Berdasarkan informasi yang dihimpun, mekanisme permainan tersebut mengharuskan pengunjung membeli satu mangkuk berisi enam bola dengan harga Rp10 ribu. Bola kemudian dilempar ke arena yang berisi sejumlah kotak hadiah.
Apabila bola masuk ke kotak yang telah ditentukan, peserta berhak memperoleh hadiah sesuai keterangan yang tertera. Namun, sebagian besar bola yang dilempar tidak masuk ke kotak hadiah.
Hadiah yang dipajang di antaranya sepeda gunung, kompor gas, peralatan rumah tangga, serta berbagai barang elektronik yang menarik perhatian pengunjung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penyelenggaraan festival dalam mencapai tujuan utamanya, yakni mempromosikan produk unggulan desa dan memperkuat pemasaran UMKM lokal.
Sejumlah pihak menilai keberadaan stand permainan berhadiah justru lebih mendominasi perhatian masyarakat dibandingkan pameran produk UMKM.
Sebelumnya, Rubaru Agro Wisata Fest 2026 juga disorot karena stand UMKM milik Desa Pakondang, dibiarkan kosong hingga dimanfaatkan sebagai tempat parkir kendaraan pengunjung.
Padahal, festival yang masuk dalam Kalender Event Sumenep 2026 tersebut merupakan agenda Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mendorong promosi potensi desa, memperkuat pelaku UMKM, serta mengembangkan sektor pariwisata.
Penulis : Habi JR
Editor : Firman Rusyadi
Sumber Berita: Okedailycom
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















