KPU Sumenep Sedang Tidak Sehat? Aktivis Kota Keris Soroti Kejanggalan Ini

- Redaksi

Rabu, 8 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor orderan demokrasi. ©Okedaily.com/Ilustrasi

Kantor orderan demokrasi. ©Okedaily.com/Ilustrasi

OKEDAILY, MADURA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, akhir-akhir ini menjadi sorotan dari kalangan Aktivis, Pemuda, Media dan Masyarakat Sumenep pada umumnya.

Mulai dari dugaan adanya orderan demokrasi, remedi ujian nasional, penerapan kolusi korupsi dan nepotisme (KKN), intervensi oknum dewan hingga pelanggaran kode etik. Semuanya menjadi topik hangat di Kota Keris.

Awal mula mencuatnya dugaan itu karena ditemukan kejanggalan KPU Sumenep pada perekrutan Panita Pemungutan Suara (PPS).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu yang memantik aktivis Gempar, Moh Nor menyoroti kinerja KPU Sumenep. Ia mempertanyakan kemana sebenarnya arah demokrasi ini? Remedi Ujian Nasional 2024; Free Order Demokrasi di KPU.

Baca Juga :  Pasar Bekas Terminal Dikunjungi Presiden Jokowi Seusai Resmikan Bandara Trunojoyo

“Jangan memakai alasan prosedural atau bagaimana pun. Seharusnya KPU Sumenep menyampaikan kelalaiannya terlebih dahulu sebelum keputusan itu dikeluarkan lagi,” ungkapnya, Minggu (15/1/2023), kepada awak media.

Disusul pernyataan Wakabid Hukum Dan HAM DPD KNPI Jatim, Nur Faisal menyampaikan KPU Sumenep disinyalir bermain-main dalam membuat surat keputusan yang berisi suatu ketetapan.

“Semestinya KPU Sumenep dapat memberikan kepastian hukum terkait semua produk hukum yang dikeluarkan seperti surat keputusan ketetapan hasil seleksi tes tulis calon PPS, tapi ternyata justru memberikan fakta yang kurang baik bahkan cenderung anarkis secara hukum dan provokatif secara sosial,” ujarnya, Senin (16/1/2023).

Baca Juga :  Carut Marut Perbup Sumenep Modal Suket Lolos Jadi Cakades

Peryataan kedua aktivis asal Sumenep tersebut disambut GMNI Cabang Sumenep dengan cara geruduk Kantor KPU Sumenep, sebagai bukti pengawalan akan matinya demokrasi yang diciptakan pada perekrutan PPK dan PPS di Pemilu 2024 mendatang.

Sang orator, Faiz dalam orasinya menuturkan bahwa dalam surat perubahan yang dikeluarkan oleh KPU Sumenep itu, terdapat 23 orang yang ditambahkan sebagai peserta lolos tertulis, sehingga menimbulkan spekulasi negatif ditengah masyarakat kaya migas, Sumenep.

“Hal ini perlu dicurigai, kebijakan KPU Sumenep atas surat perubahan yang dikeluarkannya tersebut akibat ada pesanan kekuasaan, KPU beralasan bahwa 23 orang yang ditambahkan sebagai peserta yang lulus tertulis mempunyai nilai tes yang sama dengan 2.755 lainnya yang diumumkan pada surat pertama. Padahal nilai peserta calon PPS tidak pernah diumumkan ataupun dipublish,” katanya, Kamis (19/1/2023).

Baca Juga :  DPMD Penuhi Panggilan Polres Sumenep Atas Laporan Eks Panitia Pilkades Sapeken

Kendati begitu, Jatim Progres serta Serikat Aktivis Independen (SAI) juga turut berkomentar akan carut-marutnya kondisi politik yang dilakukan KPU Sumenep dengan melakukan aksi demonstrasi di Gedung DKPP RI, Jl. M.H. Thamrin No.14, RT8/RW4, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam orasinya, koordinator aksi Syaifurrahman meminta DKPP tegas menindak komisioner KPU Sumenep yang diduga melanggar kode etik berdasarkan temuan di lapangan.

“Ada temuan di lapangan, bahwa untuk lolos PPK diduga harus nyogok Rp15-25 juta, dan PPS Rp3 -5 juta, dan ini menjadi rahasia umum yang harus mendapat atensi khusus dari DKPP,” katanya, Selasa (24/1/2023), dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Sementara Direktur Eksekutif SAI, Hamidi membeberkan bahwa ada lima calon PPS yang diloloskan sebagai anggota, dimana kelimanya tercatat sebagai anggota partai politik.

Baca Juga :  Polda Sumut Kerahkan 1.129 personel BKO Pengamanan Pilkades

Menurutnya, dari kelima anggota partai politik yang diloloskan itu, terdiri dari dua orang yang telah dilantik dan tiga orang tidak jadi dilantik sebagai anggota PPS.

Lebih lanjut ia menyebut nama kedua orang yang dilantik yakni Kusairi, Desa Romben Rana, Kecamatan Dungkek yang tercatat sebagai pengurus PKB, dan Imam, Desa Lapadaya, Kecamatan Dungkek yang juga tercatat sebagai pengurus partai politik yang sama.

“Adapun tiga nama yang tidak jadi dilantik yaitu A. Fatih Ridha, Desa Daramista, Kecamatan Lenteng dari PSI. Habibullah, Desa Tarebung, Kecamatan Gayam dari PBB, dan Qusyairi, Desa Pancor, Kecamatan Gayam dari PSI,” ungkapnya, Rabu (1/2/2023).

Baca Juga :  Gerindra Denpasar Setujui Tiga Ranperda Strategis, Gede Tommy Tekankan Penataan Utilitas dan Ketegasan Tata Ruang

Maka dari itu perlu untuk diketahui, hingga berita ini diterbitkan pewarta okedaily.com masih kesulitan mendapatkan tanggapan resmi Ketua KPU Sumenep, diduga nomor WhatsApp-nya telah diblokir.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD
De Gadjah dan Wayan Koster Bahas PSEL hingga Sekolah Rakyat Saat Makan Siang di Denpasar
Soal Pernyataan Saiful Mujani, Zulfikar: Indonesia Butuh Persatuan, Bukan Narasi Menjatuhkan Presiden
Anggota DPRD Sumenep Dorong Penambahan Armada Kapal Mudik ke Masalembu
Zulfikar Wijaya Serap Aspirasi Lintas Komunitas dalam Reses DPRD Bali
DPRD Sumenep Perketat Pengawasan Pengawasan Infrastruktur
Berangkat dari Konsultan Pembangunan, Affandi Siap Menuju Pancor Sejahtera
Peringati HUT Gerindra ke-18, Zulfikar Tegaskan Komitmen Kompak, Bergerak, Berdampak

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 14:59 WIB

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Selasa, 21 April 2026 - 10:40 WIB

De Gadjah dan Wayan Koster Bahas PSEL hingga Sekolah Rakyat Saat Makan Siang di Denpasar

Selasa, 7 April 2026 - 17:25 WIB

Soal Pernyataan Saiful Mujani, Zulfikar: Indonesia Butuh Persatuan, Bukan Narasi Menjatuhkan Presiden

Senin, 23 Februari 2026 - 13:41 WIB

Anggota DPRD Sumenep Dorong Penambahan Armada Kapal Mudik ke Masalembu

Senin, 23 Februari 2026 - 10:28 WIB

Zulfikar Wijaya Serap Aspirasi Lintas Komunitas dalam Reses DPRD Bali

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Terpantau, Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah, menghadiri Musancab 2026 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep. ©okedaily.com [foto: Mashudi Surahman]

Politik

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:59 WIB

I Gede Tommy Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar. Foto: AI

Berita

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

Minggu, 26 Apr 2026 - 09:44 WIB

Verified by MonsterInsights