Marak Kabel Wifi Nyantol di Tiang PLN, Warga Sumenep Sesalkan Pembiaran

- Editorial Team

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nampak semrawut kabel wifi nyantol di tiang listrik milik BUMN PT. PLN di Sumenep. ©okedaily.com

Nampak semrawut kabel wifi nyantol di tiang listrik milik BUMN PT. PLN di Sumenep. ©okedaily.com

OkeDaily.com Maraknya jaringan atau kabel wifi di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, yang diduga nyantol secara ilegal pada tiang listrik milik PLN, merupakan salah satu BUMN terkemuka di Indonesia, kini menuai kritik pedas dari warga setempat.

Pantauan di lapangan, hingga saat ini, kondisi tersebut terkesan dibiarkan tanpa adanya tindakan tegas dari pihak terkait, khususnya pengelola aset jaringan, sebut saja Icon Plus sebagai anak perusahaan PLN.

Hampir disetiap tiang listrik terdapat lebih dari satu kabel wifi/internet terpasang secara semrawut dan tidak beraturan. Selain merusak estetika lingkungan, kondisi ini juga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi tim media, pihak Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Ambunten, menyampaikan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan langsung.

Baca Juga :  Bangga! KPRI RSUD Moh Anwar Sumenep Dinobatkan Koperasi Sehat

“Kami hanya bisa melaporkan ke atasan. Untuk tindakan lebih lanjut itu bukan ranah kami,” ujar salah satu petugas.

Namun, pernyataan tersebut justru memicu kecurigaan di kalangan masyarakat. Seorang warga Rubaru, sebut saja Putra (nama samaran), secara terbuka mempertanyakan lambannya respon dari pihak terkait. Ia menduga adanya kejanggalan dalam pembiaran yang berlangsung cukup lama.

Putra, juga mengungkapkan bahwa proses pengumpulan data pengusaha/pemilik wifi yang diduga menumpang di tiang PLN secara ilegal itu tidaklah mudah. Ia mangaku, bersama warga lainnya harus bersusah payah menelusuri kontak para pemilik jaringan tersebut.

“Dengan susah payah kami mencari kontak pemilik wifi. Beberapa nomor sudah kami serahkan, seperti NAFA STORE, PUTRI.ID, dan BAROKAHNET. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut yang jelas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Bupati Sampang Promosikan Wisata Mangrove Sreseh

Lebih jauh, Putra juga menyoroti respon dari pihak ULP PLN Ambunten yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret. Menurutnya, pihak ULP tersebut sempat menyampaikan akan mengupayakan pertemuan langsung dengan para pengusaha wifi dimaksud.

“Saya akan upayakan untuk bertemu dengan pemilik wifi. Kalau melalui telepon khawatir adanya miskomunikasi. Pernah sekali menemui salah satu pengusaha WiFi lokal,” ucapnya, demikian menirukan keterangan yang disampaikan pihak ULP PLN Ambunten.

Meski demikian, Putra menilai pernyataan tersebut belum cukup menjawab persoalan yang ada di lapangan. Dirinya berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar wacana atau upaya yang tidak jelas tindak lanjutnya.

Oleh karenanya, Putra bersama warga lainnya menegaskan tidak akan tinggal diam, dan akan terus melakukan upaya hingga persoalan ini benar-benar diselesaikan. “Kami akan tetap bergerak dan mengawal masalah ini sampai kabel-kabel yang menumpang di tiang PLN benar-benar dibereskan,” tegasnya.

Baca Juga :  Proyek Macadam dan Beton Bertulang Rp19 Miliar Diduga Rugikan PAD Situbondo

Sudah sepatutnya, sambung dia, jika data sudah diserahkan dan komunikasi sudah diupayakan, maka seharusnya ada langkah tegas dari pihak terkait untuk menertibkan penggunaan aset negara yang diduga tidak sesuai aturan.

Sementara itu, hingga berita diterbitkan, Icon Plus belum memberikan tanggapan resmi terkait konfirmasi mengenai janji untuk menindaklanjuti persoalan ini ke lapangan, serta pemberian sanksi terhadap pihak-pihak yang diduga melanggar tersebut.

Adapun berkaitan dengan persoalan ini, masyarakat setempat berharap adanya ketegasan dan transparansi dalam penanganannya, agar tidak menimbulkan preseden buruk, serta potensi bahaya yang lebih besar di kemudian hari. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : Mashudi Surahman

Editor : Andrean Masrofie

Sumber Berita: okedaily.com

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Hashim Djojohadikusumo: Pers Harus Jadi Benteng Lawan Hoaks di Era Media Sosial
Presiden Prabowo Subianto Luncurkan Program PLTS 100 GWp di Bali
GMNI Sumenep Sentil Politisi PDIP: Rakyat Kepulauan Butuh Anggaran, Bukan Ganti Nama
Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung
Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda
Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara
Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya
Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar

Related News

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Hashim Djojohadikusumo: Pers Harus Jadi Benteng Lawan Hoaks di Era Media Sosial

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Presiden Prabowo Subianto Luncurkan Program PLTS 100 GWp di Bali

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:37 WIB

GMNI Sumenep Sentil Politisi PDIP: Rakyat Kepulauan Butuh Anggaran, Bukan Ganti Nama

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:10 WIB

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda

Latest News