Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

- Editorial Team

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses pembuatan pupuk organik

Proses pembuatan pupuk organik "Green Grow" berbahan dasar kotoran ternak di Pulau Sapudi. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus menekan biaya pertanian bagi petani setempat. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

“Ini tidak mudah. Kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa bahan-bahan yang ada di sekitar kita, termasuk kotoran ternak, sebenarnya bisa diolah dan dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna untuk pertanian,” ujar Nurhasan, Selasa, (11/08/2026).

Ia menegaskan, Green Grow tidak hanya berbicara mengenai produksi pupuk. Lebih jauh, program tersebut diharapkan mampu membangun kemandirian petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk dengan memanfaatkan potensi lokal.

Baca Juga :  Aliansi Unisma Raya Sikapi Polemik RKUHP

Selama ini, kotoran sapi, ayam dan kambing sangat mudah ditemukan di lingkungan masyarakat Pulau Sapudi. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan. Namun melalui Green Grow, limbah tersebut justru diarahkan menjadi bagian dari solusi.

“Harapan kami, petani mulai sadar bahwa untuk bertani tidak harus selalu bergantung pada pupuk dari luar. Kita punya bahan baku sendiri dan bisa kita kelola,” imbuhnya.

Green Grow pun diharapkan tidak berhenti sebagai program percontohan. Kelompok Tani ASM Sejahtera ingin inovasi tersebut berkembang menjadi gerakan pertanian organik berbasis masyarakat di Pulau Sapudi.

Baca Juga :  Erfan Institute Gelar Buka Puasa Bersama dan Pembagian Sembako

Dengan dukungan PPM HCML 2026 melalui Pokmas Pancor Bersatu, Green Grow menjadi salah satu upaya mendorong pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Penulis : Hasan Al-Hakiki

Editor : Mashudi Surahman

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan
Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi
Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta
Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya
Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum
DPRD Denpasar Apresiasi Capaian Proyek Strategis PUPR 2025, Tommy: Pengawasan Tetap Jadi Prioritas
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali Resmi Dukung Don Muzakir Mengisi Jabatan Wakil Menteri Pertanian RI
Tommy Sumertha Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Optimistis Benahi Program Makan Bergizi Gratis

Related News

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:25 WIB

Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:53 WIB

Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya

Latest News

Proses pembuatan pupuk organik

Nasional

Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Selasa, 11 Agu 2026 - 19:54 WIB

Unit mesin bantuan program PPM HCML 2026 untuk kelompok nelayan kakap merah di Pesisir Pancor. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, akses pasar, dan kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Ekonomi Bisnis

Harapan Baru di Pesisir Pancor, PPM HCML 2026 Dukung Nelayan Kakap Merah

Selasa, 11 Agu 2026 - 13:37 WIB