Kritik Dul Siam terhadap Pengelolaan Dana Porprov 2024: Etis atau Kepentingan Kelompok?

- Redaksi

Rabu, 5 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (DPC AWDI) Kabupaten Sumenep, Rakib. ©Okedaily.com/Bang_dJ

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (DPC AWDI) Kabupaten Sumenep, Rakib. ©Okedaily.com/Bang_dJ

OkeDaily.com Dalam dinamika politik Kabupaten Sumenep, Madura, Wakil Ketua I DPRD setempat, Dul Siam, melontarkan kritik tajam terhadap pengelolaan keuangan daerah untuk bidang kepemudaan dan olahraga pada tahun sebelumnya.

Ia menyebut Disbudporapar Kabupaten Sumenep tak maksimal dalam pengelolaan dana miliaran rupiah yang dialokasikan untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2024 lalu.

Baca Juga :  Layanan IGD RSUD Moh Anwar Sumenep Prioritaskan Pasien Ikut Program UHC

Kritik tersebut masih muncul meskipun dana Porprov 2025 telah ketok palu menjelma dana hibah yang dikelola oleh KONI Kabupaten Sumenep, melalui pembahasan bersama Dinas terkait dalam forum Banggar DPRD Sumenep.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tentunya, langkah Pakde Dul Siam yang demikian menimbulkan pertanyaan mengenai etika politik dan potensi kepentingan internal di tubuh DPRD Sumenep, mengingat Ketua KONI Sumenep merupakan anggota legislatif, Sutan Hadi Tjahyadi dari Fraksi PDIP.

Kritik Dul Siam terhadap Pengelolaan Dana Porprov 2024: Etis atau Kepentingan Kelompok?
Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, H. Dul Siam. ©Okedaily.com [Dok. Humas DPRD Sumenep]
“Pada Porprov sebelumnya, anggaran dikelola langsung oleh Disbudporapar. Namun, setelah evaluasi, pengelolaannya dianggap kurang optimal. Oleh karena itu, pada Porprov 2025, KONI diberi mandat penuh untuk mengelola anggaran ini,” jelasnya, dikutip dari media locusjatim, Rabu (05/03).

Baca Juga :  Zulfikar DPRD Bali dan MAI Jalin Silaturahim di Bulan Suci

Lebih lanjut dikalimatkan politisi PKB tersebut, bahwa untuk pencairan dana akan dilakukan segera setelah Surat Keputusan (SK) dari Bupati Sumenep terbit. “Saat ini, SK hibah tersebut sedang dalam tahap finalisasi di Bagian Hukum Setkab Sumenep,” ungkapnya.

Hal tersebut senada dengan Politisi PKB yang menjabat Ketua DPRD Sumenep periode 2019-2024, H. Hamid Ali Munir, sebelumnya telah meminta KONI Sumenep untuk menggunakan dana hibah miliar rupiah tersebut sesuai porsi, terutama untuk persiapan Porprov Jatim.

Sementara Kepala Disbudporapar Sumenep, H. Moh. Iksan, juga membenarkan bahwa ketidakpastian sebelumnya itu disebabkan oleh tarik-ulur terkait mekanisme pengelolaan anggaran, antara Banggar DPRD dan pihak eksekutif.

Baca Juga :  Prediksi Perolehan Kursi Parpol dan Caleg Dapil 7 Sumenep, PPP dan Demokrat Selisih Tipis

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Sumenep mengalokasikan dana hibah keolahragaan sebesar Rp3,3 miliar untuk tahun 2025, dengan rincian Rp2 miliar untuk olahraga umum dan Rp1,3 miliar khusus untuk persiapan Porprov.

Dalam situasi ini, Ketua DPC AWDI Kabupaten Sumenep, Rakib, menilai Pakde Dul Siam tengah mengkritisi penempatan dan peruntukan keuangan daerah yang sudah cukup jelas arah pengelolaannya.

Melihat latarbelakang polemik tersebut serat akan kepentingan kelompok dan golongan, ia pun mempertanyakan profesionalisme antara pengelolaan keuangan daerah langsung oleh eksekutif dan KONI yang bernafas separuh legislatif itu.

Baca Juga :  Celoteh Fahri Hamzah Siap Jadi Capres, Pengamat: Lebih Cocok Jadi Cawapres Puan, Rebut Suara Pemilih Rasional

“Sudah bukan rahasia lagi dalam konteks kolektif kolegial, pimpinan DPRD memang sudah seharusnya bekerja secara harmonis dan saling mendukung dalam menjalankan fungsi legislatif,” ujar Rakib.

Menurutnya, kritik yang dilontarkan oleh Pakde Dul Siam, meskipun mungkin didasarkan pada keprihatinan terhadap transparansi dan akuntabilitas, dapat dilihat sebagai tindakan yang kurang etis jika tidak disampaikan melalui mekanisme yang telah disepakati.

“Hal ini berpotensi menimbulkan persepsi adanya main mata di antara anggota DPRD, yang dapat mengganggu kinerja lembaga secara keseluruhan,” katanya.

Kritik terbuka yang disampaikan oleh Wakil Ketua I DPRD Sumenep terhadap pengelolaan dana Porprov 2024, meskipun mungkin didasari oleh niat untuk memastikan transparansi, menimbulkan pertanyaan mengenai etika politik.

“Untuk menjaga integritas dan efektivitas lembaga, sebaiknya perbedaan pendapat diselesaikan melalui mekanisme forum yang ada, guna menghindari persepsi negatif di mata publik,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

De Gadjah dan Wayan Koster Bahas PSEL hingga Sekolah Rakyat Saat Makan Siang di Denpasar
Soal Pernyataan Saiful Mujani, Zulfikar: Indonesia Butuh Persatuan, Bukan Narasi Menjatuhkan Presiden
Anggota DPRD Sumenep Dorong Penambahan Armada Kapal Mudik ke Masalembu
Zulfikar Wijaya Serap Aspirasi Lintas Komunitas dalam Reses DPRD Bali
DPRD Sumenep Perketat Pengawasan Pengawasan Infrastruktur
Berangkat dari Konsultan Pembangunan, Affandi Siap Menuju Pancor Sejahtera
Peringati HUT Gerindra ke-18, Zulfikar Tegaskan Komitmen Kompak, Bergerak, Berdampak
HUT ke-18 Gerindra, Gus Yoga Tegaskan Soliditas Kader dan Komitmen Berjuang untuk Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 10:40 WIB

De Gadjah dan Wayan Koster Bahas PSEL hingga Sekolah Rakyat Saat Makan Siang di Denpasar

Selasa, 7 April 2026 - 17:25 WIB

Soal Pernyataan Saiful Mujani, Zulfikar: Indonesia Butuh Persatuan, Bukan Narasi Menjatuhkan Presiden

Senin, 23 Februari 2026 - 13:41 WIB

Anggota DPRD Sumenep Dorong Penambahan Armada Kapal Mudik ke Masalembu

Senin, 23 Februari 2026 - 10:28 WIB

Zulfikar Wijaya Serap Aspirasi Lintas Komunitas dalam Reses DPRD Bali

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:22 WIB

DPRD Sumenep Perketat Pengawasan Pengawasan Infrastruktur

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights