Bali, Okedaily.com – Partai Gerindra Bali merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) partai dengan suasana sederhana namun penuh makna. Ratusan kader dari tingkat ranting, cabang, hingga daerah memadati Kantor DPD Gerindra Bali di Jalan Kapten Tantular 1 No. 8, Renon, Denpasar, Jumat (6/2/2026).
Pekikan “Kompak, Bergerak, dan Berdampak” menggema di tengah kader yang hadir. Slogan tersebut resmi menjadi tema HUT ke-18 Partai Gerindra, mencerminkan semangat persatuan, gerak nyata, dan kontribusi langsung kepada masyarakat.
“Kita membuat acara yang sederhana, yang penting bermakna. Tetap sederhana tetapi membumi seperti yang biasa kita lakukan dan kita selalu bergotong royong,” ujar Ketua Gerindra Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah saat membuka acara sebelum pemotongan tumpeng.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pidatonya, De Gadjah mengevaluasi perkembangan signifikan Partai Gerindra sepanjang 2024. Ia menyebut, jika sebelumnya Gerindra kerap dipandang sebelah mata, kini partai tersebut mulai diperhitungkan, disegani, bahkan dianggap sebagai ancaman oleh pihak lain.
Ia mengingatkan seluruh kader bahwa semakin besar partai, tantangan yang dihadapi juga akan semakin besar. Potensi adu domba dan pembentukan faksi-faksi disebut sebagai risiko yang harus diwaspadai bersama. Karena itu, De Gadjah menekankan pentingnya soliditas kader dengan satu komando di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto serta konsistensi mengamalkan slogan “Kompak, Bergerak, Berdampak”.
Momentum peringatan HUT ke-18 ini juga dimanfaatkan sebagai ajang introspeksi dan rasa syukur, terutama bagi kader yang telah mendapat kepercayaan sebagai wakil rakyat maupun pemimpin daerah. Dalam sesi doa bersama, De Gadjah mengajak seluruh kader menundukkan kepala dan mendoakan tiga hal utama.
Pertama, doa ditujukan bagi saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kedua, mendoakan kesehatan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Ketiga, memohon kekompakan dan kebesaran Partai Gerindra agar semakin kuat di Bali dan mampu memenangkan kepala daerah pada 2029 demi kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi.
De Gadjah juga mengingatkan kembali peran kader sebagai pejuang politik. Ia mengutip pesan almarhum Ketua DPD Gerindra Bali sebelumnya, Ida Bagus Putu Sukarta, yang selalu menekankan bahwa Partai Gerindra adalah keluarga pejuang yang mengutamakan kepentingan rakyat.
“Maka itu jika dilakukan dengan hati yang tulus, partai akan menjadi besar,” tutupnya.









