Cegah Inflasi Daerah, Pemkab Sumenep Kendalikan Harga Cabai

- Editorial Team

Jumat, 10 Januari 2025 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Edy bersama dengan TIPD infeksi pasar baru Anom Sumenep. ©Okedaily.com/Istimewa

Sekda Edy bersama dengan TIPD infeksi pasar baru Anom Sumenep. ©Okedaily.com/Istimewa

OkeDaily.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, terus berupaya mengendalikan lonjakan harga cabai guna menekan inflasi daerah. Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan pemantauan harga di pasar tradisional.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Edy Rasyadi, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) turun langsung ke Pasar Anom Baru Sumenep untuk mengecek kondisi harga cabai pada Jumat, 10 Januari 2025.

Baca Juga :  Ma’had Aly Nurul Jadid Gelar Wisuda ke-XI, Gus Fayyadl Tekankan Pentingnya Terus Mengaji

Ada Program Bantuan Bibit dan Pupuk

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekda Edy mengungkapkan bahwa pada akhir 2024, Bupati Sumenep telah mencanangkan program bantuan bibit dan pupuk cabai untuk mengantisipasi kenaikan harga yang lebih tinggi di awal tahun ini.

“Program ini memiliki tujuan untuk mendukung pembibitan dan pemupukan cabai rawit, yang disebar di seluruh desa di wilayah perkotaan,” ujarnya kepada awak media.

Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan produktivitas petani serta membantu menstabilkan harga cabai saat musim panen tiba. “Dengan adanya panen yang lebih baik, harga cabai diharapkan bisa lebih stabil,” tambahnya.

Baca Juga :  Menkeu Sri Mulyani : Dua Pilar Perpajakan Internasional Mulai Dilaksanakan Tahun Depan

Harga Cabai Sentuh Seratus Ribuan per Kilogram

Berdasarkan hasil pemantauan TPID di Pasar Anom Baru, harga cabai rawit merah saat ini berkisar antara senilai Rp95 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.

“Lonjakan harga ini dipengaruhi oleh kondisi cabai di Sumenep yang belum memasuki masa panen. Semoga dalam waktu dekat panen bisa segera berlangsung agar harga kembali stabil,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia juga mengimbau para pedagang untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar dengan memanfaatkan kelangkaan cabai saat ini.

Baca Juga :  Mengoptimalkan Potensi Cukai untuk Pembangunan Ekonomi Daerah

“Kami berharap para pedagang tidak memainkan harga, agar masyarakat tidak semakin terbebani dan stabilitas harga cabai tetap terjaga,” tegasnya.

Fluktuasi Harga Cabai Masih Dinilai Wajar

Disebutkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Joko Santoso, bahwa harga cabai memang cenderung fluktuatif. Salah satu penyebab lonjakan harga saat ini adalah pasokan yang masih bergantung terhadap daerah lain.

“Jika Sumenep bisa mempercepat panen petani lokal dan mendistribusikan hasilnya dengan baik, maka harga bisa lebih terkendali,” ujarnya.

Baca Juga :  Ironis, Polresta Sumenep Gelar Acara Besar Tapi Tutup Pintu Untuk Wartawan

Berdasarkan data BPS, kenaikan harga cabai hingga Rp100 ribu per kilogram bukan hal baru, tetapi juga terjadi hampir setiap tahun. “Kebetulan saat ini kenaikan harga di awal tahun. Cabai memang komoditas strategis yang sangat dibutuhkan masyarakat,” tambahnya.

Ia pun menegaskan bahwa fluktuasi harga cabai merupakan dinamika biasa dalam laju inflasi daerah. “Berdasarkan pantauan kami, harga cabai nantinya akan mengalami penurunan signifikan di waktu tertentu. Oleh karena itu, lonjakan saat ini masih dalam batas wajar saja,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Harapan Baru di Pesisir Pancor, PPM HCML 2026 Dukung Nelayan Kakap Merah
TIM Cara’de Latih Warga Desa Tinggimae Kelola Usaha Secara Profesional
Le Cataya Hadirkan “Padel Experience”, Destinasi Olahraga dan Wellness Modern di Denpasar Timur
Perkuat Ekonomi Rakyat, Bupati Sumenep Dorong Koperasi Tumbuh Sehat dan Berdaya Saing
Mahasiswa KKN 02 Universitas Yudharta Pasuruan Dorong Inovasi Olahan Jagung, Berikut Pelatihannya
Le Cataya Hadirkan Reformer Pilates di The Cakra Hotel Bali, Terbuka untuk Umum
Gandeng Investor, DPMPTSP Sumenep Intensifkan Pengawasan dan Bimbingan LKPM
Sejumlah Stand Rubaru Agro Wisata Fest 2026 Sepi Pengunjung, Ini Penyebabnya

Related News

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Harapan Baru di Pesisir Pancor, PPM HCML 2026 Dukung Nelayan Kakap Merah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:34 WIB

TIM Cara’de Latih Warga Desa Tinggimae Kelola Usaha Secara Profesional

Kamis, 23 Juli 2026 - 00:12 WIB

Le Cataya Hadirkan “Padel Experience”, Destinasi Olahraga dan Wellness Modern di Denpasar Timur

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:52 WIB

Perkuat Ekonomi Rakyat, Bupati Sumenep Dorong Koperasi Tumbuh Sehat dan Berdaya Saing

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:35 WIB

Mahasiswa KKN 02 Universitas Yudharta Pasuruan Dorong Inovasi Olahan Jagung, Berikut Pelatihannya

Latest News

Proses pembuatan pupuk organik

Nasional

Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Selasa, 11 Agu 2026 - 19:54 WIB

Unit mesin bantuan program PPM HCML 2026 untuk kelompok nelayan kakap merah di Pesisir Pancor. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, akses pasar, dan kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Ekonomi Bisnis

Harapan Baru di Pesisir Pancor, PPM HCML 2026 Dukung Nelayan Kakap Merah

Selasa, 11 Agu 2026 - 13:37 WIB