Denpasar dan Badung Bisa Suwung Ketika TPA Suwung Ditutup

- Editorial Team

Minggu, 14 Desember 2025 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ida Bagus Yoga Adi Putra (Gus Yoga) Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kota Denpasar.

Ida Bagus Yoga Adi Putra (Gus Yoga) Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kota Denpasar.

DENPASAR, Okedaily.com — Penutupan TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Suwung yang dijadwalkan pada 23 Desember 2025 bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru, yang merupakan puncak kunjungan wisatawan internasional dan domestik ke Bali.

Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra (Gus Yoga), mengingatkan bahwa tanpa kesiapan sistem pengelolaan sampah yang matang, penutupan TPA Suwung dapat berdampak langsung pada kebersihan kota dan citra pariwisata Bali.

“Denpasar dan Badung bisa benar-benar ‘suwung’ jika TPA Suwung ditutup tanpa solusi yang siap. Ini bukan sekadar soal teknis, tetapi menyangkut wajah Bali sebagai destinasi wisata dunia,” ujar Gus Yoga, Minggu (14/12/2025).

Baca Juga :  Raperda APBD 2023 Disahkan, Anggaran Transportasi Kepulauan Masih Jauh Dari Harapan

Menurutnya, Bali yang terkenal dengan wisata yang asri bisa berubah citra menjadi wisata kumuh jika penanggulangan sampah tidak dilaksanakan dengan baik. Penumpukan sampah di kawasan pemukiman, pusat kota, hingga kawasan wisata dikhawatirkan tidak terhindarkan.

Namun demikian, Gus Yoga menegaskan bahwa yang dilarang oleh regulasi adalah sistem open dumping, bukan pengelolaan sampah secara keseluruhan di lokasi TPA.

“yang dilarang adalah system open dumping, maka dari itu system sanitary renfiled bisa digunakan dalam penangan sampah sampai menunggu PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) yang akan disiapkan oleh danantara di tahun 2028,” jelasnya.

Baca Juga :  Perluasan Relaksasi BPHTB Jadi Usulan Gus Yoga untuk Permudah Milenial Miliki Rumah di Denpasar

Ia menambahkan, proyek PSEL yang akan disiapkan oleh Danantara mulai berjalan pada 2028 memerlukan masa transisi yang realistis agar tidak menimbulkan krisis baru. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta tidak gegabah mengambil kebijakan tanpa kesiapan infrastruktur dan masyarakat.

Selain itu, Gus Yoga mendorong optimalisasi pengelolaan sampah berbasis sumber. Salah satunya melalui penguatan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) di setiap desa dan kelurahan.

“TPS3R di setiap desa mulai menjadwalkan pengambilan sampah organik dan non organik secara terpisah,” ujarnya.

Tak hanya di tingkat desa, pengelolaan sampah rumah tangga juga dinilai perlu mendapat perhatian serius. Gus Yoga menekankan pentingnya penerapan teba modern di setiap rumah, yang dilengkapi dengan mesin pencacah untuk mempercepat proses penguraian sampah organik.

Baca Juga :  Relawan De Gadjah & Kader Gerindra Denpasar Berbagi 65 Kambing Qurban, Gus Yoga: ini Komitmen Kader Gerindra Berbuat untuk Masyarakat

“Jika sampah organik selesai di rumah, maka yang tersisa ke TPS dan TPA jauh lebih sedikit. Ini bukan wacana baru, tapi harus dijalankan secara disiplin,” tegasnya.

Gus Yoga menutup dengan menegaskan bahwa penanganan sampah harus menjadi superprioritas lintas sektor, mengingat dampaknya yang langsung dirasakan oleh masyarakat dan sektor pariwisata.

“Jangan sampai Bali menghadapi darurat sampah di saat wisatawan datang dalam jumlah besar. Kebijakan harus realistis, solusinya harus siap,” pungkasnya.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar
Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas
GMNI Sumenep Tolak Perubahan Nomenklatur, Pertanyakan Urgensi Sumenep Kepulauan
Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan
Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!
Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam
Pulang Ziarah, Warga Pulau Sapudi Dibacok Orang Tak Dikenal
Dorong Pemerataan Kompetensi, SMSI Sumenep Minta SKK Migas Jabanusa Gelar UKW di Madura

Related News

Senin, 28 September 2026 - 20:49 WIB

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar

Sabtu, 26 September 2026 - 12:02 WIB

Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas

Jumat, 25 September 2026 - 19:29 WIB

GMNI Sumenep Tolak Perubahan Nomenklatur, Pertanyakan Urgensi Sumenep Kepulauan

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WIB

Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan

Selasa, 22 September 2026 - 13:53 WIB

Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!

Latest News