Desas-Desus Pemetaan Desa Kategori Kemiskinan Ekstrim di Sumenep Mulai Disorot

- Editorial Team

Rabu, 6 April 2022 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nampak dari depan kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sumenep. ©istimewa

Nampak dari depan kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sumenep. ©istimewa

SUMENEP – Desas-desus pemetaan Desa masuk kategori kemiskinan ekstrim di Kabupaten Sumenep, Madura, yang tersebar di lima Kecamatan mulai disorot oleh publik di Kota Keris.

Seperti hal dikatakan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, H. Yayak Nurwahyudi, bahwa terdapat lima Kecamatan yang termasuk dalam kategori tersebut diantaranya Arjasa, Batang-Batang, Pragaan, Lenteng, dan Sapeken.

Tentunya sebagai langkah terbebas dari kemiskinan ekstrim, sebagaimana dilansir dari media online harianjatim.com, bahwa pemerintah daerah akan memberikan bantuan kepada masyarakat di Desa yang masuk dalam kategori tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bantuan kepada masyarakat untuk penyalurannya dilakukan secara bertahap dan semua bantuan targetnya bisa mengatasi kondisi yang terjadi di tengah masyarakat,” kata H. Yayak kepada awak media harianjatim.com, Selasa (25/1/2022).

Pemetaan desa kategori kemiskinan ekstrim yang tersebar di lima Kecamatan itu mulai menjadi perbincangan hangat Jurnalis yang tergabung di Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak di Raas, Tokoh Pemuda Sindir Pemerintah Sumenep

Pasalnya, Pemetaan Desa kategori kemiskinan ekstrim tidak sesuai dengan LKjIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) Tahun 2020 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumenep.

Berdasarkan data yang dikantongi para jurnalis trotoar itu menunjukkan, bahwa di Kabupaten Sumenep sudah tidak ada lagi nama desa yang berstatus tertinggal ataupun desa sangat tertinggal.

Baca Juga :  NK Dianiaya Mantan Suami, Upaya Pelaporan Terkendala Syarat Saksi

Kendati demikian, langkah Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk pemetaan terhadap sejumlah desa kategori kemiskinan ekstrim yang tersebar di lima Kecamatan itu mulai dipertanyakan.

“Melihat data LKjIP Dinas terkait, pemetaan terhadap desa katagori miskin ekstrem yang terseber di lima Kecamatan di Kabupaten Sumenep ini patut kita pertanyakan,” ujar Ach. Zaini, Selasa (5/4), Kabiro Sumenep media radarpostnasional.com.

Jika merujuk pada LKjIP Tahun 2020 Dinas PMD Kabupaten Sumenep, kata Zaini, laporan tersebut menunjukkan tabel klasifikasi kemajuan dan kemandirian.

“Jadi sejumlah desa yang masuk kategori kemiskinan ekstrim yang konon katanya tersebar di lima Kecamatan ini, kami kira perlu dijelaskan secara detail pemetaannya seperti apa,” tukasnya.

Sebab, sambung dia, status desa tersebut juga berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2020 yang juga dikeluarkan Dinas PMD Kabupaten Sumenep sebagaimana tertuang di LKjIP tersebut.

“Jadi ini ke depan, tidak menutup kemungkinan akan menyangkut anggaran atau bantuan dari Pemerintah, dan ini juga menyangkut dengan LKjIP itu,” tandasnya.

(Hingga berita ini ditayangkan, okedailycom masih belum berhasil mendapatkan keterangan resmi dari pihak instansi terkait, guna memenuhi verifikasi dan keberimbangan produk jurnalistik) 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung
Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda
Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara
Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya
Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar
5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026
AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah
Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Related News

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:10 WIB

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar

Latest News

Sejumlah nelayan Pulau Sapudi duduk bersama. Mereka tampak serius berdiskusi. Ekspresi wajah khawatir dan cemas terlihat. Suasana menggambarkan keresahan warga terkait proyek MS2-2 Medco Energi. ®okedaily.com [Hasan Al-Hakiki]

Ekonomi Bisnis

MS2-2 Medco Energi, Nelayan Pulau Sapudi Dicuekin?

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:40 WIB

Mochlis Al-bath, Tokoh Pemuda Sholawat Juruan Daya. ®okedaily.com

Kopini

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:30 WIB

Antusias pengunjung pada momen Gebyar Paud Gayam, menjadi berkah bagi UMKM setempat. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:10 WIB