Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

- Editorial Team

Minggu, 26 April 2026 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

I Gede Tommy Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar. Foto: AI

I Gede Tommy Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar. Foto: AI

Denpasar, OkeDaily.com – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya yang sempat ditolak pada 2021, kini resmi memasuki babak baru.

Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kota Denpasar menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 15 April 2026, di Jakarta, untuk penyiapan serta penyediaan infrastruktur pendukung fasilitas tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Gerindra, I Gede Tommy Sumertha, menjelaskan bahwa penandatanganan ini menjadi langkah penting setelah dinamika penolakan yang terjadi beberapa tahun lalu.

“Ini menunjukkan bahwa pemerintah tetap konsisten mencari solusi atas persoalan sampah, meskipun sebelumnya sempat ditolak pada 2021. Sekarang sudah masuk tahap konkret dengan penandatanganan kerja sama,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga :  Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Atas Nota Penjelasan Bupati Sumenep Terhadap LKPJ 2022 dan 3 Raperda

Tommy juga mengungkapkan bahwa penandatanganan berlangsung di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dengan dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, serta CEO Danantara Pandu Sjahrir.

Menurut Tommy, kehadiran Danantara dalam proyek ini menjadi faktor penting karena berperan sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat dalam percepatan pembangunan PSEL Denpasar Raya.

“Danantara ini yang akan membantu dari sisi pembiayaan dan pembangunan, sehingga proyek ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tapi benar-benar bisa direalisasikan sesuai target,” jelasnya.

Baca Juga :  Zulfikar Wijaya Serap Aspirasi Lintas Komunitas dalam Reses DPRD Bali

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan untuk menghasilkan energi terbarukan.

Tommy pun menekankan bahwa keberhasilan PSEL tidak hanya bergantung pada teknologi dan pemerintah, tetapi juga pada peran aktif masyarakat.

“Komitmen dan konsistensi pemerintah sangat dibutuhkan, tapi masyarakat juga punya peran besar. Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya,” tegasnya.

Baca Juga :  De Gadjah Melayat ke Rumah Duka I Wayan Tang, Ayahanda I Wayan Disel

Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari rumah tangga, sekolah, perkantoran, hingga pelaku usaha, untuk melakukan pemilahan dan pengolahan sampah sejak dini.

“Seluruh stakeholder penghasil sampah harus mulai melakukan pemilahan, dari rumah tangga sampai fasilitas umum. Ini kunci agar sistem PSEL bisa berjalan optimal,” kata Tommy.

Dengan langkah yang sudah dimulai ini, Tommy optimistis Bali dapat mencapai target besar sebagai daerah yang bersih dari persoalan sampah pada 2028.

“Kalau semua berjalan sesuai rencana dan didukung disiplin masyarakat, target Bali bersih dari sampah pada 2028 bukan hal yang mustahil,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Alfin Syaifullah

Editor : Andrean Masrofie

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar
Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas
GMNI Sumenep Tolak Perubahan Nomenklatur, Pertanyakan Urgensi Sumenep Kepulauan
Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan
Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!
Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam
Pulang Ziarah, Warga Pulau Sapudi Dibacok Orang Tak Dikenal
Dorong Pemerataan Kompetensi, SMSI Sumenep Minta SKK Migas Jabanusa Gelar UKW di Madura

Related News

Senin, 28 September 2026 - 20:49 WIB

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar

Sabtu, 26 September 2026 - 12:02 WIB

Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WIB

Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan

Selasa, 22 September 2026 - 13:53 WIB

Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!

Senin, 21 September 2026 - 19:07 WIB

Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam

Latest News

Figur muda Muhlis Fajar digadang-gadang bakal maju Pilkades Serentak 2027 di Sumenep, dinilai bawa energi baru untuk Desa Paseraman. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]

Politik

Figur Muda Muhlis Fajar Digadang Maju Pilkades 2027 Sumenep

Sabtu, 26 Sep 2026 - 12:49 WIB