FGD AMOS bersama SKK Migas, Ini yang Diminta oleh Perwakilan Aktivis Kepulauan Sapudi

- Editorial Team

Rabu, 3 November 2021 - 15:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

perlu adanya upaya transparansi CSR serta upaya pemanfaatan yang lebih difokuskan terhadap pemberdayaan perekonomian masyarakat [okedaily.com/Al-hakiki]

perlu adanya upaya transparansi CSR serta upaya pemanfaatan yang lebih difokuskan terhadap pemberdayaan perekonomian masyarakat [okedaily.com/Al-hakiki]

Okedaily.com, Sumenep – Forum Group Discusion (FGD) yang di selenggarakan oleh Asosisasi Media Online Sumenep (Amos) di BallRoom Azmi Hotel Kecamatan Kota, Sumenep, Jawa Timur, membuat Pemuda Kepulauan Sapudi angkat bicara dan  meminta  dukungan transparansi untuk pembangunan  di Pulau Sapudi.

Pasalnya, terdapat sejumlah permintaan terhadap pihak HCML dan Pemerintah Kabupaten Sumenep serta penyelenggara. Hal itu disampaikan oleh Aktivis Perwakilan J.P.K.P Kepulauan Sapudi, Misbahol Munir.

Misbah mengatakan, acara yang difasilitasi oleh AMOS harus tetap konsisten mengawal  sampai tuntas, agar keberadaan SKK Migas yang berada di laut selatan dekat dengan Pulau Sapudi bisa dirasakan betul oleh Masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan sampai acara ini hanya sebagai formalitas saja, namun harus bisa mengawal sampai dirasakan oleh masyarakat terdampak, agar tidak hanya menjadi bualan belaka, ” tegasnya. Selasa, (2/11).

Baca Juga :  Komite Mahasiswa Peduli Raas : Eksploitasi HCML Tanpa Kontribusi ke Masyarakat

Selain itu, Dia meminta agar pemerintah Kabupaten Sumenep, memperlakukan dan memikirkan secara berkeadilan terhadap zona terdampak dari adanya SKK Migas.

Karena menurut dia, dengan adanya Dana Bagi Hasil (DBH), Corporate Social Responsibility (CSR) dan  Participating Interest (PI), penekanannya dana yang sudah include terhadap Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD) terhadap Kepulauan terdampak harus dilakukan secara berbeda.

“Perlu adana zonasi, bukan dilakukan bagi rata,  karena berbicara keadilan harus tetap dilakukan proporsional, apalagi pulau kami benar-benar  terdampak,” ungkap mantan Aktivis HMI Malang itu.

Selain itu, Dia juga menekankan agar penerapan SKK Migas yang dimaksud sebagai Multiplier effect sebagai dampak berganda dari hulu SKK Migas. Hal itu, harus mendukung terhadap pembangunan perekonomian nasional maupun lokal.

Baca Juga :  Alat Ukiran Terbilang Kuno, Pengrajin Karduluk Harap Perhatian Pemkab Sumenep

Kemudian, dirinya juga sangat mendukung upaya yang diminta oleh Bupati Sumenep,  dengan adanya  pembinaan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kabupaten Sumenep, terutama di wilayah kepulauan terdampak.

“Sumber daya manusianya padahal tidak sedikit orang yang kompeten, makanya perlu di persiapkan terkait dengan tenaga lokal apalagi sudah melakukan eksplorasi,” ucap Misbah meniru perkataan Bupati Sumenep pada saat menyampaikan prakata via daring.

Lebih lanjut, Misbah menekan, untuk mendukung perekonomian lokal di Pulau Sapudi,  dirinya meminta agar dari pihak K3S  HCML, melakukan pembelanjaan di wilayah terdekat  yaitu di Pulau Sapudi.

Baca Juga :  PT Musim Mas dan Pemkot Medan Gelar Pasar Murah Minyak Goreng

“Selagi kebutuhan konsumsi dan bahan pekerja lainnya masih bisa terpenuhi di Pulau Sapudi, maka harus mengambil barangnya disana, itu semata untuk mendukung perekonomian lokal,” jelasnya.

Tak kalah penting, dia juga menilai perlu adanya upaya transparansi CSR serta upaya pemanfaatan yang lebih difokuskan terhadap pemberdayaan perekonomian masyarakat.

“Jadi nanti misal ada kelompok usaha,  dana CSR tersebut juga menjadi penyokong untuk pertumbuhan ekonomi lokal,” pungkasnya.

Diketahui, acara FGD tersebut dihadiri langsung oleh pemateri, Malik Efendi (Mantan DPRD  Jawa Timur Dapil Madura),  Darul Hasyim Fath (Ketua Komisi I DPRD Sumenep) dan Indra Zulkarnain (Kepala Departemen Humas SKK Migas Jabanusa).

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan
Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat
Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali
KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan
Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?
Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?
OJK Tutup 12 BPR hingga Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Nasib Dana Nasabah
Prof Ahmad Riyadh: SMSI Harus jadi Jembatan Keuangan Global ke Ekonomi Desa

Related News

Senin, 21 September 2026 - 14:29 WIB

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan

Minggu, 20 September 2026 - 08:54 WIB

Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 07:57 WIB

Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali

Jumat, 18 September 2026 - 19:26 WIB

KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan

Jumat, 18 September 2026 - 18:58 WIB

Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?

Latest News