Masalah Klasik terbesar Kota Denpasar MBS Macet, Banjir Hingga Sampah

- Editorial Team

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

I Gede Tommh Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar Fraksi Gerindra.

I Gede Tommh Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar Fraksi Gerindra.

OkeDaily.com – Sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan pariwisata di Pulau Bali, Kota Denpasar terus menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan dan penataan perkotaan.

Terdapat tiga persoalan utama yang kini menjadi sorotan masyarakat adalah masalah sampah, banjir, dan kemacetan, yang dinilai perlu mendapat penanganan serius dan berkelanjutan dari pemerintah daerah.

Anggota DPRD Denpasar Fraksi Gerindra, I Gede Tommy Sumertha, mengatakan bahwa pertumbuhan kota yang pesat harus diimbangi dengan pengelolaan infrastruktur dan lingkungan yang lebih baik agar kualitas hidup masyarakat tetap terjaga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kota Denpasar. Meningkatnya aktivitas masyarakat serta pertumbuhan sektor pariwisata berdampak pada bertambahnya volume sampah setiap hari.

Baca Juga :  Zulfikar Wijaya Hadiri Isra Mi’raj di Suwung, Tampilkan Simbol Persaudaraan Banser Pecalang
Sampah di Kota Denpasar. Foto: Radarbali

“Pengelolaan sampah harus dilakukan secara terpadu, mulai dari pengurangan di sumber, pengolahan berbasis masyarakat hingga pemanfaatan teknologi seperti waste to energy. Kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan kota,” ujar Tommy Politisi Gerindra ini.

Selain sampah, banjir juga menjadi isu yang kerap muncul terutama saat musim hujan. Genangan air masih terjadi di sejumlah titik di Kota Denpasar.

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti sistem drainase yang belum optimal, penyumbatan saluran air akibat sampah, serta berkurangnya daerah resapan air.

Banjir di Kota Denpasar. Foto: Antara

Tommy menilai perlu adanya upaya penataan sistem drainase secara menyeluruh, termasuk normalisasi sungai dan pembangunan fasilitas resapan air di kawasan perkotaan.

Baca Juga :  Zulfikar Wijaya DPRD Bali Hadiri Halal bi Halal Muslimat NU Bali

“Penanganan banjir tidak bisa hanya bersifat sementara. Diperlukan perencanaan yang terintegrasi antara pembangunan drainase, penataan sungai, serta perlindungan kawasan resapan air agar tidak terjadi alih fungsi lahan yang berlebihan,” jelasnya.

Sementara itu, kemacetan lalu lintas juga menjadi tantangan yang semakin terasa seiring meningkatnya jumlah kendaraan dan mobilitas masyarakat di Kota Denpasar.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada waktu tempuh perjalanan, tetapi juga berpengaruh pada kenyamanan dan produktivitas warga.

Ilustrasi kemacetan. Foto: kompas.com

Untuk mengatasi hal tersebut, ia menilai pemerintah perlu terus melakukan berbagai langkah strategis seperti pembangunan infrastruktur jalan, rekayasa lalu lintas, penyediaan kantong parkir, hingga pengembangan transportasi massal yang lebih efektif.

Baca Juga :  Reformasi ke-63 PMII, Pengusaha Muda Islam Indonesia?

“Solusi kemacetan harus dilakukan secara bertahap dan terencana. Selain pembangunan infrastruktur, pengaturan lalu lintas serta pembatasan kendaraan di kawasan tertentu juga perlu menjadi bagian dari kebijakan transportasi kota,” katanya.

Tommy menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi berbagai persoalan perkotaan tersebut.

“Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali harus mampu menjadi kota yang tertata, bersih, dan nyaman. Karena itu, semua pihak harus bersama-sama menjaga lingkungan dan mendukung kebijakan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah strategis yang dilakukan, diharapkan Kota Denpasar mampu menghadapi tantangan perkotaan sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan, lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat.

Facebook Comments Box

Penulis : Alfin Syaifullah

Editor : Andrean Masrofie

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Resmi Dilantik, Misyal B. Achmad Dorong Advokat Berintegritas dan Berkeadilan
Pohon Asam Terus Dibabat, Warga Gendang Barat Menjerit Kekeringan
Stand Bappeda Sumenep Juara MCF 2026, Arif: Ini Buah Kekompakan dan Semangat Pengabdian
Rakor DPW AWDI Jakarta, Matangkan Persiapan Pelantikan pada Oktober 2026
Hashim Djojohadikusumo: Pers Harus Jadi Benteng Lawan Hoaks di Era Media Sosial
Presiden Prabowo Subianto Luncurkan Program PLTS 100 GWp di Bali
GMNI Sumenep Sentil Politisi PDIP: Rakyat Kepulauan Butuh Anggaran, Bukan Ganti Nama
Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Related News

Minggu, 6 September 2026 - 09:34 WIB

DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Resmi Dilantik, Misyal B. Achmad Dorong Advokat Berintegritas dan Berkeadilan

Minggu, 6 September 2026 - 06:47 WIB

Pohon Asam Terus Dibabat, Warga Gendang Barat Menjerit Kekeringan

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Rakor DPW AWDI Jakarta, Matangkan Persiapan Pelantikan pada Oktober 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Hashim Djojohadikusumo: Pers Harus Jadi Benteng Lawan Hoaks di Era Media Sosial

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Presiden Prabowo Subianto Luncurkan Program PLTS 100 GWp di Bali

Latest News

Direktur Pusat Kajian Strategis Governansi Digital Inklusif, Prof. Dr. Taufiqurokhman, S.H., A.Ks., S.Sos., M.Si. ®okedaily.com [foto: istimewa]

Kopini

Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa

Jumat, 4 Sep 2026 - 10:27 WIB