Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Politik

PKN Sumenep Resmi Daftarkan 50 Orang Bacaleg ke KPUD Setempat

Avatar of Okedaily
×

PKN Sumenep Resmi Daftarkan 50 Orang Bacaleg ke KPUD Setempat

Sebarkan artikel ini
PKN Sumenep Resmi Daftarkan 50 Orang Bacaleg ke KPUD Setempat
Ketua Pimcab PKN Sumenep, Ach. Djunaidi saat sambutan pendaftaran bacaleg, disambut hangat Ketua Komisioner KPUD Sumenep, Dr. Rahbini. ©Okedaily.com/Dj

OKEDAILY, MADURA Pimpinan Cabang (Pimcab) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Kabupaten Sumenep resmi mendaftarkan bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumenep, Minggu (14/5/2023).

Rombongan Pimcab PKN Sumenep dipimpin langsung oleh Ketua Ach. Djunaidi dan Sekretaris R. Faldi Aditya yang didampingi puluhan kader dan bacaleg berpakaian batik sebagai khas Nusantara.

Kedatangan Pimcab PKN Sumenep diketahui mendaftarkan sebanyak 50 orang bacaleg serta dinyatakan lengkap dan disambut hangat oleh KPUD Sumenep.

PKN Sumenep Resmi Daftarkan 50 Orang Bacaleg ke KPUD Setempat
Jajaran Komisioner KPUD Sumenep dan Bawaslu Sumenep. ©Okedaily.com/Dj

“Syukur alhamdulillah kami (PKN Sumenep) dari 50 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep sudah didaftarkan ke KPU, dinyatakan lengkap dan diterima,” ujar Ketua Pimcab Sumenep, Ach. Djunaidi.

Baca Juga :  Antusias Sukseskan Pesta Rakyat, MPP Jember Deklarasi Pemilu 2024 Luber dan Jurdil

Menurut pria yang karib disapa Mas Jun itu, dari 50 bacaleg yang didaftarkan ke KPUD Sumenep sebanyak 20 orang merupakan keterwakilan perempuan atau sebanyak 40 persen dari 8 Daerah Pemilihan (Dapil) yang ada.

Dengan komposisi tersebut, Pimcab PKN Sumenep menargetkan bisa meraih 8 kursi, masing-masing Dapil 1 kursi untuk menyuarakan aspirasi rakyat Sumenep.

“Kita betul memprioritaskan keterwakilan perempuan dengan komposisi nomor urut ganjil. Dari itu target kita minimal satu kursi setiap dapil, satu fraksi insyaallah,” tutupnya.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Dibebani Persoalan Tambak Udang Ilegal, Warisan atau Gono-gini?