Dirgahayu Relawan De Gadjah ke-12, Pembina RDG: Jelaskan Makna No Drama

- Editorial Team

Rabu, 23 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembina RDG terima potongan tumpeng pertama pada perayaan hari jadi Relawan De Gadjah. ©Okedaily.com/Wandi

Pembina RDG terima potongan tumpeng pertama pada perayaan hari jadi Relawan De Gadjah. ©Okedaily.com/Wandi

OkeDaily.com – Genap berusia 12 tahun, Relawan De Gadjah (RDG) menggelar serangkaian kegiatan sosial hingga pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Bali, serta meresmikan De Gadjah Center atau Yayasan De Gadjah Bali.

Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat De Gadjah Center, Renon, Kota Denpasar, pada Minggu (21/4/2025) malam.

Baca Juga :  Pelantikan Tani Merdeka Indonesia Se-Bali, Pengurus Diminta Jadi Penggerak dan Pengawal Program Petani

Selain dihadiri ratusan anggota RDG, acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti pengurus Partai Gerindra Bali, anggota DPRD dari Gerindra, serta mantan Bupati Bangli dua periode, I Made Gianyar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembina RDG, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, menyampaikan bahwa relawan yang awalnya hanya berjumlah sekitar 60 orang kini telah berkembang menjadi lebih dari 4.000 anggota di Denpasar saja.

“RDG terbentuk pada 6 April 2013. Awalnya saya maju ke legislatif, lalu kita bentuk relawan. Dari 60-an orang kini sudah lebih dari 4.000. Tujuan RDG bukan semata untuk saya, tetapi untuk berkiprah di politik mendukung orang-orang yang siap melayani masyarakat,” jelas Ketua Gerindra Bali itu.

Baca Juga :  Berturut turut, Brakacu Kembali Torehkan Kejuaraan Futsal Alfanet Cup

Persaudaraan, Loyalitas, dan No Drama

Lebih jauh, De Gadjah menjelaskan filosofi RDG yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan loyalitas. Ia menegaskan bahwa loyalitas harus diberikan kepada orang-orang yang benar dan memiliki tujuan yang jelas untuk membantu masyarakat.

“Kalau loyal pada orang yang salah, kita bisa hancur. Saya pernah mengalami itu. Dan saya akhirnya loyal kepada seorang Pak Prabowo end-up-nya saya sebagai ketua DPD dan hampir menjadi jadi gubernur,” ujar Ketua Pertina Bali itu.

Konsep “No Drama” yang menjadi ciri khas RDG juga ia bawa dari pengalaman pribadinya di Amerika. Menurutnya, adalah versi modern dari filosofi Tri Kaya Parisudha: menyelaraskan pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Administrasi, UIN Madura Jadi Pionir Digital Governance

“RDG adalah dari relawan untuk keluarga, dari relawan untuk relawan, dan dari relawan untuk masyarakat. Tapi jangan sampai karena sibuk jadi relawan, malah nggak punya pekerjaan,” katanya, sembari mengingatkan bahwa RDG bukan dinas sosial, tapi komunitas berjiwa sosial.

Sementara Ketua RDG, I Ketut Darmayasa, menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dibiayai secara swadaya oleh para relawan RDG se-Bali. Kontribusi tidak hanya berupa uang, namun juga ide dan pemikiran untuk pengembangan RDG ke depan.

“Ke depan kami akan fokus pada kegiatan sosial, kemanusiaan, dan peningkatan kompetensi anak muda di Bali. Saya yakin RDG punya potensi besar karena anggotanya dari berbagai latar belakang profesi,” jelasnya.

Baca Juga :  Wakil Presiden Maruf Amin Membuka Konferensi Islam Asean di Bali

Ia berharap De Gadjah Center bisa menjadi trend setter pengembangan sumber daya manusia di Bali agar Bali tidak tertinggal dan mampu bersaing di level nasional.

“RDG bukan ormas tapi komunitas yang saling menggaungkan tentang persaudaraan bagaimana kita saling mengasihi seperti testimoni testimoni yang disampaikan RDG tadi yang seperti disebutkan,” pungkasnya.

Berikut struktur kepengurusan Relawan De Gadjah

Baca Juga :  Diduga Intelijen Asing, TNI AL Tangkap 6 Orang di Kalimantan Utara

DPD Relawan De Gadjah Bali:

Koordinator: I Ketut Darmayasa
Sekretaris: Made Murtika Sasmara Putra
Bendahara: I Gusti Agung Adi Merta

Koordinator DPC Kabupaten/Kota:

Denpasar: Pande Made Budi Raharja
Badung: I Made Derana
Tabanan: I Putu Eka Witadi
Jembrana: Anak Agung Gede Widiantara
Buleleng: Nengah Anjasmara
Karangasem: Jro Gede Putu Leong
Bangli: I Kadek Arianta
Klungkung: I Ketut Juliarta
Gianyar: I Wayan Aryana

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting
KMMB Sumut Desak Polri Usut Dugaan Beroperasinya Diskotek Blue Night di Langkat
Kerum DPP HBB Apresiasi Polda Sumut, Serukan Stop Ujaran Kebencian
Terungkap Kasus Narkoba di Lapas Labuhan Bilik, Berikut Tuntutan KMMB Sumut
Yonif TP 931/KJ Siap Dukung Program Pemerintah dan Perkuat Ketahanan Pangan
Sinergi Ponpes Al-islamiyah Pakondang Bersama Yonif TP 931/KJ Sukseskan Kemah HIMMAH ke-51
Hima Persis Jakarta Dorong Polda Metro Jaya Tegakkan Hukum Terhadap Koruptor
RSUD Moh Anwar Siapkan Kompensasi Jika Pelayanan Kesehatan Tak Sesuai SOP

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:37 WIB

PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:32 WIB

KMMB Sumut Desak Polri Usut Dugaan Beroperasinya Diskotek Blue Night di Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:59 WIB

Kerum DPP HBB Apresiasi Polda Sumut, Serukan Stop Ujaran Kebencian

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:14 WIB

Terungkap Kasus Narkoba di Lapas Labuhan Bilik, Berikut Tuntutan KMMB Sumut

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:01 WIB

Yonif TP 931/KJ Siap Dukung Program Pemerintah dan Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

Pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam menyelaraskan dua model kepemimpinan, politik dan birokrasi. Ketidakjelasan batas peran berpotensi menimbulkan konflik kebijakan dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Sehingga, diperlukan regulasi dan budaya kerja yang mampu menjembatani kepentingan politik dengan profesionalitas birokrasi. ©okedaily.com/ist

Kopini

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:54 WIB