OkeDaily.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan melalui dapur atau satuan pelayanan pemenuhan gizi, lazim disebut SPPG, berlokasi di Desa Pordepor Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, menuai kritik dari wali murid MI Tarbiyatul Athfal.
SPPG tersebut diketahui berada dibawah naungan Yayasan Darul Arqom Batukerbuy. Bahkan berdasarkan informasi yang dihimpun Redaksi okedail.ycom, yayasan asal Kabupaten Pamekasan ini disinyalir memiliki 5 dapur MBG yang tersebar di Kabupaten Sumenep.
Dalam pelaksanaannya, kata wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, menu yang disajikan dinilai tidak sejalan dengan tujuan pemenuhan gizi, sehingga muncul dugaan adanya penyelewengan anggaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, para wali murid juga mengaku kecewa terhadap kualitas makanan yang diterima anak-anak mereka di sekolah, karena jauh dari standar gizi seimbang, dan menimbulkan kekhawatiran.
“Anak saya tidak menerima makanan yang layak. Tidak ada nasi hanya bihun, telur puyuh, tumisan, serta buah anggur biru yang kondisinya sudah lembek, dan diduga hampir busuk,” ungkapnya, Selasa (14/01).
Kondisi tersebut memantik pertanyaan serius mengenai pengawasan dan transparansi pengelolaan anggaran MBG. Jika kualitas makanan seperti itu terus terjadi, sambung dia, maka patut diduga ada persoalan dalam tata kelola dapur penyedia.
“Program ini dananya dari negara. Kalau yang sampai ke anak-anak justru memprihatinkan, wajar jika kami menduga ada penyelewengan,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menganggap SPPG Darul Arqom Batukerbuy tidak profesional mengelola dapur MBG, dan tidak bertanggung jawab dalam menjalankan program strategis nasional itu.
“Kami mendesak instansi terkait pengawas program MBG, serta aparat penegak hukum untuk turun langsung melakukan pengecekan lapangan dan audit menyeluruh, agar polemik ini terang benderang,” tandanya.
Kendati itu MBG diharapkan benar-benar dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Apabila terbukti ada penyelewengan, ia menilai hal ini telah mencederai tujuan program Presiden Prabowo.
“Kami menilai praktek ini juga berpotensi membahayakan kesehatan serta masa depan gizi anak-anak sekolah,” tutupnya.
Untuk diketahui, Redaksi okedaily.com akan melakukan upaya konfirmasi dalam rangka keberimbangan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Yayasan Darul Arqom Batukerbuy selalu SPPG yang mendistribusikan MBG ke MI Tarbiyatul Athfal.









