Ratusan Santri Sukorejo Batal Berangkat, Program Balik Pesantren 2026 Dijual ke Umum?

- Redaksi

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan calon penumpang KPM Dharma Kartika dari unsur santri Sukorejo Situbondo, nampak memadati aula loket penjualan tiket di Pelabuhan Kapal Ferry Desa Brakas Raas. ©okedaily.com

Ratusan calon penumpang KPM Dharma Kartika dari unsur santri Sukorejo Situbondo, nampak memadati aula loket penjualan tiket di Pelabuhan Kapal Ferry Desa Brakas Raas. ©okedaily.com

Surabaya, Okedaily.com Salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, dibawah kepemimpinan Bupati Fauzi dan Wabup Imam bertajuk “Balik Pesantren 2026” yang diklaim gratis 100 persen, justru menuai polemik.

Ratusan santri tujuan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo, dikabarkan batal berangkat setelah terjadi dugaan penjualan tiket kepada penumpang umum.

Insiden ini terjadi pada pelayaran KMP Dharma Kartika rute Raas–Jangkar yang dijadwalkan berangkat pukul 06.00 WIB, Senin (30/3). Kapal yang semestinya mengangkut santri peserta program tersebut, justru tidak jadi memberangkatkan mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Penumpang KMP Dharma Kartika Lompat ke Laut di Perairan Jangkar Situbondo

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi Okedaily.com, pembatalan terjadi setelah kuota yang seharusnya diperuntukkan bagi santri itu diduga telah terisi list penumpang umum sejak malam sebelumnya.

Seorang wali santri yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut program yang sudah disetujui oleh Bupati Sumenep tersebut seharusnya tidak dikomersialisasi.

“Proposal sudah disetujui Bupati Fauzi, santri dijanjikan gratis. Tapi kenapa tiket yang sudah fix untuk santri justru dijual ke umum?,” keluhnya. Pernyataan ini menguatkan dugaan adanya oknum yang memanfaatkan program sosial pemerintah untuk kepentingan lain.

Baca Juga :  Fakultas Ilmu Sosial UINSU Medan Lepas Mahasiswa untuk PKL 2025

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, mengakui adanya persoalan di lapangan. Namun ia menyebutnya sebagai miskomunikasi.

Menurutnya, sebagian santri datang terlambat sehingga sisa kuota dibuka untuk masyarakat umum. “Benar terjadi miskomunikasi. Panitia santri sebagian telat datang, sehingga sisa kuota dibuka untuk umum. Besok ada lagi, full khusus santri,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memperjualbelikan tiket program tersebut. “Dishub tidak pernah menjual tiket. Kalau ada oknum, silakan laporkan ke saya,” tegasnya.

Baca Juga :  Masalah Klasik terbesar Kota Denpasar "MBS" Macet, Banjir, Sampah

Sementara itu, Kepala Cabang DDU Kalianget, Maman Surahman, selaku pengelola KMP Dharma Kartika menyampaikan bahwa persoalan utama terletak pada ketidaksesuaian data jumlah santri dengan daftar yang diajukan.

Menurutnya, jumlah santri yang datang melebihi kapasitas yang diizinkan oleh Syahbandar, khususnya terkait ketersediaan alat keselamatan di kapal tersebut.

“Jumlahnya melebihi list dan kapasitas alat keselamatan. Kami sudah koordinasi agar kelebihan penumpang ikut trip berikutnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak di Raas, Tokoh Pemuda Sindir Pemerintah Sumenep

Namun, pihak panitia disebut tidak menerima opsi tersebut dan memilih menurunkan kembali para santri dari kapal. “Karena tidak bisa diakomodir, akhirnya diputuskan tidak berangkat dan kapal dibuka untuk umum, tambahnya.

Ratusan Santri Sukorejo Batal Berangkat, Program Balik Pesantren 2026 Dijual ke Umum?
Para santri terpantau berdesakan di KMP Dharma Kartika, dikarenakan tidak kebagian tempat duduk atau fasilitas bagi penumpang sebagaimana mestinya. ©okedaily.com

Di sisi lain, informasi yang diterima redaksi menyebutkan bahwa sebagian santri yang sempat naik ke kapal tidak mendapatkan fasilitas tempat duduk. Mereka terpaksa berdiri karena semua fasilitas sudah lebih dulu ditempati penumpang umum.

Tentunya, kondisi ini memicu kekhawatiran para wali santri terkait aspek keselamatan selama pelayaran. Atas pertimbangan tersebut, panitia bersama wali santri akhirnya sepakat menurunkan kembali para santri dari kapal.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Minta Pemerintah Maksimal Berdayakan UMKM

Peristiwa ini menimbulkan sejumlah pertanyaan serius. Jika program Balik Pesantren 2026 merupakan program resmi dan berbasis data, mengapa terjadi ketidaksinkronan antara kuota, daftar santri, dan realisasi di lapangan?.

Oleh karenanya, jika tidak segera diusut, program yang seharusnya menjadi bentuk pelayanan publik, justru berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat. Apalagi program ini menyangkut keselamatan dan hak santri sebagai penerima manfaat.

Facebook Comments Box

Penulis : Nurifan Hairi

Editor : Mashudi Surahman

Sumber Berita: okedaily.com

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aspirasi Warga Sesetan Menguat, PemKot Berjanji Melakukan Penggantian Mesin dan Evaluasi Pengelolaan TPS3R Sesetan
TPS3R Sesetan Terima Sampah Luar Wilayah, DPRD Denpasar Soroti Dampak dan Kapasitas
Paradoks Kenaikan Harga BBM di Tengah Dinamika Geopolitik Global di Selat Hormuz
Hakim Tolak Penangguhan, Kuasa Hukum Tomy Priatna: “Semakin Lama Ditahan, Perlawanan Akan Membesar”
Anggota DPRD Bali Apresiasi Pemerintah Prabowo, Minta Warga Tak Panik Soal BBM
Anggota DPR RI Iman Sukri Soroti Macet Parah di Gilimanuk, Dorong Pelabuhan Alternatif
De Gadjah Pimpin Aksi Bersih Danau Yeh Malet, Dorong Potensi Wisata Karangasem
Komisaris Rangkap Plt Dirut PT Sumekar, Sudarsono: Potensi Konflik Kepentingan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:26 WIB

Aspirasi Warga Sesetan Menguat, PemKot Berjanji Melakukan Penggantian Mesin dan Evaluasi Pengelolaan TPS3R Sesetan

Rabu, 8 April 2026 - 15:39 WIB

TPS3R Sesetan Terima Sampah Luar Wilayah, DPRD Denpasar Soroti Dampak dan Kapasitas

Selasa, 7 April 2026 - 22:29 WIB

Paradoks Kenaikan Harga BBM di Tengah Dinamika Geopolitik Global di Selat Hormuz

Selasa, 7 April 2026 - 22:13 WIB

Hakim Tolak Penangguhan, Kuasa Hukum Tomy Priatna: “Semakin Lama Ditahan, Perlawanan Akan Membesar”

Minggu, 5 April 2026 - 19:10 WIB

Anggota DPRD Bali Apresiasi Pemerintah Prabowo, Minta Warga Tak Panik Soal BBM

Berita Terbaru

Ketum Hima Persis DKI Jakarta, Ihsan. ©okedaily.com/ist

Ekonomi Bisnis

Trans Jakarta ke Bandara Soetta, Akses Publik Makin Mudah

Rabu, 8 Apr 2026 - 19:22 WIB

Verified by MonsterInsights