OkeDailycom – Perwakilan pelaku UMKM Warung Madura di Bali menggelar pertemuan dengan anggota DPRD Provinsi Bali untuk menyampaikan aspirasi terkait perizinan bahan bakar minyak (BBM), stabilitas harga, dan penguatan distribusi usaha mikro. Pertemuan berlangsung di Coffee Zen Central Park Kuta, Minggu (16/2/2026).
Sebanyak sembilan perwakilan Warung Madura berdiskusi langsung dengan Zulfikar, anggota DPRD Provinsi Bali. Agenda utama mencakup kemudahan akses BBM untuk operasional warung, terutama di wilayah pedalaman, serta strategi penguatan kelembagaan agar pelaku usaha dapat naik kelas dari pengecer menjadi bagian dari rantai distribusi.
Pertemuan ini diinisiasi oleh Ust Junaidi Al Manduriy bersama Fawaid Alwan, Saini, Husen, dan rekan-rekan dalam wadah PWPLPBHI. Dalam pemaparannya, Ust Junaidi menyebut jumlah Warung Madura di Bali diperkirakan mencapai sekitar 9.000 unit berdasarkan data tiga tahun terakhir. Namun, menurutnya, lemahnya konsolidasi modal dan distribusi membuat pelaku usaha kesulitan mengendalikan harga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mendorong pembentukan agen atau supplier berbasis komunitas agar usaha bisa lebih efisien dan berdaya saing,” ujarnya.
Saini Tamgir menyoroti persoalan perizinan pembelian BBM di SPBU untuk kebutuhan warung, khususnya di desa-desa yang kerap menjadi penopang kebutuhan harian warga. Ia menilai warung kecil memiliki peran vital dalam menjaga ketersediaan barang pokok.
Menanggapi aspirasi tersebut, Zulfikar menyatakan apresiasinya atas inisiatif dialog di hari libur nasional. Ia meminta komunitas Warung Madura membentuk asosiasi resmi agar aspirasi dapat difasilitasi secara kelembagaan.
“Isu BBM akan kami bawa ke pembahasan DPRD. Untuk stabilitas harga, kami siap membantu opsi penyediaan gudang bersama guna menjaga stok beras, gula, minyak, dan kebutuhan pokok lainnya,” katanya.
Zulfikar menambahkan, penguatan kelembagaan UMKM dinilai penting agar pelaku usaha kecil memperoleh kepastian usaha dan perlindungan kebijakan.
Pertemuan di Kuta tersebut diharapkan menjadi langkah awal konsolidasi UMKM Warung Madura di Bali menuju usaha yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Penulis : Redaksi
Editor : Andrean Masrofie









