Denpasar, Okedaily.com – Anggota DPRD Provinsi Bali, , melaksanakan agenda reses pada Februari 2026 dengan menyerap aspirasi masyarakat dari berbagai unsur dan komunitas di Kota Denpasar.
Kegiatan reses tersebut menjangkau sejumlah elemen, di Aisyiyah Muhammadiyah Bali, Banjar Sapta Bumi, Lazismu Muhammadiyah, Majelis Alimat Bali, LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an) Bali, komunitas Muslim Bugis Serangan Denpasar Selatan, Majelis Al Barokah Denpasar Utara, serta Banjar Pande Renon Denpasar Selatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepada media Okedaily.com melalui pesan pada 20 Februari 2026, Zulfikar menegaskan bahwa reses merupakan media anggota dewan untuk mendengar langsung suara masyarakat.
“Sebagai wakil rakyat, tugas utama kami adalah mendengar, mencatat, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Reses ini menjadi ruang dialog terbuka agar kebutuhan riil warga dapat kami bawa ke pembahasan di DPRD,” ujar Zulfikar.

Ia menyampaikan, berbagai masukan yang diterima mencakup penguatan kegiatan keagamaan, dukungan terhadap lembaga pendidikan dan sosial, pemberdayaan ekonomi umat, hingga perhatian terhadap pembangunan berbasis komunitas di tingkat banjar dan kelurahan.
Menurutnya, komunikasi lintas komunitas sangat penting dalam menjaga harmoni sosial di Bali. “Saya bersyukur bisa berdialog dengan berbagai elemen, baik dari unsur keagamaan, organisasi perempuan, lembaga sosial, maupun masyarakat adat. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan toleransi yang terus terjaga,” katanya.

Zulfikar menegaskan seluruh aspirasi yang dihimpun akan dikawal dan diperjuangkan sesuai kewenangan DPRD Provinsi Bali, baik melalui fungsi penganggaran, legislasi, maupun pengawasan.
“Setiap masukan adalah amanah. Kami akan berupaya maksimal agar suara masyarakat benar-benar terakomodasi dalam kebijakan daerah,” tutupnya.
Penulis : Alfin
Editor : Didi









