Bupati Sampang Terindikasi Rendahkan Kejaksaan dan Polisi

- Redaksi

Jumat, 19 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi [okedaily.com / IST]

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi [okedaily.com / IST]

Okedaily.com, Sampang – Usai rendahkan tokoh agama, kini Bupati Sampang, H Slamet Junaidi kembali bersensasi dengan melontarkan pernyataan yang terdengar seolah para penegak hukum berada dalam kendali kekuasaannya.

Pernyataan yang terindikasi melemahkan kinerja aparat penegak hukum di Sampang itu terdengar lantang dan menjadi konsumsi publik disaat acara sosialisasi Perbup penghapusan Pilkades selama satu periode di Kota Bahari.

“Di sini ada kejaksaan dan polisi saya perintahkan, dan saya minta ke Forkopimda ketika di situ ada jual beli jabatan atau Pj nanti penjarakan,” ucap Bupati saat membuka acara sosialisasi Perbup pilkades.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Sampang saat sosialisasi juga menyatakan bahwa penundaan Pilkades tidak ada unsur kepentingan politik pribadi, karena dirinya tidak ambisius untuk menjadi Bupati Sampang

“Saya ini kebenaran dari orang susah, bisa menjadi Bupati sedikitpun niat tidak pernah ada, apa lagi cita cita,” celotehnya.

Pernyataan itu kembali mendapat tanggapan dari R. Aulia Rachman yang masih konsisten dan satu -satunya Anggota DPRD Sampang yang berani bersuara lantang ke publik untuk tetap mengkritisi berbagai kebijakan dan pernyataan Bupati Sampang yang dianggap kurang berpihak ke masyarakat. Bahkan acara sosialisasi Perbup penundaan pilkades disebut sebagai acara seremonial belaka.

“Itu acara sosialisasi apa seremonial kok seperti merendahkan APH di Sampang dan bahasanya belepotan begitu, apa tidak malu didengar masyarakat luas,” ungkapnya penuh tanda tanya. Jumat (19/11).

Aulia Rachman menuding Bupati Sampang hanya mau mendengar sanjungan dan puja puji semata, namun enggan menerima saran dan kritikan terkait berbagai kebijakannya yang kurang berpihak terhadap rakyat. Sejumlah kritikan dari berbagai elemen dianggapnya hanya sebagai pembuat gaduh.

“Bupati katanya welcome menerima masukan demi Sampang, tapi kenapa setelah membuka acara sosialisasi langsung meninggalkan tempat. Apa nyalinya belum siap atau khawatir dipermalukan di depan undangan yang hadir.

Kalau nyalinya belum siap berdialog secara terbuka tentang penghapusan pilkades satu periode ini tidak usah berkoar supaya tidak semakin dianggap arogan dan ngotot untuk kepentingan dua periodenya,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FKM UIN Sumut Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mitigasi Risiko
SMSI Dukung Asosiasi Dosen Indonesia Perjuangkan Kelayakan Gaji
Rakor PPM 2026, Bupati Wongsojudo Dorong Pembangunan Tepat Sasaran di Kepulauan
Wabup Imam Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Generasi Unggul di Kota Keris
Bupati Wongsojudo Dorong Digitalisasi PAD, Perkuat Pemetaan Pajak dan Retribusi
Wabup Imam: Jemaah Haji Jaga Fisik dan Mental Selama di Tanah Suci
SMK Negeri 2 Seririt Meriahkan HUT ke-19 dengan Lomba dan Baksos
Perkuat Budaya Sadar Hukum, Pemprov Jatim dan Pemkab Sumenep Gelar Penyuluhan

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:33 WIB

FKM UIN Sumut Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mitigasi Risiko

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:19 WIB

SMSI Dukung Asosiasi Dosen Indonesia Perjuangkan Kelayakan Gaji

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:31 WIB

Rakor PPM 2026, Bupati Wongsojudo Dorong Pembangunan Tepat Sasaran di Kepulauan

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:24 WIB

Wabup Imam Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Generasi Unggul di Kota Keris

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:16 WIB

Bupati Wongsojudo Dorong Digitalisasi PAD, Perkuat Pemetaan Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru

Dok. Fauzi As. ©Okedaily.com

Kopini

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:10 WIB