Kisah Lawas Soekarno di Arab Saudi Kembali Viral

- Editorial Team

Sabtu, 30 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Soekarno alias Bung Karno ziarah ke makam Rasulullah. ©foto/istimewa

Saat Soekarno alias Bung Karno ziarah ke makam Rasulullah. ©foto/istimewa

okedaily.com – Sebuah kisah lawas para petinggi Indonesia memang menarik diperbincangkan, hitung-hitung mengenang sejarah dan jasanya.

Salah satunya kisah lawas dari sang proklamator sekaligus Presiden Republik indonesia (RI) pertama, Ir. Soekarno.

Melalui unggahan Instagram @sandiwara pemuda dikisahkan, Soekarno merangkak di depan makam Nabi Muhammad SAW.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kisah Soekarno membuat takjub Raja Saud ketika berkunjung ke Arab Saudi,” tulis dalam video itu.

Wahai Raja (Saud, red), di manakah letak Nabi Muhammad SAW?” tanya Soekarno.

Kemudian Raja Saud menunjukkan makam itu. Ia dibikin kagum dengan sikap Soekarno, di depan makam Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga :  Kecam Sikap Keji Mantan Kades Batuampar, Jatim Progress Akan Demo di Mabes Polri

Lepas Atribut dan Merangkak

Cerita Soekarno yang merangkak di depan makam Nabi Muhammad SAW, mulanya diceritakan oleh Sayyid Husein Muthahar.

Ia adalah seorang tokoh yang banyak menciptakan lagu-lagu perjuangan seperti lagu Hari Merdeka, Syukur, hingga Hymne Pramuka.

Soekarno disebut melepaskan seluruh atribut dan pangkat yang menempel di bajunya, pada kisah yang kembali viral di media sosial itu.

Baca Juga :  Ipungnga Marsuk : BK DPRD Gugat Saja Kempalan ke Pengadilan

Sikap Soekarno tersebut yang kemudian membuat bingung Raja Saud. “Kenapa Anda melakukan itu?” tanya sang raja.

Soekarno kemudian menjawab, bahwa yang di makam adalah sosok yang pangkatnya jauh lebih tinggi.

“Yang di sana itu Rasulillah, pangkatnya jauh lebih tinggi dari kita,” ujarnya.

Sembari begitu, Soekarno pun kemudian berjongkok dan merangkak mendekati makam Nabi Muhammad SAW.

Kisah Soekarno alias Bung Karno yang kembali viral itu tentu mendapat berbagai respon dari netizen.

Bung Karno adalah presiden dengan adab dan akhlak yang baik,” komen warganet.

“Alfatihah buat para pendahulu,” tulis warganet di kolom komentar.

“Idolaku Bung Karno, tapi tidak dengan keturunannya,” imbuh warganet lain.

“Walau banyak khilaf dan salah, namun saya yakin Bung Karno Husnul Khotimah. Insha Allah Husnul Khotimah, terbukti ia meninggal dalam kondisi baik, di salatkan oleh ulama yang hebat pula. Yakni Buya Hamka,” timpal warganet lain.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting
KMMB Sumut Desak Polri Usut Dugaan Beroperasinya Diskotek Blue Night di Langkat
Kerum DPP HBB Apresiasi Polda Sumut, Serukan Stop Ujaran Kebencian
Terungkap Kasus Narkoba di Lapas Labuhan Bilik, Berikut Tuntutan KMMB Sumut
Yonif TP 931/KJ Siap Dukung Program Pemerintah dan Perkuat Ketahanan Pangan
Sinergi Ponpes Al-islamiyah Pakondang Bersama Yonif TP 931/KJ Sukseskan Kemah HIMMAH ke-51
Hima Persis Jakarta Dorong Polda Metro Jaya Tegakkan Hukum Terhadap Koruptor
RSUD Moh Anwar Siapkan Kompensasi Jika Pelayanan Kesehatan Tak Sesuai SOP

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:37 WIB

PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:32 WIB

KMMB Sumut Desak Polri Usut Dugaan Beroperasinya Diskotek Blue Night di Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:59 WIB

Kerum DPP HBB Apresiasi Polda Sumut, Serukan Stop Ujaran Kebencian

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:14 WIB

Terungkap Kasus Narkoba di Lapas Labuhan Bilik, Berikut Tuntutan KMMB Sumut

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:01 WIB

Yonif TP 931/KJ Siap Dukung Program Pemerintah dan Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

Pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam menyelaraskan dua model kepemimpinan, politik dan birokrasi. Ketidakjelasan batas peran berpotensi menimbulkan konflik kebijakan dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Sehingga, diperlukan regulasi dan budaya kerja yang mampu menjembatani kepentingan politik dengan profesionalitas birokrasi. ©okedaily.com/ist

Kopini

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:54 WIB