusaha yang Mau Melawan Negara
Zulfikar Wijaya DPRD Bali Terima Aspirasi UMKM Warung Madura
Dirut Bungkam, Dugaan Kredit Tanpa Agunan di BPRS Bhakti Sumekar Kian Menguat
Antusiasme Kader KWT Kersikan pada Pelatihan Keamanan Pangan Olahan Jagung
Minim Peminat, APHT Terancam Mangkrak? Berikut Saran AWDI Sumenep

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 00:17 WIB

HIPMI Bali Gelar SYNC25 Gathering Angkatan 2025 untuk Perkuat Jejaring Pengusaha Muda

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:31 WIB

Masyarakat Sumenep Antusias Belanja di Pasar Murah Ramadhan 2026

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:45 WIB

TPID Sumenep Gelar Pasar Murah EPIK Mobile

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:30 WIB

Owner PR Cahaya Pro: Tidak Ada Pengusaha yang Mau Melawan Negara

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:41 WIB

Zulfikar Wijaya DPRD Bali Terima Aspirasi UMKM Warung Madura

Berita Terbaru

Sosialisasi PMB STAI Al-Hikmah Medan di SMA Negeri 2 Simpang Kiri Subulussalam, dan Pesantren Babussalam Aceh Singkil. ©okedaily.com/Ilham HB

Nasional

STAI Al-Hikmah Medan Sosialisasi PMB di Aceh Singkil

Senin, 9 Mar 2026 - 18:26 WIB