Bupati Sampang Terindikasi Rendahkan Kejaksaan dan Polisi

- Editorial Team

Jumat, 19 November 2021 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi [okedaily.com / IST]

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi [okedaily.com / IST]

Okedaily.com, Sampang – Usai rendahkan tokoh agama, kini Bupati Sampang, H Slamet Junaidi kembali bersensasi dengan melontarkan pernyataan yang terdengar seolah para penegak hukum berada dalam kendali kekuasaannya.

Pernyataan yang terindikasi melemahkan kinerja aparat penegak hukum di Sampang itu terdengar lantang dan menjadi konsumsi publik disaat acara sosialisasi Perbup penghapusan Pilkades selama satu periode di Kota Bahari.

“Di sini ada kejaksaan dan polisi saya perintahkan, dan saya minta ke Forkopimda ketika di situ ada jual beli jabatan atau Pj nanti penjarakan,” ucap Bupati saat membuka acara sosialisasi Perbup pilkades.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Sampang saat sosialisasi juga menyatakan bahwa penundaan Pilkades tidak ada unsur kepentingan politik pribadi, karena dirinya tidak ambisius untuk menjadi Bupati Sampang

“Saya ini kebenaran dari orang susah, bisa menjadi Bupati sedikitpun niat tidak pernah ada, apa lagi cita cita,” celotehnya.

Pernyataan itu kembali mendapat tanggapan dari R. Aulia Rachman yang masih konsisten dan satu -satunya Anggota DPRD Sampang yang berani bersuara lantang ke publik untuk tetap mengkritisi berbagai kebijakan dan pernyataan Bupati Sampang yang dianggap kurang berpihak ke masyarakat. Bahkan acara sosialisasi Perbup penundaan pilkades disebut sebagai acara seremonial belaka.

“Itu acara sosialisasi apa seremonial kok seperti merendahkan APH di Sampang dan bahasanya belepotan begitu, apa tidak malu didengar masyarakat luas,” ungkapnya penuh tanda tanya. Jumat (19/11).

Aulia Rachman menuding Bupati Sampang hanya mau mendengar sanjungan dan puja puji semata, namun enggan menerima saran dan kritikan terkait berbagai kebijakannya yang kurang berpihak terhadap rakyat. Sejumlah kritikan dari berbagai elemen dianggapnya hanya sebagai pembuat gaduh.

“Bupati katanya welcome menerima masukan demi Sampang, tapi kenapa setelah membuka acara sosialisasi langsung meninggalkan tempat. Apa nyalinya belum siap atau khawatir dipermalukan di depan undangan yang hadir.

Kalau nyalinya belum siap berdialog secara terbuka tentang penghapusan pilkades satu periode ini tidak usah berkoar supaya tidak semakin dianggap arogan dan ngotot untuk kepentingan dua periodenya,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan
Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi
Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta
Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya
Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum
DPRD Denpasar Apresiasi Capaian Proyek Strategis PUPR 2025, Tommy: Pengawasan Tetap Jadi Prioritas
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali Resmi Dukung Don Muzakir Mengisi Jabatan Wakil Menteri Pertanian RI
Tommy Sumertha Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Optimistis Benahi Program Makan Bergizi Gratis

Related News

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:25 WIB

Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:53 WIB

Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15 WIB

Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum

Latest News

Unit mesin bantuan program PPM HCML 2026 untuk kelompok nelayan kakap merah di Pesisir Pancor. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, akses pasar, dan kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Ekonomi Bisnis

Harapan Baru di Pesisir Pancor, PPM HCML 2026 Dukung Nelayan Kakap Merah

Selasa, 11 Agu 2026 - 13:37 WIB