Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Penutupan Konferensi Islam Asean 2022, Kemenag RI Tegaskan Perbedaan Adalah Sunnatullah

Avatar of Okedaily
5
×

Penutupan Konferensi Islam Asean 2022, Kemenag RI Tegaskan Perbedaan Adalah Sunnatullah

Sebarkan artikel ini
Penutupan Konferensi Islam Asean 2022, Kemenag : Perbedaan Adalah Sunnatullah
Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa'adi. ©Okedaily.com/Ist

OKEDAILY, BALI Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan bahwa perbedaan adalah sunnatullah. Hal itu ia sampaikan di acara Penutupan Konferensi Islam Asean 2022 di Hotel Hilton Resort Nusa Dua, Kabupaten Badung, 23 Desember 2022.

Menurutnya, Indonesia sebagai bangsa yang multikultural dan multi-relijius, sangat kaya keragaman suku, bahasa, warna kulit, budaya dan agama. Dan tentu saja termasuk pandangan keagamaannya.

Karenanya, ikhtiar untuk terus meyakinkan semua warga bangsa bahwa keragaman adalah anugerah dan kekuatan, penting terus digaungkan. “Bahwa perbedaan adalah sunnatullah,” tegasnya.

Baca Juga :  Jual Beli Tanah Wajib Punya BPJS Per 1 Maret 2022

Bukan dimaksudkan untuk dibeda-bedakan, melainkan menjadi mozaik yang indah untuk kita syukuri dengan saling mengisi dan menopang kekurangan.

Lebih dari itu, dinamika demokratisasi memiliki imbas pada kehidupan sosial keagamaan. Maka sangat dirasakan perlunya penguatan toleransi beragama, kedewasaan untuk menerima kehadiran dan menghormati pihak lain yang berbeda.

IMG 20221224 WA0007 e1671833726200

Sehingga komitmen kebangsaan dan keagamaan dapat berjalan seiring, bahkan saling menjaga dan menopang. Di antara instrument penting terwujudnya Khairu Ummah adalah terawatnya sinergitas yang kuat antara bimbingan ulama, keadilan umara, kepedulian dermawan dan dukungan masyarakat.

Baca Juga :  Menjelang Muktamar Internasional Fiqih, Ulama Sedunia Akan Meminta Fatwa Status Piagam PBB

“Apabila empat pilar ini terejawentah dalam kehidupan, maka Islam rahmatan lil ‘alamin niscaya akan benar-benar membumi,” yakinnya.

Lebih lanjut menurutnya, di tengah masih merebaknya ekstrimisme yang bertameng Agama perlu terus berupaya mendiskusikan konsep dan implementasi moderasi beragama atau wasathiyyatul Islam.

“Meskipun kita memiliki tantangan dan kondisi yang beragam serta keunikan di berbagai negara masing-masing, namun kita sesungguhnya juga memiliki banyak kesamaan yang mempertemukan visi, misi dan kepentingan kita bersama,” ungkapnya.

ASEAN Countries Conference in Indonesia 2022 terselenggara atas kerja sama Kementerian Agama RI dengan Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi.

Baca Juga :  Keakraban Pertemuan Prabowo Bersama Anak dan Menantu Jokowi, Gus Yoga : Prabowo Sosok Pemimpin Pemersatu

Konferensi ini diikuti 140 peserta dari negara-negara ASEAN dengan menghadirkan narasumber para pimpinan ormas Islam, tokoh agama, dan akademisi dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Filipina, Laos, Myanmar, Vietnam, Timor Leste, dan Arab Saudi.

Hadir dalam penutupan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Wakil Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi serta Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin.