Denpasar, Okedaily.com – Anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Partai Gerindra, I Gede Tommy Sumertha, menyoroti pentingnya penataan sistem jaringan utilitas di Kota Denpasar agar tertata rapi, terintegrasi, dan berkelanjutan. Hal ini dinilai mendesak mengingat Denpasar merupakan pusat pemerintahan kabupaten sekaligus ibu kota Provinsi Bali yang memiliki beban tata kota cukup kompleks.
Menurut Tommy, berbagai jaringan pelayanan publik seperti pipa air minum, listrik (PLN), telekomunikasi, gas, drainase kota, hingga limbah cair masih belum terkoordinasi secara optimal. Ia menilai perlu adanya masterplan sistem jaringan utilitas terpadu yang disusun sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang, sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Denpasar.
“Sistem jaringan pelayanan publik kita saat ini masih tumpang tindih. Diperlukan penataan menyeluruh agar infrastruktur yang melewati ruas jalan yang sama bisa terintegrasi dan tidak saling mengganggu,” ujar Tommy Sumertha, Senin (10/11).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyoroti maraknya pemasangan kabel fiber optik di berbagai ruas jalan yang membuat tampilan kota menjadi semrawut. Berdasarkan data, saat ini terdapat sekitar 40 operator fiber optik yang beroperasi di Kota Denpasar. Kondisi ini, menurutnya, menyebabkan penumpukan kabel udara yang menyerupai “jaringan spageti”.
“Penyebaran jaringan fiber optik yang masif ini harus diatur dalam satu sistem infrastruktur pasif terpadu. Pemerintah daerah perlu membuat regulasi yang tegas agar penataan jaringan kabel dilakukan secara terkoordinasi,” tegasnya.
Tommy berharap Pemkot Denpasar dapat segera mengambil langkah strategis dalam penataan jaringan utilitas ini agar wajah kota lebih tertib, aman, dan estetis tanpa menghambat pelayanan publik.









