Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Politik

BANSER Potensi Jadi Presiden RI 2024

Avatar of Okedaily
2
×

BANSER Potensi Jadi Presiden RI 2024

Sebarkan artikel ini
BANSER Potensi Jadi Presiden RI 2024
Erick Tohir, Menteri BUMN RI.

Sumenep – Anggota Kehormatan Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) Erick Tohir, dinilai sebagai figur potensial untuk duduki kursi presiden tahun 2024.

Hal itu, dilansir dari pernyataan Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an yang menyebut ada dua figur yang potensial Calon Presiden dari klaster menteri.

Salah satunya adalah Menteri BUMN Erick Thohir, yang saat ini sudah dikukuhkan menjadi anggota kehormatan Banser.

Selain Erick, menurut Ali Rif’an, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, juga dinilai sangat potensi mencalonkan presiden tahun 2024.

Dua nama tersebut diketahui masuk dalam beberapa survei sosok figur di Pilpres 2024 mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ali Rif’an pada Sabtu (11/12), saat acara diskusi yang bertajuk “Dampak Elektoral Prestasi Menteri Pada Pilpres 2024” di Kawasan Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan.

“Kalau di klaster menteri yang potensial memang dua menurutku ya, Sandi sama Erick,” ujar Ali.

Meskipun Anggota Kehormatan Banser yang belum genap sebulan dikukuhkan itu, diketahui bukan merupakan kader partai politik. Ali menilai, hal itu merupakan persoalan dukungan politik dan pasti ada solusi.

“Cuma nanti persoalannya pada dukungan-dukungan politik. Tapi nanti kan politik soal kompromi, negosiasi. Nanti pasti ada solusi di ujung. Kalaupun mereka memang masih tinggi ya,” terang dia.

Nama Erick Thohir, bagi dia, mulai muncul di publik lantaran melihat posisinya yang cukup strategis, yakni memiliki jabatan sebagai Menteri BUMN.

Baca Juga :  Resmikan Kantor Pemenangan, Prabowo : Gerindra Harus Selalu Membela Keadilan, Kebenaran dan Kejujuran

Gebrakan Erick sebagai Menteri BUMN sudah mulai dirasakan oleh masyarakat Indonesia, mulai dari sejumlah terobosan yang ia lakukan.

Selain itu, bahkan Ali menilai Erick sudah mulai melakukan soft campaign. Hal tersebut kata dia, dilakukan agar masyarakat mengenal terlebih dahulu dan kemudian hari diharapkan akan memilih sosok tersebut.

“Jadi soft campaign itu model kampanye bukan menyebut sebagai Capres, enggak ada kata-kata politiknya, tapi dia melakukan sesuatu yang ketika itu dilakukan terus menerus itu mendatangkan simpati masyarakat. Ujungnya adalah ya orang suka sama dia. Kan saya kasih tau rutenya, adalah orang kenal, orang suka, kemudian terpilih,” katanya.

Perlu diketahui, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, resmi menjadi anggota kehormatan BANSER setelah berhasil mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) pada Minggu (28/11), di Sekolah Citra Alam Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Survei Litbang Kompas: PDI-P di Puncak, Golkar Terdepak Demokrat di Tiga Besar

Hal itu dilakukan sebagai syarat menjadi anggota Banser Nahdlatul Ulama’ (NU). Terkait hal tersebut, Mantan Bos Inter Milan ini mengaku terhormat dapat menjadi keluarga besar Banser.

“Ini suatu penghormatan luar biasa yang tidak terhingga buat saya karena saya bisa menjadi keluarga besar Banser,” Kata Erick pada Awak Media saat itu.

Erick Tohir Jadi Banser, Apakah ada hubungannya dengan Pilpres 2024?

Dalam ciutannya di Media Sosial, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Luqman Hakim menyatakan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir, resmi menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) GP Ansor bukan karena rencana Erick mencalonkan diri di Pemilu Presiden 2024.

Baca Juga :  DPC AWDI Sumenep Mulai Menggebrak, Soroti Proyek Aspal DGEM di Kepulauan

Ansor menerima Erick Thohir sebagai anggota, karena menurut dia, Erick telah menyetujui peraturan dasar organisasi, anggaran dasar/anggaran rumah tangga, serta telah mengikuti seleksi di organisasi yang merupakan badan otonom di bawah Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

“Sama sekali (capres-cawapres) tidak menjadi pertimbangan bagi Ansor ketika kemarin menerima Erick Thohir sebagai anggota. Ansor dan Banser tidak punya urusan sama sekali dengan orang per orang yang ingin jadi capres atau cawapres,” ujar Ketua Gerakan Pemuda Ansor Luqman Hakim dalam videonya.

Pertimbangan Ansor dalam menerima Erick Thohir adalah karena telah menyetujui peraturan organisasi, AD/ART, serta bersedia mengikuti seleksi.

“Yang bersangkutan meyatakan setuju dengan peraturan dasar dan peraturan rumah tangga organisasi, mendaftarkan diri, dan mengikuti seleksi, prosedur untuk menjadi anggota sebagaimana ditetapkan pertaturan organisasi,” katanya.

Dia menegaskan tidak ada pertimbangan lain, selain Erick juga merupakan figur yang punya rekam jejak dan nama baik serta potensi untuk ikut memanggul tugas Ansor/Banser.