GMNI Sumenep Tolak Perubahan Nomenklatur, Pertanyakan Urgensi Sumenep Kepulauan

- Editorial Team

Jumat, 25 September 2026 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sesi photo bersama DPC GMNI Sumenep sesuai menggelar FGD membahas wacana perubahan nomenklatur Kabupaten Sumenep menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan di Ayoka Cafe Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Sesi photo bersama DPC GMNI Sumenep sesuai menggelar FGD membahas wacana perubahan nomenklatur Kabupaten Sumenep menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan di Ayoka Cafe Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Sikap GMNI Sumenep tersebut muncul ketika Pemkab Sumenep masih aktif mensosialisasikan gagasan perubahan nomenklatur di setiap kecamatan.

Pemkab Sumenep sebelumnya menyebut sejumlah alasan, antara lain memperkuat identitas geografis Sumenep sebagai daerah dengan banyak pulau, mengurangi kesenjangan daratan dan kepulauan.

Bahkan kemungkinan dampaknya terhadap aspek fiskal, Pemkab Sumenep juga menyebut proses perubahan nomenklatur membutuhkan tahapan panjang.

DPRD: Jangan Sekadar Mengubah Nama

Anggota DPRD Sumenep dari Fraksi NasDem, Ahmad Juhairi, turut memberikan pandangan kritis dalam forum tersebut. Ia menilai perubahan nomenklatur tidak otomatis menjawab persoalan dasar yang selama ini dihadapi masyarakat kepulauan.

Baca Juga :  Peran Perempuan Pesisir sebagai agent of change

“Ide merubah nomenklatur Kabupaten Sumenep menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan merupakan cara berpikir yang sedikit sesat dan tidak substantif. Karena itu tidak menjawab kebutuhan dasar khusus masyarakat kepulauan,” kata Juhairi.

Juhairi menekankan bahwa ukuran keberhasilan kebijakan semestinya tidak berhenti pada perubahan administratif, melainkan harus dapat dilihat dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dalam forum tersebut, Juhairi menyatakan bahwa perubahan nomenklatur perlu diikuti perubahan orientasi pembangunan yang terukur, terutama dalam pendidikan, kesehatan, infrastruktur, konektivitas dan pelayanan publik di kepulauan.

Masyarakat Tidak Butuh Nama Baru

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Klaim Mutasi Berbasis TPK, Kompetensi Idham Halil Masih Dipertanyakan

Sekjen DPP APSI, Sulaisi Abdurrazaq, dalam FGD DPC GMNI Sumenep kali ini juga mengkritisi wacana tersebut dari perspektif tata kelola pemerintahan.

“Masyarakat kepulauan tidak butuh nama baru, mereka membutuhkan bukti yang nyata melalui memperbaiki kualitas cara pemimpinnya atau cara pemerintah dalam mengelola daerah,” ujar Sulaisi.

Ia berpandangan, persoalan ketimpangan antara wilayah daratan dan kepulauan tidak semata-mata berkaitan dengan nomenklatur, tetapi juga dengan kualitas kebijakan dan tata kelola pemerintahan.

“Dan rasa-rasanya pemerataan antara kepulauan dan daratan itu akan hanya menjadi sebatas mimpi abadi selama cara berfikir pemimpin dan kualitas pemimpinnya tidak diperbaiki, diperbarui dan tidak diganti,” kritiknya.

Baca Juga :  15 Pendekar Pagar Nusa Sumenep Siap Tarung di Kejurwil Banyuwangi, Target 7 Emas!

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Fauzi AS mempertanyakan pola pengelolaan pemerintahan apabila pendekatan bisnis terlalu dominan dalam kepemimpinan daerah.

“Agak sedikit repot bila seorang businessman menjadi pemimpin sebuah daerah. Lalu cara memimpinnya dilakukan dengan cara-cara ia berbisnis,” sindir Fauzi.

Akademisi: Cari Akar Masalah Ketimpangan

Akademisi Dr. Wilda Rasaili, dalam FGD tersebut mengajak peserta tidak terjebak pada perdebatan nama, tetapi membedah akar persoalan ketimpangan antara daratan dan kepulauan.

Facebook Comments Box

Penulis : Mashudi Surahman

Editor : Wandi Abdullah

Sumber Berita: OkeDaily

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar
Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas
Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan
Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!
Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam
Pulang Ziarah, Warga Pulau Sapudi Dibacok Orang Tak Dikenal
Dorong Pemerataan Kompetensi, SMSI Sumenep Minta SKK Migas Jabanusa Gelar UKW di Madura
Kompeten! Prengki Wirananda Dinobatkan Terbaik UKW 2026 Tingkat Utama

Related News

Senin, 28 September 2026 - 20:49 WIB

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar

Sabtu, 26 September 2026 - 12:02 WIB

Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WIB

Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan

Selasa, 22 September 2026 - 13:53 WIB

Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!

Senin, 21 September 2026 - 19:07 WIB

Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam

Latest News

Figur muda Muhlis Fajar digadang-gadang bakal maju Pilkades Serentak 2027 di Sumenep, dinilai bawa energi baru untuk Desa Paseraman. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]

Politik

Figur Muda Muhlis Fajar Digadang Maju Pilkades 2027 Sumenep

Sabtu, 26 Sep 2026 - 12:49 WIB