Sepatu Tua Guru Honorer dan Surat Terbuka untuk Menteri Nadiem Makarim

- Editorial Team

Minggu, 19 September 2021 - 01:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Okedaily.com – Kisah pilu tentang perjuangan Guru Honorer yang ditulis oleh seorang perempuan bernama Novi Khassifa, pengawas ruang PPPK TUK SMKN 1 Praya, Nusa Tenggara Barat, Viral di berbagai media sosial.

Berbentuk surat terbuka, Novi membagikan tulisannya tentang Guru Honorer berusia senja, yang mengikuti tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui akun Facebook miliknya @Bintu Nahl.

Guru honorer yang sudah berusia 57 tahun dan berasal dari Kabupaten Tulung Agung, Jawa Timur tersebut, diketahui tak lolos tes menjadi Guru dengan status PPPK baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Surat terbuka tentang Guru honorer yang ditujukan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim itu, diklaim Novi ditulisnya dengan berurai air mata.

Diawali Dengan Sepatu Tua

“Yang terhormat, Mas menteri Nadiem Makarim. Tak adakah rasa ngilu di dalam dada mas menteri melihat sepatu tua yang lusuh ini? Memang benar sepatu tua ini terlihat bermerek, tetapi tahukan ini hanya sepatu loak apkiran,” tulis Novi.

Baca Juga :  Pemda Sumenep Belum Ramah Penyandang Disabilitas

Novi menjelaskan, sepatu itu telah dipakai bertahun-tahun oleh si empunya. Seorang guru dengan pakaian putih lusuh dan celana hitam yang warnanya sudah tak hitam lagi karena pudar.

Novi melanjutkan, mendekati usia senja ia masih setia mengajari anak-anak di pelosok negeri ini membaca dan mengeja. Meski saat itu ia putus pengharapan untuk mendapatkan hidup yang lebih layak.

“Beliau tetap semangat. Tak sekedar mengajar tetapi mendidik. Gaji di bawah lima ratus ribu sungguh tak cukup untuk makan sebulan. Apalagi untuk membeli sepatu. Terpaksa di saat pulang mengajar beliau mencari pendapatan tambahan sebagai pekerja serabutan,” papar Novi.

Secercah Harapan Hancur Oleh Passing Grade

Baca Juga :  PJJ Kesempatan Guru Kepulauan Sumenep Mudik

Menurut Novi, tahun ini Nadiem memberikan secercah harapan untuknya. Program PPPK yang memberikan harapan kehidupan yang lebih layak.

“Tetapi tahukah mas menteri? soal-soal yang mas menteri berikan hanya teori belaka saja. Tak sebanding dengan praktik pengabdian berpuluh-puluh tahun lamanya. Soal-soal yang membuat beliau terseok-seok ketika memegang mouse dan membuat kepalanya pening,” urai Novi.

“Akhirnya, passing grade pun tak diraih. Pecahlah tangis beliau di dalam hati. Terlihat jelas ketika nilai-nilai itu terpampang di layar monitor. Beliau terdiam seribu bahasa. Entahlah, apa yang dipikirkan. Melihatnya sayapun ikut terisak,” tutur Novi.

Sepatu Tua Akan Jadi Saksi di Surga

“Memang benar beliau tak secerdas, sejenius, sekreatif mas menteri. Tetapi beliaulah yang menjadi pelita di tengah gulita buta aksara di pelosok negeri,” imbuh Novi.

Sepatu Tua Guru Honorer dan Surat Terbuka untuk Menteri Nadiem Makarim
Photo/@Novi

Bagi Novi, guru tersebut tak pandai teknologi, tetapi tanpa teknologi ia mampu membuat anak-anak negeri ini merangkai kata dari A hingga Z. Ia juga mampu membuat anak berhitung hal-hal dasar untuk memahami hidup.

Baca Juga :  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

“Memang benar para muridnya sebagian besar menjadi TKI dan TKW. Tapi tahukah mas menteri, bukankah mereka juga merupakan pahlawan penghasil devisa negara tercinta ini? Beliau mempunyai andil yang besar dalam membangun negeri tercinta ini,” kata Novi lagi.

Novi berharap Nadiem Makarim memberikan keringanan untuk melihat guru itu agar bisa menikmati masa tua dengan sepatu dan kehidupan yang layak. “Tak usah diperumit,” harap Novi.

“Jika tidak ada kebijakan untuk mengangkat derajat mereka, setidaknya di surga besok sepatu ini akan menjadi saksi bahwa ilmu yang beliau ajarkan sangat bermanfaat untuk keberlangsungan umat,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Dugaan Kejanggalan Penyidikan Kasus DF, Prosedur Hukum Polisi Disoal
Kasus Saling Lapor di Polsek Nonggunong Disorot, Diduga Ada Permainan?
Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Sumenep Dorong Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi
Badrul Aini Desak Bupati Sumenep Dan Gubernur Jatim Bersuara: Jangan Samakan Sapeken Dengan Daratan Jawa!
SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti

Related News

Minggu, 1 November 2026 - 23:44 WIB

Dugaan Kejanggalan Penyidikan Kasus DF, Prosedur Hukum Polisi Disoal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Kasus Saling Lapor di Polsek Nonggunong Disorot, Diduga Ada Permainan?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Sumenep Dorong Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Badrul Aini Desak Bupati Sumenep Dan Gubernur Jatim Bersuara: Jangan Samakan Sapeken Dengan Daratan Jawa!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB