Bantah Isu Tebang Pilih, Gerindra Bali Konsisten Berbagi Saat Galungan dan Idul Adha

- Editorial Team

Sabtu, 30 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Geridra Bali saat menyerahkan hewan qurban kepada saudara-saudara Muslim menjelang Hari Raya Idul Adha di Yayasan De Gadjah Center, (27/05). Foto: Okedaily.com/Istimewa

Geridra Bali saat menyerahkan hewan qurban kepada saudara-saudara Muslim menjelang Hari Raya Idul Adha di Yayasan De Gadjah Center, (27/05). Foto: Okedaily.com/Istimewa

DENPASAR, Okedaily.com – Isu yang menyebut Partai Gerindra Bali hanya berbagi hewan qurban saat Idul Adha namun tidak peduli pada momentum Hari Raya Galungan dibantah jajaran Partai Gerindra Bali. Gerindra menegaskan bahwa tradisi berbagi kepada masyarakat Hindu setiap menjelang Galungan sudah rutin dilakukan setiap tahun.

Isu tersebut muncul setelah adanya sejumlah komentar warganet pada unggahan akun Relawan De Gadjah terkait kegiatan qurban Gerindra Bali pada 27 Mei 2026. Salah satu akun Facebook bernama Maja Pait menulis komentar, “Galungan dan kuningan rakyat bali sing taen maan ape.”

Komentar lain dari akun Sudiarta Bhujangga menyebut, “Yg asli bali cukup dapat spanduk ucapan hari raya.” Sementara akun Wisniaruna mempertanyakan sumber pendanaan kegiatan tersebut dengan komentar, “Pake dana apa ini min?”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Denpasar yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Yoga Adi Putra alias Gus Yoga, menegaskan bahwa Gerindra merupakan partai nasionalis yang menghormati seluruh agama, budaya, dan tradisi masyarakat Bali.

Baca Juga :  Zulfikar, Anggota DPRD Bali, Buka Ruang Aspirasi untuk Masyarakat di Kantor DPRD Bali

“Gerindra tidak pernah membeda-bedakan masyarakat berdasarkan agama maupun keyakinan. Saat Idul Adha kami berbagi hewan qurban kepada umat Muslim, dan ketika Galungan kami juga rutin berbagi babi kepada masyarakat Hindu,” ujar Gus Yoga, Sabtu (30/5/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan sosial tersebut dilaksanakan melalui semangat gotong royong kader partai.

“Dana qurban saat Idul Adha dan berbagi babi saat Galungan memakai dana iuran kader atau gotong royong,” jelasnya.

Menurutnya, semangat gotong royong dan toleransi menjadi bagian penting dalam perjuangan Partai Gerindra di Bali. Tradisi berbagi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat persaudaraan antarumat beragama.

Ia menjelaskan, program berbagi babi menjelang Hari Raya Galungan terus berlangsung setiap tahun dan jumlahnya mengalami peningkatan. Pada tahun 2023, Gerindra Bali membagikan 119 ekor babi kepada masyarakat. Jumlah itu meningkat menjadi 125 ekor pada tahun 2024.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Pecalang, Zulfikar DPRD Bali: Penjaga Keamanan dan Adat Istiada Bali

Sementara pada April 2025 tercatat sebanyak 133 ekor babi dibagikan, dan pada November 2025 jumlahnya kembali meningkat mencapai sekitar 139 hingga 141 ekor babi.

“Ini bukti bahwa Gerindra hadir untuk semua masyarakat Bali. Kami ingin menjaga nilai kebersamaan, toleransi, dan semangat menyama braya yang sudah menjadi budaya di Bali,” katanya.

Penyerahan Babi menjelang Galungan dari tahun ke tahun oleh Gerindra Bali kepada masyarakat. Foto: Gerindra Bali

Selain berbagi saat Galungan, Gerindra Bali juga rutin menyerahkan hewan qurban menjelang Hari Raya Idul Adha kepada masyarakat Muslim di berbagai wilayah, termasuk di Kota Denpasar.

Gus Yoga menambahkan bahwa kegiatan sosial lintas agama tersebut merupakan implementasi nilai nasionalisme yang terus dijaga Partai Gerindra.

“Gerindra adalah partai nasionalis. Kami menghormati semua agama dan seluruh tradisi masyarakat Indonesia, khususnya di Bali yang memiliki keberagaman budaya dan keyakinan,” tegasnya.

Baca Juga :  Gerindra Denpasar Bersama Relawan De Gadjah Berbagi Ratusan Beras

Gus Yoga mengatakan semangat membantu masyarakat dan menjaga toleransi di Bali merupakan pesan yang terus disampaikan Ketua DPD Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah maupun Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Menurutnya, Gerindra harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun golongan.

“Bali dibangun dengan nilai kebersamaan dan toleransi. Karena itu Gerindra ingin selalu hadir membantu masyarakat, menjaga persaudaraan, dan merawat semangat menyama braya di Bali,” ujar Gus Yoga menyampaikan pesan De Gadjah.

Ia menambahkan, semangat gotong royong, saling membantu, dan menjaga toleransi antarumat beragama juga sejalan dengan nilai nasionalisme yang selama ini ditekankan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Menurut Gus Yoga, nilai tersebut terus dijaga dan diterapkan Partai Gerindra hingga ke daerah, termasuk di Bali yang memiliki keberagaman budaya dan keyakinan.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PC PMII Denpasar Dukung Komitmen Presiden Prabowo dalam Pemberantasan Korupsi
Ironis, Polresta Sumenep Gelar Acara Besar Tapi Tutup Pintu Untuk Wartawan
UPT Dukcapil Gayam Jebol Disabilitas di Pelosok Desa
Ada Gangguan Bicara? RSUD Moh Anwar Hadirkan Layanan Terapi Wicara
Warga Sumenep Bisa Berobat Gratis di RSUD Moh Anwar, Ini Syaratnya
Ground Breaking PSEL Denpasar Raya, Tommy Sumertha: Wujud Nyata Komitmen Presiden Prabowo Atasi Sampah di Bali
Sidang Korupsi BSPS Sumenep, Terdakwa Risky Pratama Dituntut 7 Tahun Penjara
Ribuan Massa Berdemo, Desak Gubernur Koster Jangan Hambat Program Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:04 WIB

PC PMII Denpasar Dukung Komitmen Presiden Prabowo dalam Pemberantasan Korupsi

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:40 WIB

Ironis, Polresta Sumenep Gelar Acara Besar Tapi Tutup Pintu Untuk Wartawan

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:48 WIB

UPT Dukcapil Gayam Jebol Disabilitas di Pelosok Desa

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:48 WIB

Ada Gangguan Bicara? RSUD Moh Anwar Hadirkan Layanan Terapi Wicara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:20 WIB

Warga Sumenep Bisa Berobat Gratis di RSUD Moh Anwar, Ini Syaratnya

Berita Terbaru

Pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam menyelaraskan dua model kepemimpinan, politik dan birokrasi. Ketidakjelasan batas peran berpotensi menimbulkan konflik kebijakan dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Sehingga, diperlukan regulasi dan budaya kerja yang mampu menjembatani kepentingan politik dengan profesionalitas birokrasi. ©okedaily.com/ist

Kopini

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:54 WIB