Surabaya, OkeDaily.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep, Madura, bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) menggelar halal bihalal, di Aula Kantor setempat pada, Selasa 7 April 2026.
Diungkapkan Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi, bahwa halal bihalal yang dilaksanakan masih dalam suasana Idulfitri 1447 Hijriah, sehingga dapat menjadi momentum kebersamaan, dan saling maaf-memaafkan seluruh karyawan-karyawati beserta DWP.
“Melalui halal bihalal ini juga berdampak pada rasa kebersamaan, kegotong-royongan dan tenggang rasa serta ke depan lebih semangat dalam melaksanakan aktivitas bekerja dan beribadah,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikatakan Indra, ritual puasa selama Ramadan yang sudah dilalui bersama juga telah memberikan pelajaran kesabaran, kedisiplinan serta perjuangan. Sehingga ketika di hari lebaran benar-benar bisa meraih kemenangan dan hati yang fitri.
“Kami atas nama pimpinan juga menyampaikan mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh karyawan Diskominfo Sumenep, yang terus berusaha melakukan inovasi dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya,” tandasnya.
Selaim itu, seluruh ASN juga memiliki kewajiban untuk melaksanakan program kegiatan yang sudah menjadi keputusan pemerintah, seperti halnya dengan menjadi pelopor kebijakan pengurangan penggunaan BBM, setidaknya pada Rabu, dan WFH pada Jumat.
Ditambahkan Indra, tentunya, budaya kerja yang baru ini harus menjadi program kegiatan yang harus disukseskan bersama dan tidak sampai mengurangi disiplin dan etos kerja.
Menurutnya, tugas dan tanggung jawab tersebut tidak akan mengurangi layanan publik, walaupun berat harus menunjukkan kepada masyarakat dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Kita harus memberikan komunikasi dan informasi sebagai garda terdepan dalam menyampaikan pencerahan kepada masyarakat. Selain itu, semua kebijakan pemerintah harus didukung dan disukseskan bersama, tetap berinovasi dan berkontribusi serta bermanfaat untuk masyarakat,” paparnya.
Sementara dalam Tausiyahnya, Kiai Fauzil Yakin, mengingatkan untuk menjadikan momentum halal bihalal sebagai bentuk peleburan diri, agar bisa mengisi lembaran baru dalam kehidupan di masa datang serta melepaskan segala sesuatu di masa lalu.
“Setidaknya setelah kita melaksanakan ibadah puasa dengan menahan segala sesuatu yang menggoda selama Ramadan, kemudian menjadi orang baru yang lebih baik, jangan menjadi orang yang tetap (stagnan) apalagi tambah jelek,” dawuhnya.
Penulis : Nurifan Hairi
Editor : Mashudi Surahman
Sumber Berita: okedaily.com

















![Pemerhati kebijakan publik, Fauzi AS. ©okedaily.com [dok: istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260319_033856-360x200.jpg)
![Pemerhati kebijakan publik, Fauzi AS. ©Okedaily.com [dok. pribadi]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG_20250727_200551-e1753622116131.jpg)